Rabu, 23 September 2026

Torehan Mendali Emas Estafet Bifin Akhy Rahman

 

Dokpri Ananda Rahman dengan mendali Emas


Tulungagung-Kabar bahagia kembali diterima keluarga besar SDIT Baitul Qur'an. Kabar bahagia itu datang dari cabang olahraga renang setelah akhy Rahman mempersembahkan mendali emas kategori Estafet Bifin dalam Kejuaraan Provinsi Finswimming Antarpelajar Se-Jawa Timur tahun 2026. Kejuaraan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu-Minggu, 19-20 September 2026 bertempat di kolam renang Tirtayasa Park kota Kediri.

Sekilasa info. Istilah estafet Bifin berarti lomba renang sirip/finswimming beregu, di mana setiap perenang pakai 2 sirip (bifin) dilakukan secara sambung-menyambung. Jadi perenang menggunakan 2 kaki sirip terpisah (seperti kaki katak) sedangkan jika perenang menggunakan kaki yang dijadikan 1 sirip disebut monofin. 

Torehan mendali yang dipersembahkan akhy Rahman ini tentu menjadi suatu kebanggan tersendiri  lembaga kami di samping menambah koleksi pundi-pundi penghargaan secara pribadi. Keaktifannya  dalam menekuni cabang olahraga renang sedikit demi sedikit telah mencapai hasil yang maksimal; menuai kenikmatan yang hakiki. 

Capaian tersebut tentu tidak diraih dari hanya mengandalkan keberuntungan personal melainkan bertumpu pada potensi yang terus ditempa secara konsistensi. Konsistensi ditempa hingga akhirnya pesat bertumbuh kembang. Proses latihan yang kemudian menemukan momentumnya yang terbaik. Ohya, ini adalah persembahan medali ketiga Akhy Rahman di cabang olahraga renang. Alfa Mabruk!

Senin, 21 September 2026

Kenangan Indah Perjusa di Bumi Perkemahan Kahayangan

Dokpri Banner Perjusa 2026

Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an sukses menggelar perkemahan Jum'at Sabtu (Perjusa) 2026 di bumi perkemahan Kahayangan, Mulyosari, Pagerwojo. Perjalanan menuju bumi perkemahan Kahyangan berjalan lancar, seluruh siswa-siswi dan dewan guru diantar-jemput langsung menggunakan bis sekolah. Dua bis sekolah, dua sopir dan dua kernet siap siaga mengawal keselamatan sepanjang perjalanan menuju lokasi. 

Berkat kinerja sopir dan kernet yang menjunjung tinngi sikap profesionalitas, perjalanan yang berkelok dan naik turun terlewati dengan mudah. Alhamdulillah, tidak ada drama yang berarti. Seluruh penumpang duduk santai menikmati suguhan keindahan alam di sepanjang perjalanan. Masyaallah, tabarakallah. 

Sesampainya di lokasi kegiatan cuaca sangat bersahabat. Langit biru terhampar jelas di atas kepala, jauh membentang sepanjang mata memandang. Terik mentari mulai membakar semangat. 

Mendirikan tenda adalah agenda pertama yang kami lakukan. Terdapat lima tenda yang kami dirikan, dengan dirincian dua tenda regu putra, dua tenda regu putri dan satu tenda panitia. Semua tenda ditegakkan dengan saling bahu-membahu. Kerjasama tim dan kesolidan adalah kunci penting dalam urusan mendirikan tenda. Bendera tunas kelapa, merah putih dan wosm tertengger jelas di depan masing-masing tenda. 
Dokpri Penyampaikan Amanat

Apel pembukaan menjadi agenda selanjutnya. Dalam amanatnya, kakak Pembina Pramuka menegaskan bahwa seorang anak pramuka harus selalu siap siaga. Di manapun ia berada harus hidup adaptatif seperti filosofi pohon kelapa, sepanjang hidupnya fokus memberi kebermanfaatan untuk sekitar. 

Tak hanya itu bahkan setiap bagian dari pohon kelapa memiliki manfaat yang luar biasa untuk kelangsungan hidup khalayak manusia. Glugu dijadikan sebagai bahan bangunan. Daun muda dibuat janur. Daun tua dijadikan atap rumbia rumah tradisional dan sapu lidi. Air buah kelapa kaya elektrolit dan mengandung amgnesium, kalium, dan natrium yang tinggi.  

Daging buah kelapa muda dapat dijadikan berbagai produk makanan dan minuman. Daging buah kelapa tua dapat diolah menjadi santan, minyak, produk kecantikan dan pengobatan tradisional. Hal yang sama juga berlaku untuk tempurung kelapa yang kerap diolah menjadi bahan kerajinan dan arang (karbon aktif) yang digunakan dalam industri pengolahan air dan kosmetik. 

Sabut kelapa yang memiliki serat kuat sering dijadikan kebutuhan rumah tangga seperti tali, keset dan sikat. Bisa pula dioleh menjadi cocomesh yang membantu proyek penghijauan dan konservasi tanah. 

Bunga kelapa setelah diproses dapat menghasilkan nira sebagai bahan dasar pembuatan gula merah. Selain itu sari kelapa juga kerap dimanfaatkan sebagai bahan dasar minuman tradisional yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina. 

Bagian yang kerap kali dilupakan adalah akar. Akar kelapa dapat dijadikan sebagai bahan pewarna alami kain dan pengobatan tradisional. Akar kelapa setelah diolah dapat mengatasi diare, disentri dan infeksi saluran kemih. 

Kebermanfaatan yang berlimpah itu seperti halnya hadist yang diriwayatkan Ahmad, Ath Thabrani dan Daruqutni: 
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."

Selepas apel pembukaan, seluruh peserta kemah shaleh diarahkan untuk bersiap-siap menunaikan salat Jumat. Seragam pramuka berganti pakaian muslim. Sejauh 2 KM kami berjalan menuju masjid terdekat. Adapun peserta shalihah menunaikan salat Dhuhur berjamaah dengan ustadzah.

Suguhan makan siang selepas menunaikan salat jumat sangatlah nikmat. Terlebih makan siang itu dilakukan di bawah terik mentari. Sebagian orang berteduh di dalam tenda, di bawah pohon dan di emper kafe. Semua dibuat sibuk menikmati makan siang dengan khusyuk. 

Perut sudah terisi saatnya semua peserta untuk berkompetisi. Kompetisi tarik tambang, cerdas cermat dan permainan kekompakkan regu adalah acara selanjutnya. Masing-masing regu mengirimkan perwakilan untuk setiap lomba. Ketiga lomba dihelat di tempat, diwakili dan dibimbing oleh panitia yang berbdea. Akumulasi atas kemengan dalam berkompetisi dijadikan sebagai jembatan untuk meraih juara. 

Berbeda dengan tahun sebelumnya yang terkendala hujan, kabar bahagianya, Perjusa tahun ini benar-benar mampu mengadakan api unggun. Persis beberapa saat sebelum adzan Magrib berkumandang panitia menyiapkan semua kebutuhan api unggun. Pembaca Dasa Dharma, kayu untuk api unggun, menata susunan acara giat digalakan. 

Makan malam disantap bersama selepas berjamaah salat Magrib. Peserta bersantai sejenak sembari menunggu waktu salat Isya tiba. Dari kejauhan tampak, satu dua orang tua siswa datang berkunjung dan memeluk sang putra-putri dengan penuh kerinduan.

Momentum yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Semua peserta berbaris sesuai tugas dan peran. MC memandu tahapan penyumatan api unggun. Petugas pembaca Dasa Dharma berlari kecil dan berhenti melingkari kayu bakar. Satu persatu poin Dasa Dharma dipekikan, takbir sebanyak tiga kali digemakan, obor penyumatan api unggun dilakukan oleh Kakak Pembina Pramuka. 

Sorak-sorai seluruh peserta menghiasi lapangan utama. Himne kepramukaan diputar beriringan kobar api yang menyala. Persis di arah utara api unggun yel-yel setiap regu diuji untuk dinilai. Irama, penjiwaan, kekompakan dan semangat menjadi aspek penilaian. 

Api unggun menyisakan abu, film hikayat Buya Hamka diputar. Semua peserta khidmat menatap layar. Dua kesibukan membalut diri: Kedua mata menyaksikan, sementara mulut sibuk memamah jajan. Segelintir di antara mereka izin untuk memasak mie. Malam itu dingin memang menusuk diri hingga membuat rasa lapar berlipat ganda. 

Jam 22.00-03.30 WIB semua meraih mimpi di pulau kapuk. Semua sepakat menyambut pagi dengan salat Subuh berjamaah, muraja'ah, olahraga dan bersih-bersih serta membersihakan diri. Lantas perut kosong itu diisi dengan sarapan sebelum menginjak kegiatan selanjutnya. 

Hiking, renang dan lomba sandi adalah tiga agenda pamungkas dalam perjusa. Hiking berlangsung selama 1 jam penuh. Rute hiking tidaklah jauh, sekitar 3 KM, itu pun hanya menyusuri jalan paping dan jalan raya. Tidak seperti perjusa tahun lalu yang benar-benar belusukan kebun, sawah, perbukitan atau pun menyusuri jalan setapak pinggir kali. 

Dalam perkara hiking bukan masalah cepat sampai namun tentang kekompakan, kesalingan dan kepedulian selama dalam perjalanan. Utamanya ketika memasuki pemukiman masyarakat maka sikap dan tidakan humanis yang beradab dijunjung tinggi. Adaptatif di lingkungan baru adalah tajuk besar yang sedang dibumikan.

Selepas membakar kalori seluruh peserta dipersilakan untuk menikmati kesegaran dengan berenang bersama. Cukup merogoh kocek sebesar Rp. 10.000/orang mereka bisa berendam riang di kolam. Tawa kebahagian dan rasa lelah tertanggal seketika. 

Kisaran sejam mereka menghabiskan waktu berenang di kolam akhirnya membilas dan mengeringkan diri. Sesaat kemudian barulah lomba sandi-sandi dimulai. Itu pun hanya melibatkan segelintir peserta sebagai perwakilan setiap regu. 

Sungguh tak terasa waktu bergulir begitu cepat. Adzan berkumandang menunjukkan waktunya salat Dhuhur tiba. Salat Dhuhur didirikan dengan berjamaah. 

Momen berpamitan dengan bumi perkemahan Kahayangan akhirnya tiba. Seluruh peserta membongkar masing-masing tenda. Perlengkapan masing-masing diri kembali dikemas dan diamankan sedemikian rupa. Sebagian besar perlengkapan dimuat ke dalam pick up, hanya tas gendong dan perintilan perlengkapan pribadi saja yang dibawa mandiri ke dalam bis sekolah. 

Akhirnya acara dipungkas dengan apel penutupan, pengumuman juara dan pembagian hadiah. Tak ketinggalan detik-detik momentum terbaik itu dijepret beberapa foto untuk didokumentasikan. Tentu bukan sekadar untuk dokumentasi lembaga namun sebagai bukti nyata dari jejak seluruh peserta tidak pernah berhenti berproses menuju versi yang terbaik dari waktu ke waktu dalam tholabul ilmi. Tabik!

Berikut beberapa dokumentasi perjusa 2026:














Senin, 07 September 2026

Mendali Perak Pertama di Cabang Panahan Paralon

 

Dokpri Ukhty Manna menerima mendali dan sertifikat penghargaan

Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an (7/8/2026) kembali harum setelah ukhty Manna menyabet juara 2 perlombaan panahan kategori paralon dalam ajang kejuaraan tingkat Kabupaten Tulungagung. Tidak hanya memperoleh 1 mendali perak namun ia berhasil membawa pulang 2 mendali perak sekaligus setelah meraih nilai apik di dua sesi berturut-turut. Sungguh nikmat luar biasa yang laik disyukuri, Alhamdulillah wasyukurillah.

Ini adalah kali kedua Manna mengikuti ajang perlombaan panahan kategori paralon setelah sebelumnya giat berlatih melalui ekstrakurikuler panahan di sekolah. Keaktifannya berlatih panahan di ekstrakurikuler panahan sekolah nyatanya kini membuahkan hasil manis. Hal ini menegaskan bahwa tidak ada hasil yang membohongi proses. Terus berproses hingga menoreh fokus yang baik, bidikan yang tepat dan skor terbaik adalah kunci dari konsistensi yang dibangun selama ini. 

Ukhty Manna tidak berjuang sendirian, ia mengikuti lomba bersama dengan ukhty Qadira yang konsistensi berjuangan dalam ajang perlombaan panahan paralon di berbagai event. Hal itu dibuktikan selepas mengikuti kejurprov Qadira langsung tancap gas berpartisipasi dalam kejurkab. Perjuangan Qadira mengantarkannya tertengger di posisi 10 besar. 

Termasuk sepuluh besar dari 20 peserta adalah hal yang luar biasa. Sebab melalui proaktif mengikuti lomba sejatinya ia sedang menempa jiwa-jiwa kompetitif dan mengasah mental juara yang bersemayam dalam dirinya. Bukankah sangat cocok untuk diberi dua jempol bahkan empat jempol jika bisa. Kami yakin, Qadira dan Manna akan meraih hasil yang gemilang di kesempatan berikutnya. Tabik!

Berikut beberapa dokumentasi saat perlombaan panahan kategori paralon kejurkab:



























Minggu, 06 September 2026

Konsistensi Proaktif Kompetisi

 

Dokpri Ananda Qadira mengikuti kejuaran panahan kejurprov

Tulungagung-Semenjak cabang olahraga panahan paralon ditetapkan sebagai ekstrakurikuler sekolah SDIT Baitul Qur'an salah satu yang sangat bersemangat dan antusias aktif adalah ukhty Qadira. Ia sangat konsistensi mengikuti sesi latihan setiap hari Sabtu di pelataran sekolah. Keaktifannya di ekstarkurikuler panahan terhitung semenjak ia duduk di bangku kelas 3. Persis, awal tahun dari ekstrakurikuler panahan di-launching di lembaga. 

Satu tahun berproses, akhirnya ia mulai berani mengikuti beberapa kompetisi panahan kategori paralon di berbagai ajang. Mulai dari kompetisi panahan antarpelajar di tingkat kabupaten sampai dengan kejuaraan tingkat provinsi. Kabar terakhir, setelah adanya revisi, ia menyabet juara 3 di tingkat provinsi.

Keseriusannya dalam menekuni cabang olahraga panahan kategori paralon dibuktikan dengan keputusan bergabung dengan klub Padepokan Panahan Tulungagung (PAPATUA). Alhasil, selain proaktif mengikuti latihan setiap hari Sabtu di sekolah, ia juga konsistensi katihan di klub PAPATUA setiap sore. Disebutkan, durasi latihan di padepokan kian rutin manakala hendak menyongsong ajang kompetisi.

Gadis kecil pecinta serial komik terbitan Muffin ini akhirnya menemukan potensi diri yang harus terus ditempa. Terlebih ia tumbuh di keluarga yang sangat mendukung dengan keaktifannya di cabang olahraga panahan. Terakhir, saat kompetisi kejurkab dihelat, sang ibu dan ayah mendampingi ukhty Qadira dengan penuh antusias dan rasa bangga tiada tara. 

Support system sehat inilah yang dibutuhkan dalam pengembangan potensi dan karakter seorang anak. Ukhty Qadira salah satu anak yang termasuk di dalamnya. Sangat besar kemungkinanya, jika konsistensi latihan ia akan menemukan momentum yang baik; memeroleh hasil terbaik di ajang kompetisi selanjutnya adalah hasil yang telah menunngu di depan mata. 

Besar harapan ke depan, para siswa-siswi SDIT Baitul Qur'an memiliki support system sehat seperti ukhty Qadira sehingga berkesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam diri. Tidak patah semangat dalam menghadapi kegagalan adalah kunci keberhasilan. Harus diingat pula, keberanian mencicipi kegagalan demi kegagalan adalah jembatan untuk menoreh kesuksesan di masa yang akan datang. 



Senin, 31 Agustus 2026

Medali Kedua di Cabang Renang

 

Dokpri ananda Rahman dengan mendali perak di cabang renang

Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an kembali harum atas torehan prestasi yang diraih ananda Rahman (sapaan akrab dari Muhammad Noor Rahmansyah Sayuti kelas 4) di cabang olahraga renang. Mendali perak ia peroleh setelah menduduki peringkat kedua dalam ajang kejuaraan renang antarpelajar tingkat kabupaten Tulungagung. Prestasi moncer yang selaiknya disyukuri dengan mengucapkan hamdalah bersama-sama, Alhamdulillahi robbil 'alamin. 

Ini adalah kali kedua ananda Rahman mempersembahkan prestasi di cabang renang. Sebelumnya di bulan Juni semester genap ia mendapatkan mendali perunggu setelah finish di posisi ketiga dalam kejuaraan renang yang diadakan oleh KKGO Rejotangan. Kendati demikian juara ketiga dalam percobaan kejuaraan renang yang diikuti pertama kali adalah hal yang luar biasa. 

Dokpri ananda Rahman dengan mendali perunggu

Torehan demi torehan ini membuktikan bahwa ia tidak hanya kompeten dalam bidang keagamaan, khususnya pidato. Seluruh sumber daya lembaga mafhum betul bahwa Rahman adalah langganan juara dalam pidato. Terakhir ia menyabet juara 2 pidato di tingkat kecamatan Kedungwaru dalam perayaan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh KKG PAIBP. 

Rekam jejak prestasi yang membanggakan tersebut tentu akan menjadi jembatan tumbuh kembang ananda Rahman yang gemilang di masa depan. Kita juga menyelipkan harapan, semoga jiwa-jiwa kompetitif yang ada dalam diri Rahman dapat tertular pada seluruh murid SDIT Baitul Qur'an. Alhasil akan tumbuh generasi unggul untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan dan meningkatkan kualitas diri. 

Ibrah yang dapat dipetik dari torehan ini sejatinya ananda Rahman sedang mengimplementasikan semangat fastabiqul khairot (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan cara bersyukur atas nikmat diebrikannya akal dan kesehatan. 

Berani Tampil Sudah Luar Biasa

 

Dokpri Ananda Yusuf kelas 5 mengikuti lomba pidato bahasa Inggris

Tulungagung-Bulan kemerdekaan dimeriahkan dengan berbagai lomba. Salah satu diantaranya yakni kompetisi dalam bidang akademik. Tak terkecuali kelompok kerja guru (KKG) mata pelajaran Bahasa Inggris kecamatan Kedungwaru tahun ini menghelat speech competition jenjang sekolah dasar.

Dalam rangka memeriahkan acara, SDIT Baitul Qur'an menunjuk ananda Yusuf kelas 5 untuk tampil. Berbagai persiapan dirangcang dengan matang selama beberapa hari. Teks, gerakan dan mimik wajah ditata sedemikian rupa. Seluruh persiapan dibimbing langsung oleh Ustadzah Asna selaku pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris. 

Kompetisi berlangsung di aula UPASP kecamatan Kedungwaru. Ananda tampil sesuai nomor urut. Alhamdulillah, ananda dapat tampil dengan maksimal dan tanpa kendala apa pun meski belum mencapai hasil yang terbaik. 

Kendati begitu dengan proaktif mengikuti kompetisi setidaknya akan menjadi pengalaman yang berkesan bagi ananda. Bukan sekadar pengalaman yang menguap melainkan menambah jejaring pertemanan dan mampu menjadi batu pijakan pengetahuan, persiapan mental dan fisik untuk menyongsong kompetisi di lain waktu. Bekal ampun untuk melejitkan diri di kesempatan yang akan datang. Tabik!


Tubuh Sehat Menjaga Semangat

 

Dokpri para murid berjalan kaki

Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an mengadakan gerak jalan setelah libur panjang. Tak dapat dinapikan, saat libur panjang banyak orang yang menghabiskan waktu dengan rebahan, main game atau bahkan enggan untuk sekadar menggerakan badan. Di zaman teknologi digital, sekarang rerata mayoritas orang lebih suka menjadi manusia ruang. Menghabiskan waktu dengan bermain gawai di kamar sendirian.

Tentu yang demikian itu akan menyebabkan kesehatan terganggu. Seluruh otot badan menjadi kaku. Otot-otot yang kaku harus direnggangkan dan dilatih secara berkala dengan berolahraga. Terlebih riset kesehatan menyebutkan jalan kaki adalah olahraga sehat yang murah meriah. Olahraga yang bermanfaat bagi semua kalangan namun sering disepelekan, terlebih di era sekarang yang serba instan berjalan kaki dipandang simbol kepayahan. 

Agenda jalan-jalan santai ini juga ditujukan supaya semua murid mampu mengenal lingkungan sekitar sekolah. Bukan sekadar mengenal namun dapat memetakan ruas jalan menuju sekolah, dapat bersosialisasi dengan warga sekitar dan mengetahui batasan ruang terbuka untuk dinikmati oleh khalayak umum.

Melalui jalan santai ini semoga tubuh semua murid menjadi tambah sehat, semakin akrab dengan warga sekitar utamanya untuk syiar lembaga dan mengenal jalan bilamana mereka tersesat. Tubuh yang sehat menjadi amunisi yang baik untuk menyongsong proses pembelajaran berikutnya. 

Kedepannya, semoga semua murid dapat menjadikan jalan santai di lingkungan sekitar sekolah sebagai pembiasaan meski itu dilakukan seminggu sekali. Tabik!

Minggu, 30 Agustus 2026

Asyiknya MPLS

 

Dokpri flyer kembali masuk sekolah 

Tulungagung-SDIT dan TKIT Baitul Qur'an kembali masuk sekolah setelah libur panjang. Senin (13/7/2026) ketiga di bulan Juli menjadi saksi bisu tersumatnya semangat belajar di dalam diri masing-masing murid. Terlebih di hari yang sama menyambut bergabungnya murid baru secara resmi. Murid baru kelas 1 berbaris rapi dengan pakaian muslim seraya bergelut dengan rasa malu yang menggelayut jelas dalam diri. 

Sebelum pembukaan MPLS didengungkan, masing-masing murid baru dipanggil ke depan guna melakukan perkenalan diri. Rasa gugup dan malu bersatu padu tergambar jelas dari raut wajah yang memerah. Nama lengkap, nama panggilan dan alamat rumah terlontar manis dari mulut mungil mereka. 

Ada yang pemberani, malu, pelan suaranya hingga tersenyum kecil memecah suasana. Petuah-petuah kebaikan disampaikan kepada seluruh murid selaku kakak kelas guna memberi contoh, membimbing dan menyayangi adik kelasnya dengan sangat baik. Bagaimana pun sang adik akan gemar meniru kebiasaan kakak kelasnya selama mereka berada di lingkungan sekolah. Hal ini yang perlu diperhatikan lebih.

Gema takbir dipekikkan bersama sebanyak tiga kali sebagai tanda MPLS dibuka. Selanjutnya murid baru wajib mengikuti rangkaian agenda MPLS selama seminggu penuh: Saling mengenal teman, mengenal lingkungan sekolah, mengenal dewan guru, mengidentifikasi makan sehat dan tidak sehat, mengenal lingkungan bersih dan kotor, dan mengecek kesehatan. Tentu sepanjang agenda masa pengenalan lingkungan sekolah tersebut senantiasa diselipkan ice breaking dan happy fun game. 

Proses asesmen diagnostik ini adalah modal awal untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk murid, membangun ikatan emosional antarmurid dan murid dengan guru kelas. Dampaknya, selepas masa pengenalan lingkungan sekolah murid baru tidak sungkan dengan dewan guru, mengerti aturan interaksi dan tahu betul ruang mana saja boleh mereka jajaki.

Tak hanya kelas 1, pada kenyataannya kelas 2-6 juga menghelat MPLS selama 3 hari berturut-turut. Selama 3 hari guru kelas melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan potensi, kecenderungan dan metode belajar yang efektif untuk keberlangsungan proses pembelajaran di kelas masing-masing. 
 


Mengenal Keluarga Baru

 

Dokrpi Murid Baru tahun ajaran 2026/2027


Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an sukses menghelat giat observasi calon murid baru tahun ajaran 2026/2027. Merujuk data administrasi terdapat 14 orang murid yang telah memastikan diri bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Baitul Qur'an. Kendati begitu saat pelaksanaan acara masih ada seorang murid yang belum bisa hadir dalam acara tersebut.

Giat observasi dilaksanakan dalam rangka meninjau potensi dan kemampuan setiap murid baru. Aspek yang diuji mecakup kognitif, psikimotorik dan apektif; berhitung, membaca, menulis dan baca tulis Al-Qur'an. Masing-masing murid dipanggil urut untuk diuji sesuai absensi yang telah disediakan. Lantas, hasil observasi dijadikan sebagai pedoman bagaiamana baiknya guru melakukan pendekatan, menggunkan metode dan media yang efektif dalam proses pembelajaran. 

Hasil observasi juga menjadi modal penting untuk mengklasifikasikan murid yang sudah bisa baca tulis dan mengaji dengan murid yang masih belum bisa. Klasifikasi ini membantu guru kelas untuk menentukan penempaan yang berbeda termasuk dalam menentukan level kelas tahfidz. Di sinilah peran guru pendamping bekerja. 

Tak hanya sebagai ajang meninjau potensi, kemampuan dan karakter murid, giat observasi juga sangat bermanfaat untuk sosialisasi terkait budaya yang berlaku di SDIT Baitul Qur'an, menyampaikan program semester dan tahunan serta mengukur seragam. 

Saat setiap calon murid baru sibuk diuji, para orang tua diberi bekal dan pandangan dari yayasan dan dewan guru bahwa bergabung menjadi bagian dari Lembaga Pendidikan Islam Tahfidz Baitul Quran adalah pilih tepat. Sebab sekolah kami menanamkan adab islami, pengetahuan agama dan pegetahuan umam dalam porsi yang adil sehingga mampu menjadi generasi emas di masa yang akan datang.

Langkah Baru dengan Integrasi Ilmu

 

Dokpri Upgradig Guru bersama Ustadz Imam Mawardi

Tulugagung-LPIT Baitul Qur'an (8/7/2026) menyambut tahun ajaran baru dengan mengevaluasi rekam jejak kurikulum satuan pedidikan dan memantapkan lagkah baru. Integrasi ilmu menjadi visi misi baru yang dipancangkan kuat dalam keberlangsungan lembaga. Utamanya, mengedepankan inovasi guru dan penanaman adab islami adalah modal penting dalam menghadapi zaman yang kian absurd. 

Ustadz Imam Mawardi (pendiri Lembaga Pendidikan Islam Al Azhaar) sebagai pemateri menawarkan ide yang sangat menarik untuk disikapi dan ditindaklanjuti dengan bijak. Dalam pandangan beliau, langkah integrasi ilmu dimulai dengan mendefinisikan kembali peran guru selama di sekolah. Jika sebelumnya guru mengambil posisi sebagai pembimbing mutlak maka harus diubah menjadi seorang fasilitator pembelajaran, menjalankan Project Based Leearning, mentor berbasis karya, KBM berbasis IT, membangun ekosistem kelas, adaptatif terhadap perkembangan murid dan harus membanung sinergi yang baik dengan wali murid.

Guru yang demikian tentu harus dibekali dengan komtensi yang baik, proaktif pengembangan diri: mengikuti seminar, workshop, pelatihan, webinar, pratikum dan memiliki penguasan IT yang baik. Platform pembelajaran, media ienteraktif dan fasilits digital harus menjadi makan sehari-hari. Sikap menarik diri atas perkembangan dunia digital adalah bentuk dari kemunduran atas kesempatan untuk maju dan mengembangkan diri.

Selain menyibukkan diri dalam pengembangan skill dan potesi diri, guru juga harus pandai menempa (muhasabah) diri jauh ke dalam diri untuk berkembang. Penempaan itu dimulai dengan membiasakan musyawarah dan fikr (critical thinking), ikhtiar dan tawakal (creativity), ta'awaun dan sinergi (collaboration), sosialisasi dan relasi (communication). 

Apabila sumber daya lembaga sudah tertata maka mulailah merancang kurikulum satuan pendidikan yang fokus pada integrasi ilmu. Background sebagai sekolah islam harus menjadi dasar, sehingga pelajaran pertama kali yang diajarkan pada murid adalah Diniyah. Agama sebagai modal penting generasi robbani untuk tidak terbawa arus zaman yang kian chaos. Selanjutnya murid diajarkan Matematika, Sains, Bahasa Inggris-Bahasa Arab, teknologi, berkaya digital dan pendidikan jasmani. Semua mata pelajaran tersebut dalam implementasinya dapat diintegrasikan sesuai materi pembahasan yang saling beririsan satu sama lain. Utamanya proses pembelajaran berbasis proyek.

Proses pembelajaran berbasis proyek ini dipandang jauh lebih efektif karena melibatkan murid dari awal hingga akhir. Senasi pengalaman, perjuangan dan menikmati proses menjadi pemantik materi pelajaran melekat di dalam diri setiap murid. Terlebih guru berperan sebagai fasilitator, pendamping dan teman diskusi sepanjang proyek berlangsung.

Tentu yang demikian akan berdampak pada output murid yang berkualitas, memiliki skill dan kemahiran. Murid rajin ibadah sekaligus mahir materi Diniyah, mendulang akademik yang unggul, mandiri dan berkarya, sehat jasmani, setia kawan dan empati akan menjadi profil lulusan Baitul Quran yang siap bersinar di hiruk-pikuk zaman. 



Selasa, 11 Agustus 2026

Tahun Ajaran Baru Skill Baru

 

Dokpri Upgrading Guru LPIT Baitul Quran


Tulungagung--LPIT Baitul Qur'an sukses menghelat upgrading guru bertajuk Guru Digital Kreatif Kunci Pembelajaran Interaktif  dalam rangka mempersiapkan tahun ajaran 2026/2027. Rabu (8/7/2026) tepatnya minggu kedua di bulan Juli adalah hari kegiatan tersebut berlangsung. 

Ibu Diana Lutfiana Ulfa, M. Pd. (Dosen UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung) tampil sebagai fasilitator menggawangi agenda. Beliau berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai fungsi dan manfaat dari beberapa aplikasi yang menunjang proses pembelajaran. Baik pembelajaran di kelas atau pun di ruang terbuka. 

Fokus pertama mendedah bagaimana cara google classroom dioperasikan. Google classroom sangat jitu digunakan dalam proses pembelajaran jarak jauh. Melalui aplikasi ini dapat beberapa tugas dapat diakses dari jarak jauh. Mulai dari absensi, mengakses materi, mengumpulkan tugas teks, vidieo atau pun gambar. Akan tetapi di zaman sekarang, google classroom perannya sudah tergantikan dengan fitur canggih Whatsapp yang dipandang lebih praktis. 

Pemanfaatan Google Form menjadi pembahasan kedua. Ibu Diana menegaskan bahwa aplikasi ini sangat bermanfaat untuk survei, menunjang pendaftaran sistem penerimaan murid baru (SPMB) via online, observasi penelitian publik hingga absensi guru sederhana. Aplikasi ini memiliki kemampuan mengunggah berkas, foto dan video yang ukuran filenya dapat diatur sedemikian rupa. 

Aplikasi evaluatif yang dibuat kuis seperti Quiziz dan Kahoot menjadi bagian yang mengasyikkan. Sesi ini semua guru dibimbing untuk membuat asesmen formatif dan sumatif via game. Mengevaluasi kedalaman pemahaman siswa dengan gambar, simbol dan warna yang menarik dapat menjadikan murid lebih nyaman dan asyik dalam menghadapi ujian.  

Kendati begitu dalam memaksimalkan manfaat dari dua aplikasi tersebut penggunaan hp pribadi dalam mengerjakan soal menjadi syarat multak. Tanpa sarana yang memadai evaluasi berbasis aplikasi tersebut tak akan berjalan mulus. Fasilitator sempat memberi bocoran bahwa fitur quiziz lebih lengkap jika dibandingkan dengan kahoot. Terlebih lagi apabila kita memanfaatkan aplikasi basis berlabel gratisan. 

Tak ketinggalan, aplikasi mentimeter juga sempat disinggung dalam pembahasan. Disebutkan platform ini bermanfaat untuk presentasi interaktif berbasis web seperti penjajakan pendapat, kuis langsung, hingga sesi tanya jawab yang bersifat langsung real time. Alhasil dalam satu waktu guru dan murid dapat terlibat secara langsung dan responsif. 

Sebagai pamungkas, fasilitator menjajakan beberapa aplikasi AI yang dapat digunakan untuk prsentasi. Platform yang dapat membuatkan slide presentasi tanpa harus mendesain lembar kerja, warna, gambar dan font secara manual. Platform yang menunjang presentasi tersebut yakni Gamma App.

Upgrading selesai. Acara ditutup dengan doa ramah tamah. Sepanjang acara ada rasa penasaran yang terpuaskan dan rangkai doa yang terus membumbung, "Semoga upgrading ini hasilnya dapat diaplikasikan dalam proses kegiatan pembelajaran sehari-hari." Tabik!

Jumat, 31 Juli 2026

Capaian Baru di Haflah Akhirussanah IX SDIT Baitul Quran

 

Dokpri lulusan tahun 2026 dengan dewan asatidz/asatidzah


Tulungagung-LPIT Baitul Qur'an sukses menghelat majelis 5 juz sekali duduk dan haflah akhirussanah IX (13/62026) sesuai agenda yang direncanakan. Ini adalah tahun kedua program majelis 5 juz sekali duduk berlangsung. Haflah ini melibatkan 2 lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an, yakni TKIT dan SDIT Baitul Qur'an. 

Majelis 5 juz seklai duduk merupakan program khusus bagi kelas 6 SDIT Baitul Qur'an yang hendak lulus. Semacam ajang pembuktian ke ruang publik bahwa alumni kami memiliki hafalan yang mudzqin bukan abal-abal, bukan gincu di bibir, bukan isapan jempol belaka. Proses majelis 5 juz sendiri berlangsung sejak pukul 05.30-07.30 WIB. 

Tahun ini majelis 5 juz dibawakan oleh 3 orang siswi yang memiliki hafalan terbanyak. Ketiga siswi tersebut yakni ananda Maqhfirroh, Nasywa dan Ocha. Urutan tersebut dibuat bukan tanpa alasan melainkan merujuk pada jumlah hafalan mereka. Ananda Maqhfirroh berhasil menyelesaikan hafalan sebanyak 12 juz. Ananda Nasywa sebanyak 7 juz dan 4 juz berhasil dicapai oleh ananda Ocha. 

Capaian hafalan siswa tahun ini adalah rekor baru. Rekor yang belum terpecahkan oleh sekian lulusan sebelumnya. Sebagai bentuk apresiasi atas capaian baru tersebut yayasan memberikan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,- bagi ananda Maqhfirroh dan Rp. 1.000.000,- bagi ananda Nasywa. 

Menariknya, sepanjang majelis 5 juz berlangsung prosesnya didokumentasikan via live streaming di kanal youtube lembaga: Silakan saksikan bersama. Alhasil, dokumentasi tersebut dapat dijadikan sebagai media dakwah sekaligus promosi lembaga pendidikan yang ada. Baik dalam rangka menjaring murid baru atau pun mengajak publik untuk menjadi hufaz. 

Selepas majelis 5 juz usai, agenda disambung dengan haflah akhirussanah. Haflah berlangsung menjadi 2 sesi, yakni TKIT dan SDIT. Sesi pertama diikuti oleh 20 siswa TKIT. Prosesi haflah dimulai dengan mengalungkan gordon, menyematkan mahkota dan bermusyafahah. Tak lupa saat prosesi berlangsung cita-cita masing-masing siswa ditayangkan saat siswa yang bersangkutan dipanggil untuk menaiki panggung. 

Hal sama juga berlaku bagi seluruh siswa SDIT saat melangsungkan haflah. Perbedaan mendasar hanya saat prosesi simbolis: Pengalungan gordon, pemberian mahkota dan pemberian slempang tahfidz. Perbedaan mencolok lainnya terletak pada seragam yang digunakan dan cita-cita masing-masing siswa. 















Senin, 01 Juni 2026

Orang tua Pintar di Balik Layar

 

Dokpri flyer Halal Bi halal 1447 H

Tulungagung-Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an yang menaungi TKIT dan SDIT Baitul Qur'an sukses mengadakan acara Halal Bi Halal dan Parenting. Sabtu pekan kedua di bulan April, tepatnya 11 April 2026 menjadi saksi bisu hari bersejarah. Acara tersebut dihadiri langsung oleh deretan pengurus yayasan, dewan guru, komite dan wali santri.

Dua acara dalam satu paket agenda tersebut dihelat di aula utama SDIT Baitul Qur'an. Momentum itu kian hidup dengan menghadirkan Ustadz Khasi'in, M. Pd. selaku penyuluh agama KUA Kedungwaru sebagai narasumber parenting. Ada pun tajuk yang didedah dalam kesempatan kali ini yakni Orang tua Pintar di Balik Layar.

Sebelum menginjak kajian parenting, Dr. Nuryani, M. Pd. tampil memberikan sambutan dan ucapan halal bi halal mewakili yayasan dan segenap dewan guru. Perihal halal menghalalkan perkara kekhilafan, kesalahan dan dosa yang telah terjadi selama berinteraksi di lingkungan sekolah Baitul Qur'an sangatlah penting. Sangatlah penting karena menyangkut kemaslahatan bersama. 

Jika semua elemen sumber daya lembaga dan pemberi amanah telah saling rida dan mengikhlaskan proses kelangsungan pembelajaran pun kian nyaman. Nyaman berada di sekolah dan berinteraksi dalam transaksi ilmu pengetahuan, amal dan tindak tanduk kebajikan. Keadaan yang jauh dari tekanan dan merasa bersalah ini menjadikan guru mengajar dengan penuh riang dan penuh keikhlasan.

Menginjak acara inti, pemateri mengajak audens untuk berpikir mendalam sejenak tentang akar masalah mengapa pentingnya kita memilih sekolah islam di era digital yang kian carut-marut. Bersikap bebal dan masa bodoh dalam memanfaatkan kecanggihan digital adalah kesalahan besar. Oleh karena itu kita penting mengenal konsep pendidikan islam, fase pendidikan sesuai perkembangan anak, lingkungan dan tantangan zaman. 

Konsep pendidikan islam pada dasarnya menekankan keseimbangan antara ilmu dan amal; dunia dan akhirat; teori dan praktek kehidupan. Supaya kita mampu melakukan itu semua dalam prakteknya kita harus berpijak pada 3 pondasi utama: tauhid dan iman dicerminkan melalui doa, dzikir dan pengamatan alam semester sejak dini, uswah hasanah diproyeksikan melalui sikap anak sebagai peniru ulung orang tua dalam berprilaku dan beribadah, sedangkan yang terakhir pendidikan akhlak dan adab sebelum ilmu pengetahuan. 

Penegakan 3 pondasi tersebut tentu tidak sekaligus melainkan disesuaikan dengan tahapan pendidikan usia anak. Treatmen anak berusia dini, anak-anak, remaja dan dewasa dilakukan dengan pendekatan yang berbeda-beda. Misalnya jika pada usia dini 0-7 tahun pola pendekatan pendidikan sebaiknya penuh kasih sayang, mengenalkan dasar agama dan pembiasaan baik sedangkan pada usia remaja-dewasa pendekatan dialogis, musyawarah dan persahabatan harus dikedapankan. 

Kendari begitu keluarga menjadi kunci dalam keberhasilan penerapan proses pendidikan sesuai tahapan tersebut. Mengapa demikian? Sebab semuanya bermula dari rumah. Waktu keberadaan anak lebih banyak dihabiskan di rumah daripada di sekolah. Peran kedua orang tua yang utama sedangkan guru hanya pemegang amanah. Hanya anak yang dibesarkan dalam didikan keluarga menerapkan 3 pondasi yang mampu meniti jalan keseimbangan dan menundukkan tantangan zaman. 

Zaman dari waktu ke waktu terus berubah, tak terkecuali zaman teknologi digital yang kian mutakhir ini. Kian mutakhir berarti sama dengan kian berbeda pula cara dan pendekatan dalam hal mendidik anak. Terlebih kita tahu gangguan kesehatan mental seperti kecemasan, depresi, FOMO, cyberbullying, termakan hoaks, kecanduan dan penurunan produktivitas adalah dampak negatif yang benar-benar harus kita hadapi sekarang. 

Lantas apa yang harus dilakukan orang tua? Mengatur privasi ketat, membatasi penggunaan gadget, detoks medsos, memfilter konten, mengontrol aplikasi, mengontrol pertemanan di medsos, menyeimbangkan pendidikan anak, dan orang tua tidak memberi contoh buruk. 

Ada pun cara melakukan detoks medsos yakni dengan menghapus aplikasi media sosial yang toxic, menonaktifkan akun sementara waktu, batasi waktu penggunaan, unfollow/mute akun tertentu, mencari hobi yang berdampak positif dan mengedepankan murajaah hafalan yang sudah ada. 

Setelah kajian parenting selesai, seluruh tamu undangan bermusyafahah. Dilanjutkan dengan ramah-tamah yang terletak di teras ruangan TKIT Baitul Qur'an lawas. Semua tamu undangan melepas dahaga dengan menu yang telah dissediakan. 

Berikut beberapa dokumentasi acara halal bihalal dan parenting:





 

Selasa, 28 April 2026

Satu Dayung Dua Kegiatan Terlampaui

 

Dokpri kegiatan Pondok Ramadan 1447 H

Selain peresmian gedung baru TKIT Baitul Qur'an, di hari yang sama SDIT dan TKIT Baitul Qur'an bekerjasama menghelat iftar (berbuka puasa) bersama antara murid, wali siswa, dewan guru dan pengurus yayasan. 

Sebelum iftar, Syekh Abdurrahman Jaber mengisi kultum dengan tajuk hikmah menjadi penghafal Al-Qur'an. Kultum dilakukan setelah Syekh membubuhkan tanda tangan di prasasti peresmian gedung baru di batu marmer hitam. Kultum berlangsung kurang lebih selama 40 menit menjelang adzan Magrib. 

Adzan Magrib berkumandang, semua partisipan membatalkan puasa dengan kurma dan air putih yang telah dibagikan sebelumnya. Ohya, tamu undangan dan wali siswa telah mendapatkan jatah membatalkan puasa ketika mengisi absensi pesis di meja petugas di gerbang sekolah. 

Beberapa saat kemudian partisipan diarahkan untuk menunaikan salat Magrib berjamaah. Mengingat lokasi yang tidak memungkinkan, akhirnya salat dibagi menjadi dua tempat. Sebagian di aula gedung baru sedangkan  sebagian yang lain menegakkan salat di aula SD; tamu undangan dan siswa menunaikan salat Magrib di gedung baru sementara siswa-siswi dan dewan guru SD salat di aula SD. 

Selepas salat Magrib, semua partisipan diarahkan untuk menyantap makanan berat di lokasi yang telah disediakan panitia. Soto ayam dan es kuwut menjadi menu andalan di malam nan syahdu itu. Segenap wali siswa bergegas pulang setelah piringnya bersih. Kepulangannya beriringan dengan kepulangan siswa TK dan kelas bawah: 1-3. 

Di riuh kepulangan wali siswa dan siswa yang berbondong-bondong, terdapat beberapa tamu undangan dan wali siswa yang sengaja menyempatkan diri berswafaoto dengan Syek Abdurrahman Jaber. Begitu pun dengan dewan guru yang tidak mau kalah, posisi terbaik diambil, beberapa foto sempat terabadikan. 

Syekh Abdurrahman berpamitan menuju Pondok Modern Darul Hikmah untuk meneruskan langkah safari dakwah sedangkan dewan guru SD dan siswa kelas atas: 4-6 yang menginap di sekolah bersiap siaga untuk menunaikan salat Isya sekaligus salat taraweh. Menariknya, salat Isya berjamaah kala itu diimami oleh ananda Moh. Azam. Alumni SDIT Baitul Qur'an yang meneruskan ke Pondok Imam Syafii. Moh. Azam sendiri adalah putra kedua ketua yayasan, Ustadz Ali. 

Selepas salat sunah ba'diah Isya, salat taraweh ditunaikan dengan diimami oleh ustadz Fadil. Salat taraweh dikerjakan sejumlah 8 rakaat dan 3 rakaat salat witir. Jumlah rakaat ini sengaja dipilih guna menjaga kondusivitas dan konsentrasi siswa-siswi. Terlebih lagi, di malam hari masih ada rangkaian agenda lain yang harus dilakukan. 

Tadarus bersama dan muhasabah yaumiyah adalah agenda wajib selepas salat taraweh. Melalui tadarus bersama siswa-siswi didorong untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an. Caranya yakni dengan berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-Qur'an. Ada pun melalui muhasabah yaumiyah siswa-siswi diajak untuk merefleksikan diri atas rutinitas harian yang telah dilakukan, apakah sudah lebih baik dari hari kemarin atau sebaliknya. 

Malam semakin larut, akhirnya siswa-siswi diarahkan untuk beristirahat di ruangan masing-masing. Purta bermalam di aula SD sedangkan putri tidur di ruang kelas TK lawas. Semua siswa diawasi dengan ketat supaya mampu memejamkan mata lebih cepat mengingat esok hari harus bangun untuk menunaikan sahur. 

Pukul 03.30 WIB siswa menunaikan sahur bermenu lodho, kerupuk dan teh manis hangat. Sebagian di antara mereka matanya tampak masih memerah dan raut wajah yang masih diberbalut kantuk. Kendati begitu makan bersama-sama menjadikannya melahap nasi dengan bersemangat. Tak lupa selepas makan mereka dibimbing untuk menggosok gigi sekaligus mengambil wudhu untuk persiapan salat Subuh. 

Tak berselang lama waktu Subuh tiba. Seorang siswa ditunjuk untuk mengumandangkan adzan. Lantas para siswa diajak untuk menunaikan khobliyah Subuh. Subuh pagi itu diimami oleh ustadz Lazim. 

Tadarus pagi digalakan. Ustadzah Safina dkk membimbing kelangsungan tadarus. Tadarus berlangsung kurang lebih sampai pukul 05.30 WIB. Selanjutnya para siswa diarahkan untuk senam pagi. Pesan moral yang hendak ditegakkan adalah di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Mens sana in conpore sano, dalam satir penyair Romawi Jueval disebutkan demikian. 

Tak hanya fokus menyehatkan tubuh, tapi selepas senam para siswa juga diajak untuk mengamalkan hadits Ath-thahuru syathrul iman. Tubuh yang sehat tidaklah cukup berarti jika lingkungan sebagai tempat kita hidup kotor. Sebab sebaik-baiknya jasmani sehat ditopang dengan lingkungan yang sehat dan bersih. 

Demikian catatan dua agenda dalam satu momentum. Melalui iftar kita belajar banyak tentang memelihara arti penting ikatan kekeluargaan dan persaudaran, pentingnya guru dan wali siswa memiliki visi yang sama dalam mendidik anak serta tak ada kata terlambat dalam menanamkan satu kebaikan terhadap anak-anak kita. 

Ada pun dari kegiatan pondok Ramadan, para siswa diajarkan untuk memuliakan bulan Ramadan dengan menunaikan ibadah dan kegiatan yang positif. Kegiatan positif yang maksud yakni menolong sesama, berlomba-lomba dalam kebaikan dan utamanya membantu pekerjaan dan memuliakan orang tua.
 



Peresmian Gedung Baru TKIT Baitul Qur'an

 

Dokpri Flyer Iftar dan Peresmian Gedung Baru TKIT Baitul Qur'an

Menjelang penghujung Ramadan 1447 H yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an mendatangkan Syekh Abdurrahman Jaber (adik kandung alm. Syekh Ali Jaber) dalam rangka dua agenda: Kajian menjelang iftar dan peresmian gedung baru TKIT Baitul Qur'an. 

Kedatangan Syekh Abdurrahman Jaber ke kabupaten Tulungagung khususnya ke Baitul Qur'an tak lain salah satu dari rangkaian safari dakwah mencetak sejuta penghafal Al-Qur'an di berbagai pelosok negeri. Visi yang sama dengan ghiroh berdirinya Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an yang memiliki fokus mencetak generasi qur'ani. Hufaz namun mumpuni dalam berbagai bidang ilmu. 

Dokpri Ustadz Ali (ketua yayasan) menyambut kedatangan Syek Abdurrahman Jaber

Gedung baru TKIT Baitul Qur'an merupakan hibah dari dr. Rina. Kendati begitu proses finishing tetap dirampungkan dengan dana mandiri yayasan. Proses pembangunan gedung baru ini kurang lebih memakan waktu satu tahun hingga akhirnya siap pakai. 

Berbeda dengan gedung lama yang sangat sederhana gedung baru terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk tempat bermain anak-anak sedangkan lantai kedua berisikan tiga ruang kelas pembelajaran, ruang kantor dan dua kamar mandi.

Agenda peresmian gedung baru dihelat di ruang pembelajaran lantai dua yang belum tersekat. Acara ini dihadiri oleh segenap wali santri: Baik wali santri TKIT maupun SDIT Baitul Qur'an, pengurus yayasan dan tamu undangan pemangku kebijakan di wilayah Mangunsari, Kedungwaru. 

Alhamdulilah, acara terlaksana dengan khidmat dan lancar. Peresmian dilakukan sebelum kajian iftar. Peresmian ditandai dengan pembubuhan tanda tangan Syekh Abdurrahman Jaber di batu marmer hitam. Seperti biasa, tanda tangan tersebut akan diubah ke dalam bentuk ukiran. Selanjutnya batu marmer akan diletakan di tempat yang representatif: dapat diakses publik.

Dokpri Syekh Abdurrahman Jaber sedang membubuhkan tanda tangan

Besar harapan kami dengan diresmikannya gedung baru TKIT Baitul Qur'an ini kian menambah berkah, menambah kuantitas-kualitas kelurga besar (murid baru) TKIT dan SDIT Baitul Qur'an di tahun ajaran baru, dan dapat mengoptimalkan pelayanan terbaik dalam mendidik generasi emas dari waktu ke waktu. 

Kami sampaikan Jazakumullah khairon katsiron kepada seluruh donatur yang telah menghibahkan sebagian hartanya untuk kelangsungan pendidikan generasi qur'ani. Ada doa yang senantiasa kami langitkan, semoga rezekinya melimpah dan hidupnya penuh berkah. Amin ya robbal 'alamin. 

Berikut beberapa dokumentasi acara:

Syekh Abdurrahman menyapa para santri

Syekh Abdurrahman berjabatan tangan dengan ustadz Ali

Syekh Abdurrahman khidmat berdoa