Tampilkan postingan dengan label Apel Pagi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Apel Pagi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2024

Prestasi Gemilang Kembali Ditorehkan Ananda Rahman

 

Dokpri: Flayer ucapan selamat atas prestasi Ananda Rahman


Senin (19/7/2024) pekan keempat Agustus SDIT Baitul Qur'an berpartisipasi mengikuti lomba Pildacil dalam semarak PHBN RI ke-79 sekecamatan Kedungwaru. Dalam kesempatan ini lembaga memberikan kepercayaan penuh kepada Ananda Muhammad Noor Rahmansyah Sayuti dan Ananda Nabila Syifa' Fauziah sebagai perwakilan lembaga. 

Ananda Rahman mewakili kategori Pildacil Pa, sedangkan Ananda Nabila sebagai perwakilan kategori Pildacil Pi. Sejauh ini, keduanya memang menjadi andalan lembaga dalam setiap ajang perhelatan lomba pidato. 

Bertempat di SDN Loderesan, Alhamdulillah, keduanya tampil lancar sesuai latihan dan ekspektasi. Meski sempat gerogi karena mendapat bagian tampil pertama, namun ananda hafal setiap ceruk naskah pidato dengan lanyah. 

Berbekal pengalaman yang ada, percaya diri, penuh ketenangan dan tawakal ananda berhasil tampil menghipnotis--memukau karena racikan gestur dan intonasi suara yang pas--para dewan juri dan peserta lain. 

Dokpri: Ananda tampil saat lomba

Terkhusus bagi ananda Rahman ini adalah kali kedua berpartisipasi dalam lomba Pildacil di tingkat kecamatan Kedungwaru. Tahun lalu, ananda Rahman sebagai peserta termuda--karena masih duduk di bangku kelas 1--telah sukses menyabet juara 3. 

Ternyata prestasi yang sama kembali ditorehkan pada perhelatan lomba tahun ini. Ananda Rahman kembali menempati juara 3. Prestasi yang harus kita syukuri bersama. Dengan sikap yang tidak cepat puas, tentu kita berharap prestasi ini mampu ditingkat lebih baik lagi di kesempatan yang akan datang. 

Selamat Ananda Rahman.

 

Dokpri: Ananda Rahman menerima reward dari Yayasan

Senin, 09 Januari 2023

Adab Pelajar di Dalam Kelas

 

(Keterangan foto: Ustadzah Asna sedang menyampaikan amanat)

"Al adaabu fauqol ilmu"

Minggu kedua masuk sekolah, Senin (09/01/2023) SDIT Baitul Qur'an Tulungagung kembali menghelat upacara bendera. Adapun yang menjadi pembina upacara bendera kali ini adalah ustadzah Asna Silvia Febriana, M. Pd. (selanjutnya disebut ustadzah Asna). Satu-satunya guru  mata pelajaran bahasa Inggris yang dimiliki lembaga.

Pada kesempatan sesi amanat upacara bendera ini beliau mengusung topik pembahasan mengenai Adab di Dalam Kelas. Menurut beliau terdapat delapan adab yang harus dimiliki oleh seorang pelajar tatkala berada di dalam kelas. Kedelapan adab tersebut ialah sebagai berikut.

Niat karena Allah SWT

Seorang pelajar alangkah baiknya memiliki niat yang tulus dalam thalabul 'ilmi di sekolah. Niat itu harus terpancangkan kuat di dalam hati semenjak ia hendak berangkat ke sekolah. Mengapa demikian? Sebab niat yang terhujam di dalam diri masing-masing pelajar akan berpengaruh pada capaian dan hasil dari proses pembelajaran selama di sekolah. 

Seorang pelajar yang semenjak dari rumah memiliki niat untuk bermain tatkala di sekolah tentu tidak akan mencapai hasil yang maksimal dalam proses pembelajarannya. Begitupun sebaliknya, seorang pelajar yang memiliki niatan tulus dan lurus mencari ilmu tatkala di sekolah maka insyaallah akan menengguk nikmatnya ilmu yang diraihnya. 

Hal itu menegaskan bahwa niat memiliki posisi yang fundamental dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh seorang pelajar. Kadaritas niat yang benar-benar tulus, lurus dan mantap berjuang di jalan Allah--dalam konteks ini mencari ilmu pengetahuan sekaligus menggugurkan kewajiban sebagai seorang hamba--hanya karena Allah SWT yang menjadikan seorang pelajar akan tetap istikamah.

Berdoa sebelum belajar

Hal penting kedua yang perlu diperhatikan oleh seorang pelajar tatkala mencari ilmu adalah berdoa sebelum belajar. Berdoa sebelum belajar dapat diartikan sebagai prepare--secara fisik dan psikis; raga dan jiwa--untuk memasuki gerbang ilmu. Melalui berdo'a kita berharap akan dimudahkan dalam proses dan mencapai hasil yang maksimal.

Dalam prakteknya, Alhamdulillah, selama ini setiap jenjang kelas yang ada di SDIT Baitul Qur'an Tulungagung sudah terbiasa memanjatkan doa sebelum belajar. Bahkan, pembiasan berdoa sebelum belajar itu digenapkan pula dengan budaya salat duha, Tahfidzul Qur'an dan salat duhur berjamaah di sekolah. 

Mendengarkan apa yang dikatakan oleh guru dengan sungguh-sungguh

Ketiga, adab yang harus dimiliki oleh seorang pelajar tatkala di dalam kelas adalah mendengarkan seluruh materi yang disampaikan oleh guru dengan bersungguh-sungguh. Hal ini penting dilakukan, mengingat tersampaikan, dipahami dan diamalkan terhadap materi  tertentu salah satunya sangat bergantung pada bagaimana gaya seorang pelajar mendengarkan materi. 

Seorang pelajar yang tidak fokus dan konsentrasi tatkala guru menyampaikan materi tentu pemahamannya terhadap materi tidak akan utuh dan sempurna: mengalami distorsi, reduksi dan disorientasi. Alhasil pelajar yang bersangkutan akan mengalami kesulitan tatkala diinstruksikan untuk menerangkan ulang terkait materi yang telah disampaikan, mengerjakan soal hingga kebingungan tatkala dihadapkan dengan ujian.

Sebaliknya, pelajar yang sungguh-sungguh mendengarkan materi ia akan dengan mudah memahami, mengerjakan soal hingga mengaplikasikannya sesuai dengan tuntutan keadaan yang sedang dihadapi. Bukankah menjadi seorang pelajar yang penuh antusias dan sungguh-sungguh dalam mendengarkan materi itu lebih baik?

Menjaga Kebersihan kelas

Dalam sebuah hadits disebutkan, "Athahuru sathrul minal ima" (kebersihan itu sebagian dari iman). Hadits tersebut mengingatkan kita semua--selaku umat Islam--bahwa agama Islam memerintahkan kita untuk senantiasa menjaga kebersihan. Baik itu kebersihan diri, batin hingga lingkungan. 

Tak terkecuali, hal yang sama berlaku pula untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar di mana seorang pelajar menuntut ilmu, sekolah. Lebih tepatnya kelas. Pada dasarnya lingkungan sekolah adalah tanggung jawab seluruh sumber daya manusia lembaga yang ada akan tetapi hal itu akan menjadi ringan manakala sekolah memiliki staf kebersihan lingkungan sendiri. 

Kendati demikian, sebagai upaya mendisiplinkan dan melatih sikap tanggung jawab yang terbenam di dalam diri masing-masing pelajar maka kebersihan kelas diamanahkan kepada mereka. Atas dasar demikian itu pula maka hadir jadwal piket dan struktur perangkat kelas. 

Kehadiran jadwal piket itu menandakan bahwa kenyamanan lingkungan kelas sangat dipengaruhi tanggung jawab dan kedisiplinan siswa-siswi. Menghelat kegiatan pembelajaran dengan keadaan kelas yang bersih, rapih dan nyaman tentu aka memiliki proses dan hasil yang berbeda dengan keadaan kelas yang kotor, semrawut dan sistem pencahayaan yang buruk.

Tidak sedikit siswa-siswi yang berprestasi muncul dan berkembang dari lingkungan sekitar yang mendukung. Baik itu secara sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta kebersihan lingkungan sekitar sekolah yang terdisiplinkan. Bukankah mata dan diri kita akan sangat nyaman manakala belajar di tempat yang indah, nyaman dan bersih?

Izin ketika ada kepentingan untuk keluar kelas

Selanjutnya, poin penting yang perlu diperhatikan seorang pelajar di dalam kelas adalah membudayakan izin terlebih dahulu tatkala ada kepentingan keluar kelas yang mendesak. Kepentingan keluar kelas yang mendesak di sini dapat diartikan sebagai kebutuhan primer secara personal. Misalnya saja kebutuhan kebelet buang air kecil dan besar, hendak buang angin, membasuh hidung yang tersumbat karena flu serta lain sebagainya.

Membudayakan izin tatkala ada kepentingan pribadi ini penting dilakukan sebab dampaknya juga berkaitan langsung dengan kenyamanan lingkungan kelas. Seorang pelajar mana mungkin akan mampu berkonsentrasi penuh mengikuti pembelajaran sedangkan dirinya menahan rasa ingin buang air kecil. 

Bentuk kalimat izin karena kepentingan pribadi ini bervariatif, tergantung dengan mata pelajaran apa yang sedang dihelat. Misalnya saja kita hendak izin ke kamar mandi tatkala pembelajaran bahasa Inggris tentu akan elok jika seorang pelajar izin dengan menggunakan bahasa Inggris. Begitupun seterusnya.

Yang terpenting dalam persoalan meminta izin ini harus memuat unsur: Sopan santun, bahasa baku, dan kontekstual. Tidak elok pula jika seorang pelajar meminta izin ke kamar mandi untuk buang air kecil namun faktanya ia malah pergi ke kantin sekolah atau justru malah bermain-main dengan temannya. Tak baik pula, jika seorang pelajar yang berkepentingan keluar kelas karena hajat tertentu namun ia main selonong begitu saja. 

Jangan membuat gaduh (mengajak teman-temannya untuk gaduh)

Tatkala seorang pelajar mengikuti pembelajaran atau pun ada di dalam kelas alangkah baiknya ia tidak membuat gaduh. Baik itu kegaduhan yang ditimbulkan dengan maksud menghibur diri atau secara sengaja (terang-terangan) mengajak teman-temannya untuk gaduh. Tentu saja tindakan itu tidak elok, sebab kebisingan yang ditimbulkan dapat memecah tingkat konsentrasi dan fokus siswa-siswi lain dalam mengikuti proses pembelajaran. 

Proses pembelajaran yang diwarnai dengan kegaduhan tentu tidak akan maksimal dan efektif. Terlebih-lebih kegaduhan itu dapat menyulut emosi dan ketegangan otot penghuni semua jenjang kelas yang ada di sekolah yang bersangkutan. 

Jangan mudah putus asa 

Salah satu budaya yang berlaku di sekolah adalah pelajar alergi terhadap beberapa mata pelajaran yang dipandang sulit. Misalnya kasus yang banyak ditemukan di SDIT Baitul Qur'an Tulungagung dan lainnya, secara general mayoritas pelajar tampaknya sepakat memandang mata pelajaran matematika, bahasa Inggris, bahasa Jawa tergolong mata pelajaran yang sukar dipahami.

Alasan itu pula yang kemudian kerap menjadi batu sandungan mengapa pelajar kerap berputus asa sebelum benar-benar mencicipi materi pelajaran yang diajarkan. Kendati demikian saya kira itu bukanlah satu alasan yang statis atau pun gunungan es yang tak bisa mencair, sebab kesukaran itu dapat dipecahkan manakala sedari awal: persepsi, antusias dan keyakinan pelajar  senantiasa dikondisikan positif thinking sekaligus dimotivasi bahwa mata pelajaran itu mudah. 

Jika pun suatu materi pelajaran sedikit sukar untuk dipahami dan dimengerti melalui cara tertentu, maka seorang guru yang kreatif dan inovatif dapat mengajarkan materi pelajaran melalui pendekatan dan metode yang lebih efektif. Di samping itu, pelajar juga dituntut aktif bertanya tatkala menemukan materi yang sungkar dipahami. Upaya-upaya tersebut penting dilakukan untuk menunjang sinerginya pemahaman atas materi.

Berdoa ketika selesai belajar

Sebagai pamungkas dari proses pembelajaran, tak lupa selaiknya seorang pelajar juga harus menutupnya dengan rapalan do'a. Jika di awal pembelajaran pelajar menjadikan doa untuk membukakan pintu pemahaman atas ilmu yang dipelajari, maka doa yang dipanjatkan setelah proses pembelajaran bertujuan memohon pertolongan dan perlindungan Allah SWT atas ilmu yang telah terpahami. 

Melalui doa penutup pembelajaran, sesungguhnya kita sedang menitipkan pemahaman atas ilmu dan berharap pemilik samudera ilmu senantiasa menjaga keutuhan keterpahaman dalam ingatan dan hati nurani yang terpancangkan.[] (Roni Ramlan)

Minggu, 01 Januari 2023

Pentingnya Meluruskan Niat Sebelum Melakukan Satu Perkara

 

(Foto: Ustadzah Balqis sedang menyampaikan motivasi pagi)

"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga", (HR. Muslim)

Senin (02/01/2023) SDIT Baitul Qur'an Tulungagung kembali menghelat apel pagi sebagai kegiatan perdana di semester genap tahun akademik 2022/2023. Pada apel perdana ini ustadzah Balqis Jazillatul Habib (selaku guru Tahfidzul Qur'an yang selanjutnya dipanggil Balqis) tampil sebagai motivator dan fasilitator dalam apel ini.

Apel pagi ini diluar sekema awal yang menginisiasi pembukaan semester genap dengan menghelat upacara bendera. Akan tetapi karena cuaca tidak mendukung, yang sedari Subuh mendung bahkan di beberapa wilayah kecamatan Kedungwaru telah mengalami hujan deras maka rencana upacara bendera pun diurungkan.

Karena terkendala cuaca hujan ini pula tidak sedikit siswa-siswi dan dewan asatidz yang izin datang terlambat, bahkan ada pula siswa-siswi yang izin tidak bisa masuk. Entah itu izin karena sakit, terkendala acara keluarga dan lain sebagainya. Ironisnya, ketidakhadiran siswa-siswi itu terjadi secara merata, hampir ada di semua jenjang kelas.

Kendati demikian, fakta itu tidak menyurutkan niat semua elemen yang hadir pada pagi ini di sekolah untuk tetap menghelat apel pagi. Apel pagi di hari perdana masuk sekolah setelah libur panjang semester ganjil ini penting untuk dilakukan mengingat percaturannya sebagai gerbang yang akan menentukan semangat, motivasi dan kedisiplinan belajar siswa-siswi ke depannya.

Titik tekan itu pula yang kemudian menjadi pembahasan ustadzah Balqis dalam menyampaikan motivasi paginya. Ustadzah Balqis menegaskan bahwa memiliki niat sebelum memulai suatu perkara itu penting. Tak terkecuali niat yang lurus, tulus dan semata-mata mengharapkan rida Allah SWT akan memengaruhi proses dan capaian suatu perkara yang akan dikerjakan tersebut. Utamanya niat yang harus dimiliki oleh seorang pelajar tatkala menuntut ilmu.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah disebutkan:

"Dari Abi Darda r.a. berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Bagi siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan jalannya ke surga. Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya (memayungkan sayapnya) kepada penuntut ilmu karena senang (rela) dengan yang ia tuntut." 

Dari hadits tersebut kita semua menjadi tahu bahwa Islam mengajarkan (mewajibkan) seluruh umatnya untuk menuntut ilmu yang tidak terbatas. Kapan dan dimana pun. Satu keharusan yang dilakukan seluruh umat manusia mulai sejak lahir hingga tutup usia. Atas dasar itu pula maka tidak heran jika kemudian manusia dilekatkan dengan titel mahalul khatha' wa nisyan. Makhluk yang tidak pernah luput dari kesalahan dan lupa. 

Titel itu menegaskan bahwa manusia senantiasa berada pada tahapan peran "pembelajaran sejati". Maka dapat dikatakan wajar jika kemudian dalam tindak-tanduknya selalu tidak sempurna. Selaiknya anak kecil yang sedang belajar berjalan dengan tertatih, maka ia akan banyak terjatuh namun terus bangkit dan mencoba lagi. 

Begitupun penuntut ilmu, mungkin di hadapannya akan banyak rintangan yang menghalaunya dan terkadang membuatnya putus asa, akan tetapi jangan sampai yang demikian menjadikannya pantang arah dalam mewujudkan niat dan tekad kebaikannya. 

Bukankah dalam surat Al Insyirah Allah SWT telah mengingatkan umatnya, bahwa setelah kesulitan terdapat kemudahan. Di balik kemusykilan suatu persoalan senantiasa tersodor jalan keluar terbaik yang mencerahkan. 

Begitupun posisi penuntut ilmu, jika sebelumnya ia akan mengalami kegelapan, kekacaubalauan dan gelisah tatkala menatap setumpuk masalah dalam hidup, maka dengan ilmu yang mempelajari dan dipahami ia akan menjadi lentera penerang jalan menuju kebenaran yang membuatnya hidupnya sakinah.

Berlambar pada pandangan itu pula maka selaiknya seorang pelajar meluruskan niatnya dalam menuntut ilmu sehingga rasa ikhlas duduk (bersemayam kuat) di dalam hatinya. Tanpa upaya itu, bisa jadi niatnya akan goyah dan terkoyak oleh segala hal khas yang berbau hawa nafsunya. Alhasil, seluruh amal perbuatannya akan sia-sia belaka. 

Jangan sampai terhujam di dalam hati seorang penuntut ilmu tatkala berangkat ke sekolah sekadar untuk bermain, hiha hihi (ngobrol ngalor-ngidul dengan teman) dan semata-mata mendapatkan uang saku untuk jajan di kantin ketika waktu istirahat tiba. Terlebih-lebih berangkat ke sekolah hanya untuk asyik bermain lato-lato. Permainan yang booming akhir-akhir ini.

Tentunya seorang penuntut ilmu telah dzolim sekaligus mencederai peran dan status "pelajar" jika kemudian ia tidak menempatkan sesuatu hal tidak sesuai dengan tujuan pokok dan fungsi dari lembaga pendidikan yang menuntutnya untuk fokus menengguk ilmu. 

Sebagai pamungkas, ustadzah Balqis membakar semangat seluruh peserta apel pagi dengan memekikkan sepenggal dua penggal kalimat motivasi belajar. Tidak ketinggalan, beliau memberikan peringatan kepada seluruh siswa-siswi bahwa siapa pun yang kedapatan membawa dan memainkan lato-lato ataupun permainan lainnya di lingkungan sekitar sekolah maka akan permainannya dirampas dan ia mendapatkan sanksi. 

Bukankah menjadi siswa-siswi yang disiplin dan bertanggung jawab itu lebih baik? Oleh karena itu mari menjadi pembelajar sejati yang beretika, merawat kesadaran dan kerapkali membelalakkan kedua mata.[] (Roni Ramlan)


Rabu, 09 November 2022

Resep Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW

(Foto: Ustadzah Lina sedang menyampaikan amanat)

"Pagi-pagilah dalam mencari rezeki dan kebutuhan-kebutuhan karena halitu adalah berkah dan kesuksesan", (HR. Imam Thabrani)

Senin (31/10/2022) SDIT Baitul Qur'an Tulungagung kembali memulai rutinitas KBM dengan menghelat upacara bendera di halaman sekolah. Adapun yang menjadi protokol upacara bendera adalah kolaborasi antara siswa-siswi kelas 5 dan 6.

Ustadzah Lina Mar'atus Sholih--yang merupakan salah satu guru Tahfidzul Qur'an--tampil sebagai penyampai amanat pada upacara bendera di penghujung bulan Oktober tahun ini. Ustadzah Lina (sapaan akrab) menyampaikan amanat dengan tajuk Hidup Sehat Ala Nabi Muhammad SAW.

Menurut beliau, dari sekian banyak resep hidup sehat ala Nabi Muhammad SAW terdapat tiga resep utama dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita sebagai umatnya. Ketiga resep utama hidup sehat ala nabi Muhammad SAW tersebut, yakni bangun lebih awal (sebelum subuh), makan tidak berlebihan dan tidak iri dan dengki.

Pertama, bangun tidur lebih awal (sebelum Subuh)

Rasulullah SAW senantiasa bangun tidur sebelum subuh. Lantas mengambil wudhu, mendirikan salat dan mujahadah kepada Allah SWT. Kebiasaan bangun tidur lebih awal yang dipraktekkan oleh Rasulullah SAW tersebut pada kenyataannya memiliki banyak manfaat. 

Pertanyaan mendasarnya, apa saja manfaat yang akan dituai manakala kita bangun tidur lebih awal?

Terdapat 12 manfaat yang akan kita tuai manakala bangun tidur lebih awal. Kelima belas manfaat tersebut berkorelasi dengan rutinitas, kesehatan tubuh dan mental serta capai-capaian yang memengaruhi kualitas sekaligus aktualisasi diri kita masing-masing.

1. Lebih siap menyongsong aktivitas 

Orang yang bangun tidur lebih awal pada dasarnya memiliki banyak waktu mempersiapkan segala sesuatu untuk menyongsong aktivitas yang akan dijalaninya. Sehingga rutinitas sehari-hari yang akan datang dapat dikerjakan secara optimal dan lebih terencana.

2. Menjadikan orang lebih sukses 

Selain lebih prepare dalam menyongsong aktivitas yang akan dijalankan, orang yang bangun tidur lebih awal juga memiliki kesempatan lebih banyak untuk mempelajari dan memahami segala sesuatu yang ia sukai sehingga mampu melejitkan kapasitas dan kualitas kemampuan pribadi orang yang bersangkutan.

Di saat khalayak umum masih berkelana di pulau kapuk, justru ia sudah melangkah lebih cepat dari yang lain. Beberapa pengetahuan dan rencana positif telah menjadi energi yang digenggam sekaligus bekal yang cukup untuk menjalankan seluruh aktivitas dalam kehidupannya.

3. Membangun suasana hati yang lebih bahagia

Pada kenyataannya orang yang bangun tidur lebih awal memiliki banyak kesempatan untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kondisi mood serta suasana hati sebelum melakukan aktivitas fisik. Mengawali hari dengan manajemen waktu yang baik dan tidak tergesa-gesa menjadi kunci utamanya. 

Berbeda halnya tatkala kita bangun kesiangan, maka yang terjadi di dalam diri kita masing-masing adalah terburu-buru, agenda kegiatan yang akan dijalankan menjadi runyam, dan sulit untuk mengatur waktu menjadi masalah krusial yang kemudian mengusik suasana hati dan mood. 

4. Memiliki tubuh yang bugar dan sehat 

Bangun tidur lebih awal juga memberikan kesempatan kepada tubuh kita untuk membentuk pola hidup yang lebih sehat. Hal itu dikarenakan seseorang yang bangun lebih pagi dapat menghirup udara segar di sekitarnya. Sirkulasi oksigen sehat itu lantas membuat tubuh kita lebih rileks dan bersemangat dalam menyongsong aktivitas. 

Selain itu, dengan bangun tidur lebih awal secara tidak sadar kita juga memiliki kesempatan untuk melakukan olahraga pagi. Baik itu olahraga ringan, peregangan atau sekadar pemanasan. Kendati demikian, jika aktivitas olahraga pagi ini dilakukan secara rutin tentu saja akan sangat berdampak positif pada kesehatan dan kebugaran tubuh kita. 

Dampak positif dari olahraga pagi itu akan kita rasakan maksimal manakala waktu tidur kita sudah cukup. Sementara jika kita melakukan olahraga pagi tanpa tidak berlandaskan waktu tidur yang cukup maka dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan tubuh. 

5. Menjadi lebih produktif

Produktivitas kerja seseorang sesungguhnya dipengaruhi pula oleh efektivitas waktu istirahat dan pola tidur yang porposional. Tatkala seseorang memiliki rutinitas bangun tidur lebih awal, maka secara otomatis orang yang bersangkutan memiliki ritme kerja yang  dapat diandalkan. Tepatnya lebih baik jika dibandingkan dengan mereka yang memiliki kebiasaan bangun tidur kesiangan.

Bangun tidur kesiangan tentu memengaruhi ritme kerja ini pula yang kemudian menentukan produktivitas, kualitas dan capaian kinerja yang dilakukan seseorang. 

6. Menjadikan mental lebih sehat dan positif

Tidak hanya kesehatan tubuh yang akan terjaga, bangun tidur lebih awal pada kenyataannya juga akan menjadikan mental kita lebih sehat dan positif. Kenapa demikian? Sebab tatkala kita terbiasa bangun lebih awal, mental kita akan lebih tertata rapi, siap dan tidak syok dalam menghadapi rutinitas sehari-hari yang akan dijalankan. 

Lain halnya manakala kita bangun tidur kesiangan, maka yang terjadi adalah mentalitas kita akan terguncang hebat dan diserang habis-habisan oleh tindakan kita yang tergesa-gesa dalam mengejar waktu dan rutinitas yang telah teragendakan. Sebagai dampaknya, apa yang kita kerjakan tidak akan maksimal. Sementara mental kita merasa tidak nyaman dan "ngos-ngosan" karena efek kejut yang mendadak.

7. Lebih aktif saat berkegiatan

Setelah istirahat yang cukup dan bangun tidur lebih awal maka secara otomatis seseorang akan menjadi lebih bersemangat dalam menjalani aktivitas seharian. Yang demikian terjadi tidak lain karena energi yang dimiliki oleh tubuh orang yang bersangkutan telah pulih dan kembali prima.

Atas dasar itu pula maka tidaklah heran jika kemudian orang yang bangun tidur lebih awal akan lebih aktif, tidak mudah lesu dan letih dibandingkan mereka yang bangun tidur kesiangan. 

8. Memiliki potensi berprestasi lebih besar

Tidak sedikit orang-orang besar, berprestasi dan sukses memiliki kebiasaan bangun tidur lebih awal. Mengapa demikian? Sebab dengan bangun tidur lebih awal mereka lebih banyak punya kesempatan untuk melangkah maju, menata mind set-mental dan kesiapan diri untuk menghadapi setiap tantangan yang ada dalam kehidupan.

Berbekal kesiapan secara lahiriah dan batiniah itu pula para pejuang bangun tidur lebih awal telah siap untuk menuai hasil. Baik itu kegagalan ataupun sebaliknya dengan senang hati akan diterima dengan lapang dada. Di samping itu, orang yang bangun tidur lebih awal sejatinya telah mempersiapkan diri menjadi pemenang dalam kompetisi hidup. 

9. Memiliki perasaan yang lebih tenang

Keuntungan lain yang akan dituai oleh orang yang bangun tidur lebih awal ialah ia akan memiliki perasaan yang lebih tenang. Perasaan tenang itu sendiri berkorelasi langsung dengan kesehatan mental, fisik dan istirahat yang cukup serta kesiapan-siagaan dalam menyongsong aktivitas yang akan dijalankan.

Ketenangan perasaan ini juga berpengaruh pada cara, ritme dan capaian hasil yang akan dituai dari proses kerja yang dilakukan oleh seseorang. Sudah barang tentu, aktivitas tertentu yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki ketenangan perasaan dan orang yang gelisah, tergesa-gesa serta khawatir akan memberikan hasil dan dampak yang berbeda jauh.

10. Bisa menyempatkan sarapan tanpa terburu-buru 

Rutinitas bangun tidur lebih awal juga memberikan kesempatan besar kepada orang yang bersangkutan untuk melakukan sarapan pagi terlebih dahulu. Sarapan pagi itu penting untuk menjaga kesehatan fisik dan tingkat konsentrasi kita dalam melakukan sesuatu. 

Berbeda halnya tatkala kita bangun tidur kesiangan tentu saja kita akan terburu-buru untuk mengejar aktivitas yang telah terjadwalkan. Alhasil sebagai dampaknya kita akan lupa untuk melakukan sarapan pagi terlebih dahulu. Kebiasaan lupa dan tidak sarapan pagi ini akan berdampak negatif pada performa kesehatan fisik kita. 

11. Memiliki kualitas istirahat yang baik karena lebih terencana 

Tatkala kita terbiasa bangun tidur lebih awal spontanitas jadwal istirahat pun akan lebih teratur dan terencana. Jadwal istirahat yang teratur dan terencana ini penting karena menyangkut kualitas istirahat yang baik dan cukup berdasarkan aturan pedoman hidup sehat.

Sementara jika kita ngotot bangun tidur lebih awal akan tetapi tidak disertai dengan kualitas istirahat yang baik dan teratur maka akan berdampak negatif pada performa kesehatan. Misalnya saja tubuh kita akan mudah lelah, letih, mudah ngantuk  dan sulit untuk konsentrasi.

12. Terhindar dari Gejala Pikun

Menghirup udara segar dengan nafas panjang di pagi hari lantas akan meningkatkan sirkulasi aliran darah yang kaya oksigen ke dalam otak. Jika proses ini dilakukan secara kontinuitas maka akan menjaga tingkat daya ingat--kinerja otak--sekaligus memperkecil kemungkinan terjadinya gejala pikun. 

Lantas tidak heran jika kemudian banyak para hufadz yang diwajibkan untuk bangun tidur sebelum subuh demi menjaga dan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an-nya. Biasanya para hufadz akan menambah hafalan Al-Qur'an miliknya setelah melaksanakan salat malam atau sebelum subuh. 


Kedua, makan tidak berlebihan

Rasulullah SAW tatkala makan tidak berlebihan. Beliau hanya memakan makanan yang halal dan baik, akan tetapi tidak berlebihan. Makanan halal dan baik, jika dikonsumsi secara berlebihan akan mendatangkan madarat untuk kesehatan tubuh. 

Terlebih-lebih jika kita mengonsumsi makanan yang tidak baik atau yang diharamkan oleh Allah SWT. Maka dapat dipastikan berbagai macam penyakit dengan mudah akan menyerang kesehatan dan fungsi setiap organ tubuh. 

Diceritakan Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya tatkala memasak sayur untuk senantiasa diberi kuah yang banyak dengan tujuan supaya dapat dibagikan ke tetangga sekitar rumah. Aroma masakan dapur kita yang tercium oleh tetangga sekitar tentu dapat memicu sikap toma' (berharap diberi), kecemburuan sosial dan ekonomi bagi tetangga kita yang kelaparan (tidak mampu).

Makanan halal apapun yang kita makan tentu akan bertambah nikmat dan berkah manakala tetangga sekitar yang kelaparan turut menyantap dan merasakan hidangan tersebut. Sebaliknya, makanan yang kita santap akan kurang berkah bahkan menjadi madarat tatkala kita makan dengan lahap dan sedap akan tetapi tetangga terdekat merasa kelaparan.

Lantas bagaimana ukuran makan yang tidak berlebihan? 

Makan yang tidak berlebihan atau ideal menurut kesehatan tubuh adalah memenuhi kebutuhan asupan tubuh sesuai dengan porsi isi perut sewajarnya. Ukuran prosinya yakni 1/3 isi perut untuk udara (oksigen), 1/3 untuk isi makanan dan 1/3 untuk isi minuman. Adapun jika melebihi kapasitas ruang pembagian tersebut maka disebut berlebihan.


Ketiga, tidak iri dan dengki 

Selain senantiasa bangun tidur lebih awal dan tidak makan berlebihan, Rasulullah SAW juga tidak pernah memiliki sifat iri dan dengki terhadap sesama. Sifat iri secara sederhana dapat diartikan cemburu; sirik. Sedangkan dalam arti yang lugas berarti merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain. 

Adapun sifat dengki berarti menaruh perasaan marah; benci; tidak suka terhadap orang lain. Pendek kata, sifat dengki ini muncul sebagai akibat dari sifat iri hati yang kian menumpuk dan memuncak. Kulminasi dari sifat iri.

Sifat iri dan dengki pada dasarnya berdampak negatif terhadap hubungan sosial di antara sesama manusia. Misalnya menjadikan hubungan persaudaraan menjadi renggang, rentan terjadinya salah paham, menimbulkan musuh, memicu munculnya perselisihan dan konflik serta lain sebagainya. 

Tidak semata-mata demikian, hadirnya sifat iri dan dengki di dalam diri seseorang justru akan berdampak buruk yang luar biasa bagi orang yang bersangkutan (orang yang memiliki sifat iri dan dengki).  

Hadirnya sifat iri dan dengki di dalam diri seseorang bisa saja menjadikan seluruh tenaga, pikiran dan isi hati hanya sibuk mencerca orang lain. Maka timbullah sikap tajasus, ghibah, hasud, dan namimah. Karena itu pula orang tersebut bisa lupa bagaimana cara bersyukur, qona'ah, tawakal dan ikhlas dalam menjalankan hidup. Utamanya dalam rangka memperbaiki diri sendiri dari waktu ke waktu.

Sifat iri dan dengki memang sudah laiknya kita jauhi, sebab siapa pun yang sudah terjerat dan telanjur terjerumus pada kedua sifat tersebut maka hidupnya akan hancur. Seluruh amal perbuatannya akan sia-sia. Akal sehatnya akan tumpul dan hati nuraninya akan menjadi gelap gulita. [Roni Ramlan]

Jangan lupa follow akun media sosial Baitul Qur'an yang lain:

FB: Lpit BaitulQur'an

Ig:  lpitbaitulquran

Yt: LPIT Baitul Qur'an Tulungagung

Senin, 07 November 2022

Adab Murid terhadap Guru

 

(Foto: Ustadz Lazim sedang menyampaikan amanat)

Senin (07/11/2022) pertama di bulan November SDIT Baitul Qur'an Tulungagung kembali menghelat upacara bendera. Pada kesempatan kali ini ustadz Lazim tampil sebagai pembina sekaligus penyampai amanat upacara. 

Prosesi upacara bendera berjalan dengan khusyuk hingga sampailah ustadz Lazim berkesempatan menyampaikan amanat. Adapun tajuk amanat yang disuguhkan ustadz Lazim kepada seluruh peserta upacara bendera adalah Adab Murid terhadap Guru. 

Merujuk pada kitab Ta'alim Muta'alim karya Imam Burhanuddin Ibrahim al-Zarnuji al-Khanafi bab tentang abad yang harus dimiliki seorang pelajar tatkala mencari ilmu. Beberapa adab yang harus dimiliki seorang pelajar terhadap gurunya dalam mencari ilmu di antaranya ialah:

Pertama, tidak boleh lewat di depannya guru

Seorang pelajar (muri) yang mencari ilmu selaiknya memiliki adab tatkala berjalan. Utamanya tatkala ia berjalan bersamaan, berpapasan atau ketika kebetulan mendapati seorang gurunya sedang berjalan tepat di depannya. 

Eloknya, maka abad yang berlaku dalam kasus ini, seorang pelajar tidak boleh mendahului atau lewat di depan gurunya. Jikapun ia terpaksa harus mendahului  gurunya tersebut sebab alasan yang darurat maka harus izin dan lewat dengan penuh sopan santun.

Adab ini juga berlaku terhadap seorang anak--anak muda--tatkala berjalan bersamaan dengan orang tuanya, kakak atau setiap orang yang dipandang memiliki usia yang lebih tua dibandingkan dirinya. 

Kedua, tidak boleh duduk di tempat duduknya guru

Pelajar yang baik juga harus mengetahui, memahami dan mengerti tempat-tempat khusus yang digunakan oleh gurunya. Tak terkecuali tempat duduknya guru. Tempat-tempat khusus yang digunakan oleh guru tersebut menjadi batasan yang berlaku untuk semua pelajar. Batasan seperti apa? Batasan untuk tidak menjadi wilayah bermain atau digunakan oleh seluruh pelajar.

Mengapa demikian? Sebab tempat-tempat yang digunakan oleh guru tersebut termasuk kedalam ruang privasi, kemuliaan dan kehormatan seseorang yang harus seorang pelajar muliakan dan hormati. Adapun jika hal itu dilanggar oleh seorang pelajar maka sejatinya ia telah tidak menghormati dan merebut hak dari gurunya.

Ketiga, tidak boleh bertanya tanpa seizinnya

Hal yang tidak boleh dilakukan selanjutnya oleh seorang pelajar adalah tidak boleh bertanya tanpa seizinnya. Momentum ini berlaku tatkala seorang guru sedang mengajar atau menyampaikan materi di dalam kelas. Jika seorang guru sedang menyampaikan materi sudah seharusnya semua pelajar bersikap disiplin dan menyimak seluruh materi yang disampaikan. Tanpa terkecuali. 

Adapun jika ternyata ada pelajar yang tidak menyimak, celometan dan ujug-ujug (spontanitas) bertanya tanpa seizin guru yang bersangkutan atau malah menyela pembicaraan guru dengan pertanyaannya maka dinilai tak beradab dan tidak memiliki sopan santun. Maka, pelajar yang baik adalah tatkala hendak bertanya harus memerhatikan momentum yang tepat. 

Misalnya bertanya tatkala sudah dipersilakan oleh guru yang bersangkutan atau setelah materi yang disampaikan selesai. Hal ini penting diperhatikan, karena menyangkut efektivitas pembelajaran--penyampaian, pemahaman dan capaian materi--semua pelajaran selama di kelas.

Keempat, tidak boleh menanyakan masalah yang membuat tidak enak hati guru

Dalam bertanya, selain harus tahu betul kapan waktu yang tepat untuk melontarkan pertanyaan, seorang pelajar juga harus memerhatikan korelasi: bobot, cakupan dan akibat dari persoalan yang dihendak dipertanyakan kepada seorang guru yang bersangkutan. 

Relevansi antara konteks pertanyaan dan materi yang disampaikan harus valid. Jangan sampai seorang pelajar melontarkan pertanyaan yang keluar konteks. Terlebih-lebih jangan sampai hati mengangkat pertanyaan yang menyinggung perasaan atau emosi seorang guru. 

Sementara kelima, tidak boleh masuk ke tempat guru 

Abad pamungkas yang harus ditanamkan di dalam diri seorang murid adalah tidak boleh masuk ke tempat guru sembarang. Dalam konteks ini tempat yang dimaksud adalah kantor guru. Baik itu tatkala ada penghuninya ataupun tidak.

Kebiasaan kurang baik yang lumrah terjadi tatkala di sekolah adalah murid main selonong masuk ke kantor guru. Mereka masuk tanpa salam, tanpa sungkan bahkan tanpa izin dari guru yang sedang singgah di dalam kantor. 

Kasus yang demikian tentu saja perilaku yang tidak terpuji. Perilaku yang tidak mencerminkan kepribadian seorang pelajar. Seorang murid yang sedang menuntut ilmu sudah seharusnya memiliki atittude yang baik tatkala hendak ada kepentingan pribadi menuju kantor. Mengucapkan salam, meminta izin untuk keperluan tertentu dan memasuki ruangan kantor dengan penuh rasa takdim. [Roni Ramlan]

Jangan lupa follow akun media sosial Baitul Qur'an yang lain:

FB: Lpit BaitulQur'an

Ig:  lpitbaitulquran

Yt: LPIT Baitul Qur'an Tulungagung

Senin, 10 Oktober 2022

Menjadi Siswa yang Beradab

(Foto: Siswa-siswi sedang mengikuti apel pagi)

Senin (10/10/2022) SDIT Baitul Qur'an Tulungagung mengawali hari keempat Penilaian Tengah Semester (PTS) dengan apel pagi. Kebetulan Senin ini Ustadzah Binti (sapaan akrab) yang menjadi petugas motivator apel pagi tampil dengan penuh semangat dan penyampaikan petuah bijak dengan sangat berapi-api. Kebetulan apel pagi ini mengusung tajuk Menjadi Siswa yang Beradab. Menurut beliau terdapat banyak ciri, karakteristik dan kategori santri yang beradab akan tetapi pada pagi ini beliau hanya akan menyampaikan 5 ciri saja. Kelima ciri tersebut, yakni niat yang baik, berdoa terlebih dahulu, bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, menghormati dewan asatidz dan mengamalkan ilmu.


Niat yang Baik

Niat menjadi titik tolak bagaimana cara seseorang melakukan sesuatu. Alasan mendasar (baca: motif menjadi sangkar timbulnya suatu tindakan dalam kajian sosial) mengapa seseorang bertindak. Jika niatnya baik maka baik pula sesuatu yang dikerjakannya. Begitupun sebaliknya. 

Seorang pelajar sudah selaiknya tatkala berangkat dari rumah ke sekolah memiliki niat yang tulus untuk mencari ilmu. Bukan sekolah semata-mata untuk meraih nilai yang baik dan supaya mendapatkan pujian dari sesama manusia: teman, orangtua dan asatidz. Justru yang demikian itu adalah niat yang sia-sia belaka. Sebab niat yang disandarkan atas kepentingan manusia tak bernilai di hadapan Allah SWT. 

Bersusah-susah payah kita bersolek dan sibuk membuat citra diri sepihak akan tetapi berakhir tanpa nilai yang membuat kita sejahtera dunia dan akhirat. Pun pahala tidak dapat direngkuh pada akhirnya. Inilah yang disebut niat yang tidak ada nilainya dan sia-sia belaka.


Berdoa Terlebih Dahulu

Dalam implementasinya, niat yang baik saja tidaklah cukup melainkan harus disertai  dengan pelafalan, pemanjatan dan pengamalan doa sebelum melakukan seluruh aktivitas yang kita lakukan. Mengapa demikian? Sebab do'a adalah salah satu kunci keberhasilan atas terlaksananya tindakan sesuai dengan niat baik semula. 

Niat yang baik bisa saja terhenti pada tahapan niat semata tanpa ada aksi nyata. Maka dengan berdoa terlebih dahulu kita akan fokus pada tujuan sekaligus dihindarkan dari polemik keadaan yang menyebabkan kita lupa atas niat yang sempat terhujamkan semula. Rangkaian do'a pembuka kegiatan itu jika dianalogikan seperti kran yang kemudian dapat mengalirkan limpahan keberkahan dari setiap kegiatan yang kita lakukan.

Mungkin saja tindakan yang kita lakukan itu tampak sederhana dan biasa-biasa saja akan tetapi karena do'a yang kita panjatkan sebelumnya keberkahan dari aktivitas itu akan kita tuai dan rasakan di kemudian hari. Sama halnya tatkala kita belajar, dengan berdo'a terlebih dahulu mungkin saja tatkala penyampaian materi dalam proses pembelajaran tidak kita pahami sepenuhnya, akan tetapi karena keberkahan do'a yang ikhlas kita panjatkan, pemahaman itu akan datang dengan sendiri, meski melalui jalan yang tak pernah kita duga.


Bersungguh-sungguh dalam Mencari Ilmu

Poin penting selanjutnya yang wajib dimiliki oleh seorang pelajar adalah bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu. Selaiknya siswa-siswi mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran di sekolah dengan sungguh-sungguh dengan maksud hendak meninggalkan kebodohan dan menambah wawasan ilmu pengetahuan. 

Dengan bersekolah sejatinya setiap anak sedang jihad mengatasi ketidaktahuannya, menunaikan kewajiban sebagai seorang hamba dalam tholibul ilmi dari lahir sampai tutup usia kelak, dan sedang menyiapkan yang terbaik untuk masa depan masing-masing diri mereka sendiri. Sebab yang akan berproses jatuh bangun melewati setiap tahapan, menghadapi ujian hingga mencicipi hasilnya kelak adalah diri mereka sendiri bukan orang lain. 

Semua orangtua tentu akan merasa bangga, bahagia dan beruntung tatkala memiliki seorang anak yang senantiasa bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu hingga akhirnya mencapai cita-cita dan kesuksesan di dunia maupun di akhirat. Hanya dengan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu kita akan mampu menuai hasil kerja keras kita. Sebab bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu itu ibarat menyusun pondasi rumah yang kemudian menentukan seperti apa hasil, wujud-bentuk dan isinya. 

Kewajiban bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu ini tidak hanya berlaku bagi seorang pelajar yang umumnya dikonotasikan kepada siswa-siswi melainkan juga berlaku bagi semua asatidz dan khalayak umum lainnya. Kenapa demikian? Sebab seorang manusia pada dasarnya akan menjadi bodoh dan hina tatkala berhenti belajar. Terlebih lagi, manusia tempatnya salah dan lupa. Mahalul khotho' wa nisyan. 

Tidak ada opsi lain untuk menjadi manusia seutuhnya, kecuali terus belajar menjadi pembelajaran sejati. Sebab hanya dengan menjadi pembelajar sejati diri kita akan terus diperbaiki, ter-uprage setiap waktu dan sadar diri. 


Menghormati Dewan Asatidz

Hal yang paling krusial dan penting untuk menjadi santri yang beradab adalah menghormati seorang guru (asatidz-asatidzah). Sebab guru adalah ibarat ranting-ranting pohon tersampaikannya ilmu kepada segenap siswa-siswi. Tanpa asatidz-asatidzah seorang siswa akan sukar mencari tahu, hilang arah dan jauh dari maksud yang hendak dituju.

Keridaan dan keikhlasan asatidz-asatidzah adalah kunci utama keberhasilan siswa-siswi mampu menangkap ilmu yang diajarkan di dalam kelas. Maka atas dasar itu semua selaiknya seorang pelajar menghormati dan memuliakan seorang guru. Ketika bertemu atau berpapasan di jalan ucapkan salam. Tatkala kita hendak menghadap utamakan sikap tawadhu' (andap asor; rendah hati), bertutur kata dengan sopan santun dan menampilkan senyuman. 

Melalui sikap menghormati dan memuliakan guru inilah siswa-siswi akan memperoleh pemahaman dan keberkahan atas tersampaikannya ilmu. Sebab guru yang baik akan senantiasa memanjatkan do'a, harapan, riyadhoh dan ikhtiar yang terbaik untuk semua anak didiknya tanpa terkecuali.

Sebaliknya, seorang siswa yang tidak menghormati dan memuliakan gurun maka proses pembelajarannya akan menjadi jauh lebih sulit. Ikhtiarnya akan bernilai sia-sia karena pintu masuknya ilmu ke dalam kalbu akan terus tertutup tanpa rida dan ikhlas yang diberikan oleh seorang guru. Ilmu tidak akan pernah bisa masuk ke dalam hati yang keras, kotor dan gelap gulita. Sebab ilmu sendiri sifatnya seperti cahaya. Menerangi dan memudahkan tindak-tanduk setiap orang yang memiliki hati yang tulus, bersih dan sehat.


Mengamalkan Ilmu 

Sedangkan poin pamungkasnya adalah mengamalkan ilmu. Ilmu tidak hanya untuk dipelajari, dipahami dan dihafalkan begitu saja melainkan pengamalan atas suatu ilmu yang dipelajari adalah postulat utamanya. Mengamalkan ilmu yang dipelajari itu jauh lebih penting daripada kita pandai dalam berjubel teori. Mengapa demikian? Sebab seorang yang paham akan ilmu belum tentu mampu mengamalkan ilmu yang ia tahu. 

Atas dasar demikian maka ada tiga kategori orang yang berilmu, yakni ia tahu tapi tidak bermanfaat untuk dirinya, ia tahu tapi ia enggan mengamalkannya dan ia tahu sedangkal apa ilmu yang dimilikinya akan tetapi dengan bergegas ia menyeimbangkan dengan mengamalkannya. Kategori orang yang berilmu ketiga itulah yang harus kita contoh. 

Jenis orang yang berilmu satu dan dua  seperti halnya pepatah orang Arab: "Al Ilmu Bila Amalin Kasyajari Bila Tsamarin (ilmu tanpa amal ibarat pohon tanpa buah)". KH. Kamuli Khudlori menegasakan bahwa: "pohon harus bisa berbuah, ilmu yang sudah didapat harus diamalkan agar bisa lebih bermanfaat". Itu berarti sama dengan ilmu tanpa amal adalah gila, sedang amal tanpa ilmu adalah sia-sia. 

Hal yang demikian senada dengan pernyataan sahabat Rasulullah Saw yang ketiga, Utsman bin Affan pernah berkata: "Tanpa ilmu, amal tidak ada gunanya. Sedangkan ilmu tanpa amal adalah hal yang sia-sia".

Beruntunglah jenis orang yang berilmu ketiga, karena kesadarannya atas ilmu yang dibarengi dengan amal tidak lain sejatinya memperoleh dua keutamaan dalam menjalankannya: kebaikan atas dirinya dan keberkahan atas ilmu yang dipraktekkannya. Tidak menutup kemungkinan pula keberkahan dan kebaikan itu muncul tatkala ilmu itu diamalkan dan dipraktekkan oleh orang lain yang menerimanya. 

Di samping itu, jenis orang yang berilmu ketiga ini jug termasuk sebagai kategori golongan dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad, ath-Thabroni, ad-Duruqutni yang kemudian dihasankan oleh Al-albani dalam Shahihul Jami' 3289: "Khairunnaasi Angfa'uhum Lin Nasi (sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia (orang lain)". [] (Roni Ramlan)

Jangan lupa untuk follow akun media sosial Baitul Qur'an yang lain:

FB: Lpit BaitulQur'an

Ig:  lpitbaitulquran

Yt: LPIT Baitul Qur'an Tulungagung