Tampilkan postingan dengan label Jumat Berkah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jumat Berkah. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2022

Fiqih Remaja: Menjaga Kesucian Diri dengan Istinja

 

(Foto: Ustadz Ali sedang mengisi kelas Fiqih Remaja)

Jum'at (21/10/2022) SDIT Baitul Qur'an Tulungagung kembali menggelar kajian fiqih remaja. Kajian fiqih remaja adalah agenda rutin lembaga yang dihelat setiap dua Minggu sekali atau dua kali dalam sebulan. Kajian ini dikhususkan untuk siswa-siswi kelas 5 dan 6. 

Dalam pelaksanaannya kajian fiqih remaja dibagi menjadi dua kelas, yakni kelas putra dan putri. Kelas putra Istikamah dibimbing oleh ustadz M. Ali Said, S. Pd. Sedangkan kelas putri dibina langsung oleh ustadzah Binti Khomsatun, S. HI. 

Adapun materi yang didedahkan dalam kajian fiqih remaja meliputi tiga kategori, yakni bab Thoharoh, bab Ibadah dan bab adab seorang hamba. Muatan bab Thoharoh misalnya materi tentang baligh, haid (menstruasi), nifas, wudu, mandi wajib, air suci dan menyucikan, jenis-jenis air, tayamum, istinja, jenis najis dan lain sebagainya.

Kebetulan materi yang disampaikan oleh ustadz Ali (sapaan akrab) pada Jumat ketiga di bulan Oktober ini adalah tentang istinja. Apa itu Istinja? 

(Foto: Siswa kelas 5 dan 6 sedang mengikuti kelas fiqih remaja)

Dalam kitab Sullamu At-Taufiq Ila Mahabbatillah 'Ala At-Tahqiq karya Syaikh Sayyid Abdullah bin Husain bin Thahir disebutkan bahwa istinja adalah bersuci dari segala benda basah (najis) yang keluar dari dua jalan: qubul dan dubur kecuali air mani dengan menggunakan air atau benda kasar, padat dan suci serta tidak dimuliakan seperti roti. 

Lantas, bagaimana cara dan syarat-syarat untuk beristinja? Apakah sama seperti halnya bersuci menggunakan air pada umumnya?

Lebih lanjut Syaikh Sayyid Abdullah menyebutkan, bahwa beristinja yang baik yakni dengan cara mengusap tiga kali atau lebih tempatnya keluarnya najis sampai bersih. Dengan catatan najis itu tidak belepotan ke mana-mana atau berpindah pada banyak tempat dan keadaannya yang belum kering. Akan tetapi apabila syarat itu tidak terpenuhi maka harus tetap menggunakan air.

Lain halnya dengan pendapat Syaikh Salim bin 'Abdillah bin Sumair al-Hadhrami dalam kitab Safinatun Naja, menyebutkan ada 8 syarat diperbolehkannya beristinja dengan menggunakan benda kasar, padat dan suci (utamanya batu).

Secara rinci kedelapan syarat tersebut ialah sebagai berikut: 

1. Menggunakan 3 buah atau lembar.

2. Yang beristinja harus membersihkan tempat keluarnya najis

3. Najis yang keluar belum kering

4. Najisnya tidak belepotan ke mana-mana (berpindah tempat)

5. Najis tersebut tidak bercampur--atau kedatangan--dengan najis lain

6. Najis yang keluar tidak melewati tempat istinja: dubur dan hasyafah 

7. Najis tersebut tidak terkena air

8. Benda yang digunakan beristinja harus dalam keadaan suci

(Foto: Siswa kelas 5 dan 6 mengikuti kelas fiqih remaja tampak dari belakang)

Merujuk pada syarat-syarat istinja yang harus terpenuhi tersebut ustadz Ali menegaskan, bahwa terdapat 10 adab tatkala istinja. Kesepuluh adab tatkala istinja tersebut, yakni:

1. Tatkala buang hajat sebaiknya seseorang menutup dan menjauhkan diri dari orang-orang di sekitar 

2. Tidak membawa sesuatu yang bertuliskan nama Allah 

3. Membaca ta'awudz dan basmalah sebelum memasuki kakus

4. Tatkala memasuki kakus mendahulukan kaki kiri dan ketika keluar mendahulukan kaki kanan

5. Tidak menghadap ke arah kiblat atau membelakanginya

6. Dilarang berbicara terkecuali dalam keadaan darurat

7. Tidak buang hajat di jalan atau tempat bernaungnya manusia

8. Tidak buang hajat di air yang tergenang

9. Memperhatikan adab ketika beristinja: tidak menggunakan tangan kanan, menggunakan air atau benda suci sebanyak tiga buah dan memerciki kemaluan serta celana untuk menghilangkan was-was

10. Mengucapkan do'a setelah keluar dari kakus

Pengetahuan dasar mengenai istinja ini penting untuk dipahami, sebab berhubungan langsung dengan syarat sah tatkala kita hendak menunaikan ibadah. Selain menjaga kesehatan tubuh secara pribadi, bab Thoharoh juga berdampak pada kesehatan lingkungan dan menentukan tingkat ibadah kita dihadapan Allah SWT. 

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan imam Tirmidzi disebutkan, bahwa: "Sesungguhnya Allah SWT itu suci dan menyukai semua hal yang suci. Allah Maha Bersih dan menyukai kebersihan. Allah SWT Maha Mulia dan menyukai kemuliaan. Allah Maha Indah dan menyukai keindahan. Oleh sebab itu bersihkanlah tempat-tempatmu".

Hadits yang diriwayatkan imam Tirmidzi tersebut setidaknya mampu menjadi bahan evaluasi diri bagi masing-masing kita untuk senantiasa memelihara diri dalam keadaan yang suci. Sebab hanya orang-orang yang suci yang mampu taqarrub illah dan senantiasa mendapatkan lindungan dari-Nya. [Roni Ramlan]

Jangan lupa follow akun media sosial Baitul Qur'an yang lain:

FB: Lpit BaitulQur'an

Ig:  lpitbaitulquran

Yt: LPIT Baitul Qur'an Tulungagung

Jumat, 21 Oktober 2022

Komite SDIT Baitul Qur'an Tulungagung Menghelat Jum'at Berkah


(Foto: Komite SDIT Baitul Qur'an Tulungagung prepare untuk kegiatan Jumat Berkah)

Jum'at (21/10/2022) pengurus komite SDIT Baitul Qur'an Tulungagung menghelat kegiatan Jumat Berkah di jalan raya Abdul Fattah IV RT 05 RW 03 desa Mangunsari kecamatan Kedungwaru.

Jalan raya Abdul Fattah IV RT 05 RW 03 desa Mangunsari kecamatan Kedungwaru adalah akses utama menuju TK dan SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Lebih tepatnya, kegiatan ini dilakukan kurang lebih hanya berjarak 30 meter dari LPIT Baitul Qur'an Tulungagung.

Kegiatan Jumat Berkah ini fokus membagikan nasi kontak kepada pengguna jalan raya. Baik itu pengemudi kendaraan roda empat ataupun roda dua, utamanya bagi mereka yang berlalu lalang di sekitar depan gang lembaga sampai dengan perempatan jalan raya Abdul Fattah IV. Syukur alhamdulillah, tidak sampai 1 jam 50 box nasi kotak ludes dibagikan kepada publik.

(Foto: Contoh Nasi Kotak Jumat Berkah)

Kegiatan Jumat Berkah ini diinisiasi langsung oleh pengurus komite SDIT Baitul Qur'an Tulungagung. Kebetulan terdapat 5 orang komite--4 perempuan dan 1 laki-laki--yang terjun langsung ke lapangan. Tak ketinggalan, 2 orang dari pihak yayasan LPIT Baitul Qur'an Tulungagung turut serta dalam kegiatan Jumat Berkah ini.

Saking antusiasnya bahkan ada satu orang komite yang membagikan nasi kontak sembari menggendong buah hatinya. Seakan-akan beliau sedang mengajarkan kepada anaknya (termasuk kita semua) bagaimana cara bersedekah di hari yang mulia. Penghulu hari-hari lainnya yang kita sebut Sayyidul Ayyam. 

(Foto: Komite sedang membagikan nasi kotak kepada pengguna jalan)

Dalam hadits disebutkan, bahwa bersedekah di hari Jumat pagi dan hari-hari lainnya maka akan mendapatkan doa dari para malaikat. Abu Hurairah RA. berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, "Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak". Malaikat lain berdoa, "Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah", (HR. Bukhori dan Muslim).

Lebih jauh, keutamaan bersedekah di hari Jumat sebagaimana ditandaskan bahwa:

"Sedekah di hari Jumat pahalanya seperti sedekah di bulan Ramadan", Ibnu Qayyim Al Jauziyah.

Kegiatan Jumat Berkah ini setidaknya dapat menjadi suri tauladan faktual bagi para siswa-siswi LPIT Baitul Qur'an Tulungagung untuk senantiasa membiasakan berderma (menanamkan nilai-nilai keikhlasan dan membumikan sifat-sifat Ar-Rahman) dan berjiwa sosial. 

Harapan kedepannya melalui kegiatan ini, SDIT Baitul Qur'an Tulungagung tidak hanya melahirkan generasi Qur'ani yang cinta dan hafal Al-Qur'an (hafidz-hafidzah) melainkan juga mencetak rijjalul ghodhi yang memiliki kesalehan spiritual dan kesalehan sosial. Anak yang saleh dan suka berderma hanya akan terlahir dari keluarga yang Istikamah di jalan-Nya, menjalankan syari'at-Nya.[] (Roni Ramlan).



Jangan lupa untuk follow akun media sosial Baitul Qur'an yang lain:

FB: Lpit BaitulQur'an

Ig:  lpitbaitulquran

Yt: LPIT Baitul Qur'an Tulungagung