Tampilkan postingan dengan label HGN Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HGN Guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Desember 2024

Keseruan Lomba HGN SDIT Baitul Qur'an

 

Dokpri video peringatan HGN SDIT Baitul Qur'an

Tidak sekadar menghelat seremonial semata, HGN tahun pelajaran 2024/2025 berusaha memberikan nuansa yang berbeda dengan menghelat beberapa lomba. Lomba yang sengaja dirancang dan direncanakan untuk dewan guru dan para siswa. Khusus peringatan HGN, semua dewan guru dan para siswa intinya harus bahagia. 

Bahagia itu penting untuk kesehatan, sebab sepanjang hari guru harus menghadapi ragam karakter siswa di dalam kelas. Tanpa ada rasa bahagia seorang guru mungkin akan sedikit kesusahan dalam mengelola kelas sepanjang hari. Tanpa percikan bahagia di dalam diri secara personal guru akan susah membangun mood positif tatkala menyampaikan materi. 

Oleh sebab itu, memiliki rasa bahagia--sekecil apa pun--adalah kunci. Kunci untuk membangun hubungan emosial antara siswa dengan guru. Melalui hubungan emosional inilah seorang guru dapat memahami karakter siswa dengan baik. Begitu juga sebaliknya, siswa akan merasa memiliki ikatan batin dan kepercayaan yang kuat dengan guru manakala ia dapat dipahami dengan baik. 

Atas dasar itulah, miomentum HGN diproyeksikan dapat melupakan sejenak segala bentuk beban pikiran dan administrasi yang selama ini diasumsikan berat. Dihempaskan sejenak tanpa sisa. Biarkan dewan guru melukis senyum di wajah untuk beberapa saat. Mungkin senyum itu akan kian merekah manakala mereka mampu merenggangkan otot kaku dalam tubuhnya melalui perlombaan.

Ada empat perlombaan yang dapat merenggangkan otot kaku dewan guru. Keempat lomba tersebut, yakni makan kerupuk, estafet karet gelang, bulu tangkis dan tebak kata. Tanpa terkecuali, masing-masing guru dapat mengikuti semua lomba. Selebihnya hanya menyesuaikan saja, ada lomba individual dan pasangan. 

Lomba individual terdiri dari balap makan kerupuk dan estafet karet gelang. Sementara lomba bulu tangkis dan tebak kata merupakan lomba berpasangan. Lomba berpasangan diacak dengan cara mengambil nomor urut yang sama. 

Dalam perhelatannya, masing-masing lomba tersebut berlangsung sesuai rundown. Fromat perlombaan dilangsungkan dengan sistem gugur. Peserta yang kalah tersisih. Dimulai dari lomba balap makan kerupuk guru shalihah disambung dengan guru soleh. Berikutnya masing-masing pemenang mengikuti sesi semi final dan final. Sistem yang sama belaku juga untuk perhelatan lomba estafet karet gelang, bulu tangkis dan tebak kata.

Sementara dewan guru sibuk melangsungkan perlombaan, para siswa diarahkan untuk membuat kartu ucapan dua sisi. Satu sisi menuliskan ucapan selamat hari guru sedangkan sisi lain menampilkan karya berupa puisi atau pantun. Segala bentuk hiasan diperbolehkan. Setiap kelas diambil tiga pemenang. Wali kelas bertanggungjawab menilai hasil kartu ucapan yang telah terkumpul. 

Semua perlombaan telah usai. Pengumuman pemenang dilakukan di aula utama SDIT Baitul Qur'an. Sebelum pembagian hadiah, ada sesi menyaksikan lomba video antarguru. Lomba pembuatan short video itu ditujukan untuk kepentingan program penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2025/2026. Pemutaran video selesai. Kala itu Yayasan tampil sebagai penyerah hadiah. 

Sebagai penutup, tak lupa dewan guru juga sempat melakukan sesi tukar kado. Kado yang dibuat dengan bugdet kesepakatan bersama dan dibungkus dengan kertas warna yang sama diatur dengan nomor urut. Lantas, semua guru mengambil nomor acak yang dikocok melalui toples. 

Alhambulillah, peringatan HGN selesai. Harapan ke depannya, semoga terbentuk loyalitas guru, ikatan kekeluargaan di antara dewan guru, dan gelora semangat yang konsistensi di dalam diri seorang guru. Selebihnya, semoga kompetensi dan kapasitas guru SDIT Baitul Qur'an terus lebih baik dari waktu ke waktu.

Jika boleh jujur, secara pribadi penulis ingin mengatakan, bahwa peringatan HGN tahun ini benar-benar menjelma sebagai momentum menorehkan rekah senyum di wajah para siswa dan dewan guru. Selamat hari guru nasional! Teruntuk dewan guru Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an: Jasa dan pengabdianmu senantiasa dikenang. Semoga, lungguh, suguh dan gupuhmu di Baitul Qur'an menjadi lantaran amal terbaik menuju surga-Nya kelak! Amin.



Senin, 25 November 2024

Guru Bermutu Indonesia Maju

 

Dokpri: Momentum Apel HGN

SDIT Baitul Qur'an (25/11/2024) menghelat upacara peringatan Hari Guru Naional (HGN) ke-79. Upacara yang biasanya dipetugasi siswa-siswi khusus momentum HGN diambil alih oleh dewan guru. Masing-masing guru mengemban tugas sesuai peran dan fungsi.

Momentum ini setidaknya dapat menjadi penegas, contoh dan ajang pembuktian bahwa dewan guru multi talenta. Serba bisa tidak sekadar pintar mengarahkan telunjuk. Semua guru mampu menjadi petugas upacara. Apa pun peran dan fungsinya mampu diemban. Tanpa pandang bulu dan pilih-pilih semua peran bisa dijalankan dengan baik. 

Dalam amanat yang disampaikan, dengan mengusung judul Guru Bermutu Indonesia Maju, ustadz Roni selaku kepala sekolah SDIT Baitul Qur'an menegaskan bahwa, dari sekian banyak ciri setidaknya ada tiga ciri guru bermutu. Apa sajakah tiga ciri tersebut?

Pertama, guru bermutu senantiasa menjadi teladan. Sebagaimana istilah guru itu sendiri yang berarti digugu dan ditiru seorang guru harus mampu menjadi teladan dalam berbagai kondisi dan keadaan. Baik dalam perkataan, tindak-tanduk mau pun keputusan. Hal itu berlaku di lingkungan sekolah ataupun tatkala berinteraksi sosial di masyarakat. 

Yang demikian penting untuk digalakan, mengingat siswa yang notabene anak-anak adalah peniru ulung. Rumus utamanya, lembaga tidak mungkin dapat mencetak generasi yang memiliki akhlakul karimah jika tidak ada contoh konkret di lingkungan ia tumbuh-kembang. Maka, sebagai sosok terdekat dengan siswa selama di lingkungan sekolah, guru wajib menebar keteladanan. 

Upaya menebar keteladanan tersebut di lain pihak dimaknai sebagai bentuk implementasi dari keimanan kita terhadap utusan Allah, Nabi Muhammad SAW. Warrosatul Anbiyya. Sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-Ahzab ayat 21: 

Yang artinya: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang (mengharap) rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."

Terkait hal ini dalam hadits juga ditegaskan:

 إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَکَارِمَ الْاَخْلَاق‏ 

Artinya: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak (dan mengajarkannya)."

Kedua, guru bermutu selalu kreatif dan inovatif. Guru hakikatnya tulang punggung peradaban, agen perubahan masa depan dan jembatan tertanamnya wawasan pengetahuan. Status itu menempatkan guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu. Tak terkecuali adaptatif dengan berbagai kemajuan zaman. 

Pesatnya teknologi yang kian mutakhir adalah tantangan, kesempatan sekaligus asistensi yang memudahkan berbagai tupoksi profesi pekerjaan. Guru yang pandai akan memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai media pengembangan dan peningkatan skill diri. Data yang melimpah dan inovasi yang tertuang di media sosial digital akan diserap, dipahami dan diolah kembali menjadi bahan untuk  menciptakan dimensi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. 

Berbeda halnya dengan guru yang gagal paham teknologi (gaptek) atau anti teknologi dapat dipastikan hanya menggunakan pendekatan, metode dan media yang monoton. Tidak ada upaya pengembangan skills dan kapasitas diri karena merasa sudah bisa dan pintar. Dua sikap purba yang menegaskan dirinya sombong dan tidak ingin maju. Sikap kemerasaan ini tentu menjadikannya guru yang membosankan, kurang kreatif dan tidak memiliki terobosan baru untuk mengelola kelas yang interaktif dan menarik. 

Hanya guru-guru yang mau terus belajar dan medudukan diri sebagai pembelajar sejati yang akan terus maju dan berkembang. Guru kreatif dan inovatif akan senantiasa menggaungkan materi sesuai dengan kebutuhan zamannya. Hal ini sebagaimana pesan Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah: "Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya." 

Semangat untuk terus berkreativitas dan berinovasi seorang guru ini sejatinya bentuk pengalaman dari hadits: "Mencari ilmu itu mulai dari lahir sampai dengan ke liang lahat." Seorang muslim memiliki kewajiban untuk terus belajar sepanjang hidupnya tanpa terkecuali. Jika seorang muslim merasa pintar dan enggak untuk mau belajar sesungguhnya ia telah bodoh saat itu juga.

Ketiga, guru bermutu memiliki sikap profetis. Profetis dalam konteks ini guru selalu meneladani sikap-sikap yang ada dalam diri seorang nabi dan rasul. Sikap keteladanan tersebut yakni Sidiq, amanah, tabligh dan fatonah. 

Guru harus memiliki kejujuran. Jujur dalam hati-pikiran, jujur dalam perkataan dan jujur dalam tindakan serta jujur dalam mengambil keputusan. Kedisiplinan adalah salah bentuk implementasi jujur dalam tindakan atas peran dan tupoksi yang diemban. Sedangkan memberi nilai yang objektif terhadap seluruh siswa tatkala ujian sekolah selesai adalah jujur dalam mengambil keputusan. 

Sikap amanah seorang guru adalah manakala ia mampu tanggungjawab terhadap kepercayaan yang diberikan atasan. Tanggung jawab dalam: Mendidik siswa, mengelola kelas, dan mencukupi proses pembelajaran dengan baik selama berada di sekolah. Hanya dengan jalan tersebut seorang guru mampu menjalankan tupoksinya dengan baik.

Menyampaikan pengetahuan secara lugas dan detail tanpa menyembunyikan sedikit pun ilmu pengetahuan adalah bentuk pengamalan dari sikap tabligh. Hal ini tidak lain bentuk kesadaran bahwa seroang guru juga merupakan pendakwah. Dakwah bil lisan ataupun dakwah bil qolam. Perbedaannya jika guru hanya melakukan dakwah bil lisan bisa saja apa yang dikatakan, disampaikan dan dinasehatkan kepada para siswa masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Hanya diingat dalam waktu yang terbatas. Selebihnya dilupakan.

Sementara jika seorang guru melakukan dakwah bil qolam, seluruh gagasan, pemikiran, ilmu pengetahuan dan berbagai bentuk kebaikan dituangkan dalam bentuk karya tulis akan lebih langgeng. Selama karya tulisnya dapat dibaca oleh khalayak umum jariyahnya akan mengalir kepada penulis. Perubahan-perubahan itu akan terus terjadi meski penulisnya sudah tidak lagi menginjak bumi. 

Begitu halnya dengan guru yang mengamalkan sikap fatonah ia akan terus introspeksi diri dan adaptatif demi kebaikan dirinya dan siswa yang dididiknya. Guru yang memiliki sikap fatonah senantiasa mengambil keputusan, pendekatan dan metode yang tepat untuk memaksimalkan pencapaian prestasi para siswa. 

Berikut ini beberapa dokumentasi peringatan HGB SDIT Baitul Qur'an: