Minggu, 26 Oktober 2025

Ada Tawa di Trial Claas Perdana

 

Dokpri Kegiatan Trial Class Perdana SDIT Baitul Quran

SDIT Baitul Qur'an sukses menghelat Trial Class perdana. Kegiatan Trial Class merupakan salah satu dari rangkaian program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Perhelatan Trial Class dalam SPMB tahun ajaran baru ini diagendakan sebanyak tiga kali. Sabtu, 18 Oktober 2025 menjadi momentum yang perdana.

Sejumlah 116 peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Para peserta berasal dari beberapa lembaga sekitar di antaranya: TKIT Baitul Qur'an, TK Dharma Wanita Simo, TK Dharma Wanita Ketanon, TK Sahara Winong dan TK At-Taqwa. Mayoritas peserta hadir diantar langsung orang tua masing-masing. 

Rupa-rupa warna seragam yang dikenakan peserta secara tidak langsung mengidentifikasi dari mana mereka berasal. Umumnya seragam anak TK selalu cerah ceria. Tampil mencolok jika dibandingkan dengan jenjang sekolah lain. 

Warna cerah dipandang sangat menarik bagi anak-anak. Kuncinya: warna menarik mudah dikenal dan diingat. Alhasil, merujuk pada warna pakaian yang sama maka dengan mudah mereka  dapat mengenal di mana teman satu sekolah berkumpul. Disadari atau tidak, bagi mereka kelompok adalah zona nyaman saat berada di tempat baru. 

Kurang lebih setengah delapan para peserta mulai datang berduyun-duyun. Orang tua diarahkan memarkir motor di tempat yang telah disediakan panitia. Lantas, mengisi absensi registrasi untuk mengambil nomor peserta. Nomor dipasang di dada sebelah kanan. 

Sebelum memasuki ruangan, seluruh peserta dibimbing duduk di teras TKIT Baitul Quran. Setelah seluruh peserta memenuhi kuota pendaftaran barulah dikondisikan di tempat khusus. Halaman utama menjadi saksi bisu para peserta berkumpul. 

Ustadzah Asna, Ustadzah Rini dan Ustadzah Safina tampil memandu rangkaian acara. Para peserta diberi penjelasan mengenai tahapan kegiatan yang akan dijalani beberapa jam ke depan. Tak lupa, sebagai pendekatan, MC memperkenalkan dewan guru yang bertugas, nama sekolah hingga yel-yel khusus Trial Class. 

Agenda dimulai dengan tahfidzul qur'an. Surat-surat pendek dibaca bersama dengan dipandu guru tahfidz. Ustazdah Manda dkk tampil ciamik dalam sesi ini. 

Tak berselang lama, kegiatan dilanjutkan senam pagi. Ustadzah Widya dkk dengan lihai memandu satu gerakan menuju gerakan yang mengasyikkan sekaligus candu. Saking candunya mayoritas peserta sepakat mengulang senam hingga dua kali putaran. 

Senam selesai disambung dengan lomba estafet bendera. Dalam sesi ini para peserta dibuat menjadi beberapa kelompok. Sebelum memindahkan bendera, mereka harus melompati empat garis terlebih dahulu. Garis-garis tersebut dibuat secara organik dari arang yang digoreskan.

Dewan juri membelakkan kedua mata dengan selebar-lebarnya untuk menentukan kelompok mana yang finish terlebih dahulu. Sebegai hadiah, para pemenang mendapatkan snack yang telah disediakan panitia. Sorak sorai gembira mewarnai alur perlombaan. 

Peserta yang sudah lomba estafet digiring untuk melakukan lomba menyusun kata. Huruf demi huruf disusun untuk membentuk satu kata yang baik dan benar. Huruf yang bercecer tersebut lantas ditempel di kertas hvs yang telah disediakn petugas. Setiap kelompok yang berhasil menyelesaikan tantangan maka mendapatkan hadiah snack.

Mewarnai tas jinjing menjadi kegiatan pamungkas para peserta. Tas kanvas yang berpola gambar tertentu diberikan secara merata. Pola gambar yang harus diwarnai para peserta yakni bunga matahari, gunung berlatar pohon kelapa, perahu dan gurita. 

Mulanya panitia hanya menyediakan tas kanvas dengan pola gambar gunung berlatar pohon kelapa. Akan tetapi seiring dengan membludaknya pendaftaran peserta akhirnya panitia harus memesan tas kanvas polos. Tak kehabisan akal, pada akhirnya panitia membuat pola gambar manual secara mandiri.  

Pola gambar bunga matahari, perahu dan gurita adalah bukti konkret dewan guru memiliki jiwa seni yang tinggi. Meski kemudian hasilnya harus diakui, jauh dari kesempuranan. Tapi sungguh tidak masalah. Justru yang demikian menunjukkan kreativitas yang murni. 

Pukul sepuluh tepat, kegiatan Trial Class perdana akhirnya rampung. Lagu illa liqo dikumandangkan lantas dipungkas doa kafaratul majelis. Tas kanvas yang telah diwarna diberikan kepada para peserta sebagai oleh-oleh. 

Sebegai penyempurna masing-masing anak diberikan jus buah semangka, melon dan susu serta donat. Tak ketinggalan brosur pendaftaran SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 turut dimasukkan ke dalam tas kanvas setiap anak. Setidaknya ada pergerakan double movement yang telah panitia lakukan selain memberikan pengenalan dan pengetahuan seputar profil SDIT Baitul Quran yang didapuk oleh ketua yayasan langsung. 

Ya, memang kami mafhum betul, bahwa dalam menentukan jenjang sekolah lajutan itu tergantung pada dua belah pihak. Anak yang berkeinginan dan orang tua yang merestui. Jika keinginan dan restu kedua belah pihak tidak bertemu jangan harap proses pendidikan akan berjalan dengan baik. Sebab berpendidikan itu akan sukses jika dijalani dengan sungguh-sungguh dan keridaan antara anak dan orang tua yang menyokong plus medoakan. 

Akhirnya kami (panitia) harus dengan tulus dan jujur harus menyatakan, semoga kegiatan trial class ini menggugah hati anak dan orang tua yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Besar harapan trial class dapat menambah kuantitas keluarga besar SDIT Baitul Qur'an di tahun jaran 2025/2026. Allahuma Amin.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan trial class perdana SDIT Baitul Qur'an: