Selasa, 03 Februari 2026

Trial Class Jilid 2

 

Dokpri Peserta Trial Class sedang senam pagi

SDIT Baitul Qur'an (31/1/2026) menghelat Trial Class jilid 2. Kegiatan ini berhasil mendatangkan tiga lembaga. Ketiga lembaga tersebut yakni TKIT Baitul Qur'an, TK Sembung dan TK Shara. Terhitung, sejumlah 24 peserta antusias mengikuti rangkaian acara.

Kegiatan dimulai pukul 08.30 WIB setelah mayoritas peserta berkumpul. Setelah melakukan absensi, agenda pertama yang dihelat adalah senam pagi. Sekitar lima belas menit pertama seluruh peserta melakukan perenggangan anggota tubuh. 

Senam selesai, giat selanjutnya dihelat di dalam ruangan. Peserta dibimbing untuk menempati area kosong yang telah disediakan. Di dalam ruangan terdapat tiga agenda utama, yakni murajaah surat pendek, memindahkan bola, gelas berjalan dan meronce sedotan menjadi karya bernilai. 

Agenda pertama dipandu langsung oleh guru tahfidz: Ustadzah Rohmah, Ustadzah Manda dan Ustadzah Shima. Dengan mteode ummi seluruh peserta dibimbing untuk membaca surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Nas dengan baik dan benar. Murajaah berlangsung dalam kurun waktu seperempat jam. 

Murajaah selesai, memindah bola adalah agenda selanjutnya. Agenda kedua dipandu langsung oleh Ustadzah Yuli, Ustadzah Rini dan Ustadz Singgih. Aturan mainnya seluruh peserta dibuat kelompok. Lantas masing-masing anggota kelompok dibekali gelas palstik sebagai media untuk memindahkan bola dari setiap anggota kelompok. Siapa cepat dia dapat; kelompok yang cepat dia menang. Hal ini dilakukan dengan cara bergantian dan sistem gugur.

Gelas berjalan menjadi agenda berikutnya. Ustadzah Asna, Ustadzah Alfisya dan Ustadzah Lina tampil cekatan membimbing pada sesi ini. Aturan yang berlaku dalam permainan, seluruh perserta dikelompokan lantas memindahkan gelas plastik menggunakan sedotan. Setiap anak harus bisa memindahkan gelas dari satu anggota ke anggota lainnya hingga finish.

Sedangkan yang terakhir yakni meronce sedotan. Masing-masing anak diberikan sedotan dan benang. Lantas sedotan itu digunting dengan ukuran yang sama kemudian disatukan dengan benang. Taraaa jadilah kerajinan gelang dan kalung. 

Sebagai pamungkas, tak lupa seluruh peserta dipersilakan untuk membawa hasil kerajinan yang berhasil dibuat. Tak hanya itu diberikan pula cendera mata berupa buku warna dan jajanan.  

Kegiatan Trial Class memang didesainn khusus untuk having fun sekaligus mengenalkan lembaga SDIT Baitul Quran ke seluruh peserta. Besar harapan kami seluruh peserta jatuh cinta dan betah di lembaga sehingga dapat menambah kuantitas keluarga besar SDIT Baitul Quran di tahun ajaran baru 2026/2027.








Belajar dari Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW

 

Dokpri mading edisi Isra Mi'raj

Isra Mi'raj menjadi inspirasi tema isi mading sekolah bulan Januari. Nadi kehidupan mading utama sekolah memang belakangan menjadi tanggung jawab bersama. Kebetulan yang mendapatkan giliran mengisi manding Januari adalah kelas 2. 

Kendati murid kelas 2 hanya berjumlah sembilan orang akan tetapi semua murid memiliki antusias yang tinggi, mengisi mading dengan karya. Karya yang berhasil dipajang di mading di antaranya kisah perjalanan singkat peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW: mulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha sampai dengan mendapatkan perintah mendirikan salat 5 waktu. 

Tak lupa digambarkan pula di setiap lapisan langit Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi siapa saja. Pernak-pernik langit bertulisan nama nabi itu dipasang sedimikian rupa sesuai runtut peristiwa. Tak lupa di lengkapi dengan masjid, ka'bah dan orang yang menunggangi unta. 

Selain itu mading juga diisi dengan puisi yang menggambarkan perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw. Terdapat satu puisi dengan tajuk: Isra Mi'raj yang dipajang. Untuk lebih jelasnya gambaran isi puisi dalam mading tersebut dapat dilihat dan dibaca saksama dari gambar berikut.


Dua pantun dengan tema Isra Mi'raj juga dipajang. Setelah dicermati lebih dalam dua pantun tersebut pada kenyataanya mendedah fokus yang berbeda: mengingat dan menyambut. Lebih jelasnya dapat dibaca melalui gambar di bawah ini.

Dokpri pantun pengingat sejarah Isra Mi'raj

Dokpri pantun seruan untuk menyambut Isra Mi'raj

Melalui mading edisi khusus peringatan hari Isra Mi'raj ini semoga menjadikan para murid semakin kenal, dekat dan cinta kepada Rasulnya. Amin. 


Senin, 26 Januari 2026

Meningkatkan Ketaqwaan dengan Mneladani Isra Mi'raj Rasulullah SAW

 

Dokpri KS dengan Para Murid Pemenang

Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an (17/1/2025) menghelat refleksi Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1448 H di penghujung minggu ketiga Januari. Kendati hari sebelumnya tanggal merah peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW namun seluruh murid semangat mengikuti kegiatan refleksi. Khusus hari itu seluruh murid mengenakan pakaian muslim. Seragam pramuka mereka disimpan sejenak. 

Berbeda dengan refleksi Isra Mi'raj 1447 H sebelumnya pada kesempatan ini seluruh murid diarahkan untuk mengasah potensi melalui dua lomba. Kelas bawah: 1, 2 dan 3 mengikuti lomba mewarna kaligrafi sedangkan kelas atas: 4, 5 dan 6 terlibat aktif dalam lomba membuat puisi religi. 

Ada proyeksi masif yang digalakan, bahwa momentum ini dapat dijadikan sebagai ajang menjaring murid yang memiliki potensi untuk kedua cabang lomba. Barangkali saja melalui perhelatan dua lomba tersebut mampu mengkonstruk dua hal: Meningkatkan ghiroh kompetitif di antara murid internal lembaga dan menjadikan para juara sebagai nominasi di cabang lomba tersebut untuk jenjang selanjutnya. Baik itu kompetisi di tingkat desa, kecamatan, kabupaten atau mungkin provinsi.

Sekitar 1 jam lebih seluruh murid mengikuti lomba dengan cermat. Lima belas menit selanjutnya seluruh murid menikmati waktu beristirahat. Mereka berhaamburan menuju kantin, memborong jajan yang disukai. 

Bel berbunyi, seluruh murid diarahkan menuju teras TK. Sepanjang teras penuh dengan murid. Beberapa guru membaur di sela-sela mereka. 

Dokpri saat refleksi

Ustadz M. Lazim Abidin, M. Pd. tampil sebagai pemberi materi dalam sesi refleksi. Ia menerangkan tahapan perjalanan Isra Mi'raj Nabi yang penuh makna. Kejadian demi kejadian yang tampak di depan mata; bertemu dengan para Nabi terdahulu di setiap lapisan langit sungguh menjadi pelajaran hidup. 

Titah menunaikan salat wajib 5 waktu adalah hadiah yang luar biasa untuk umatnya. Waktu istimewa untuk interaksi antara makhluk dengan sang Pencipta sekaligus menyampaikan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarganya. Salat adalah momentum seorang hamba untuk menyucikan dan menentramkan jiwa setelah diuji dengan hiruk-pikuk dunia yang kian menggila. 

Melalui refleksi ini semoga kita semua selaku umat islam dapat menjadi golongan yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, bahwa orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari hari sebelumnya. Sebaliknya, orang-orang yang merugi adalah mereka yang lebih buruk dari hari sebelumnya. 

Tak lupa para pemenang dua cabang lomba lantas diberikan sertifikat dan piala selepas upacara hari Senin. Para pemenang tersebut yakni:

Lomba Mewarna Kaligrafi

1. Aruna Calista

2. Alfira Dzakiyatul H.

3. Alanna Qadwal Khadeeja

Lomba Menulis Puisi

1. Revalina Beauty N.

2. Asyifa Parisya A.

3. M. Mustofa Al Azami

Sebagai penutup, mari tingkatkan kualitas ibadah kita dengan salat 5 waktu di awal waktu dengan berjamaah di masjid. Ingat, kualitas hidup kita tergantung pada cara kita menunaikan ibadah salat. Wallahu a'lamu bissawab.  



Minggu, 25 Januari 2026

Ada Kebahagiaan di Santerra De Laponte

 

Dokpri siswa-siswi kelas 6 

SDIT Baitul Qur'an Tulungagung menghelat rihlah (13/11) menjelang akhir tahun. Rihlah merupakan salah satu kegiatan yang sangat berkesan bagi seluruh peserta didik. Rihlah tahun ajaran 2025/2026 dihelat di Florawisata Santerra De Laponte, yang beralamat di Jl. Truno Joyo, Jurangrejo, Pandesari, Kec. Pujon, Kab. Malang, Jawa Timur.

Perjalanan rihlah dimulai sekitar pukul 05.30 WIB setelah sebelumnya para peserta sejumlah 60 orang kumpul di gang sekolah. Bus berukuran long size terparkir persis di pinggir jalan raya Mangunsari. Para peserta berlari kecil menuju bus, duduk sesuai dengan kursi yang telah ditata. Seragam yang digunakan pada agenda ini adalah pakaian olahraga. Sementara pakaian ganti, jajan dan bekal disimpan di tas masing-masing.

Menjelang pemberangkatan, tak lupa rangkaian doa--naik kendaraan dan keselamatan--dilafalkan. Para peserta dicek satu-persatu, dipastikan tidak ada yang tertinggal. Lima belas menit perjalanan, jatah makan bergizi gratis (MBG) dibagikan. Sebagian siswa sangat antusias langsung makan, sedangkan sebagian yang lain menyimpannya menunggu rasa lapar muncul.

Kurang lebih sekitar tiga jam, sebagian para penumpang bercengkrama menghidupkan perjalanan. Sebagian yang lain asyik menghabiskan bekal jajan dan lainnya memilih untuk menikmati perjalanan dengan berpetualang merajut mimpi. Beragam aktivitas ringan coba digalakkan untuk mengikis rasa pegal dan bosan. Tak ketinggalan, dua tiga orang pemupang sempat oleng. Oleng karena pada dasarnya yang bersangkutan mabuk darat: mual dan pusing hingga menumpahkan isi perut.

Sesaat kemudian, bus sampai di parkiran utama Santerra. Beberapa bus dan elf pengunjung lain terparkir rapi berderet di sana. Posisi parkir telah diatur sedimikian rupa sehingga kendaraan pengunjung harus menaati peraturan yang ada. 

Para penumpang bergegas turun dan berkumpul di area kosong. Beberapa tampak menebus rasa lapar dengan memakan jatah makan pagi. Sebagian berusaha meluruskan kaki, menuntaskan dahaga dan sibuk memerhatikan keadaan sekitar. Tak lama dari itu, seorang petugas loket mendatangi kami untuk memastikan jumlah peserta.

Kami dituntun menuju pintu utama. Persis di bagian anak tangga di depan gerbang tak lupa petugas menyarankan kami untuk berfoto bersama. Beberapa foto dan video berhasil diambil untuk mengabadikan momen kebersamaan. Banner bertuliskan studi tour SDIT Baitul Quran ke  Florawisata Santerra De Laponte terpampang jelas diangkat setinggi dada.

Dokpri foto bersama di depan gerbang destinasi Santerra

Setelah berfotoria, langkah kami dituntun menyusuri relung surga wahana setelah sebelumnya tiket masuk berhasil digelangkan di masing-masing tangan peserta. Permukaan gelang tersebut menunjukkan ragam wahana yang boleh dinaiki dengan cuma-cuma. Maklum saja tiket masuk yang dibeli adalah terusan. Alhasil, di dalam Santerra kami bisa bermain sepuasnya selama wahana yang tersebut include di dalam gelang. 

Sedikit informasi untuk anda, setiap wahana yang akan peserta naiki nantinya gambar di gelang akan dicoret. Tanda itu menegaskan bahwa wahana yang dimaksud telah dicoba. Ada pun jika peserta hendak mencoba kembali wahana sama untuk yang kedua kalinya maka kami harus membayar. Hal yang sama juga berlaku bila peserta menjajal permainan yang tidak tercantum di dalam gelang. 

Destinasi Santerra memiliki lanskap yang cukup luas. Setelah diamati lebih jauh, di dalamnya terdapat replika rumah nuansa Korea, replika rumah nuasa Belanda, replika rumah nuansa Itali, kolam renang, musala, replika istana, taman dan ragam wahana.  

Ragam wahana yang ada di antaranya: Bianglala, Colombus, Flying Bee, House of Terror, Komedi putar, Kids zone arena, Rainbow Slide, Ontang-anting, Swinger, Go-Kart, Scooter Listrik, Rabbit Town, Water Playground,  Mega Disco, Glow in the dark an miror maze, Rumah hantu, Hysteria dan lain-lain. 

Saat sampai di area wahana kami berpencar sesuai kata hati dan otak--termasuk kondisi mood--secara berkelompok. Kelompok kecil tersebut selanjutnya sibuk menjajal wahana permainan. Sebagian lain dimulai dengan mencoba wahana ekstrem sedang lainnya menyusuri area guna mencoba permainan yang menurutnya aman. Yang demikian dapat diukur dari banyaknya coretan di gelang masing-masing. 

Ada pun Colombus adalah wahana perminan pertama yang dinaiki dewan guru. Wajah tegang, ekspresi takut dan teriakan sempat terpekik tumpah ruah sepanjang permainan. Pekik teriak yang lebih cemen jika dibandingkan dengan siswa-siswa yang berani naik wahana Hysteria, Swinger dan Palu gada. Bianglala dan Rinbow Slide menjadi wahana kedua dan tiga yang sempat dijajal dewan guru. 

Alhasil, dari sekian wahana dewan guru hanya menaiki tiga permainan. Selebihnya dewan guru lebih banyak mengambil swafoto, membeli jajan dan berkeliling; menikmati asrinya taman. Apakah ini pertanda bahwa kian bertambahnya umur keberanian kian kikuk. Menguji adrenalin dengan menaiki wahana permainan tidak lebih berarti daripada menghadapi ujian hidup. Entahlah.

Beberapa saat, Kepala Sekolah sempat mengajak (secara sukarela tanpa paksaan) beberapa siswa untuk menaiki wahana Palu gada. Hasilnya sungguh mencengangkan. Salah seorang siswa sempat pipis di celana. Kejadian yang lebih menguji adrenalin yakni ketika bermain bersama menggunakan Swinger. Setelah wahana berhenti, tidak sedikit siswi yang mengeluh using kepala. Wahana yang benar-benar mengobok-obok isi perut dan rasa takut.

Selain itu di beberapa spot juga terdapat cafe, toko ice cream dan jajanan serta kedai minuman yang menyegarkan. Food court yang benar-benar represntatif untuk melepas dahaga di saat para pengunjung lelah menyusuri destinasi yang ada. Tak hanya itu, souvenir khas Santerra juga dipajang di beberapa toko yang ada. 

Waktu Dhuhur tiba. Seluruh peserta menghelat salat Dhuhur-Asar dengan jamak takdim. Sebelum meninggalkan area wisata, tak lupa kami memastikan jumlah peserta. Mencermati betul satu persatu siswa kelas berapa yang belum genap. Guna memastikan ulang kami menyusuri seluruh area termasuk kolam renang. Hasilnya, benar saja masih ada beberapa siswa yang masih asyik berenang. Tapi kekhawatiran kami luntur seketika manakala mendapati mereka didampingi orang tua.

Sekitar pukul 13.45 WIB kami bergegas kembali menaiki bus. Sembari menunggu yang lain ada beberapa orang yang meluruskan kaki, ngemil jajanan dan ada juga yang makan siang. Setelah genap berkumpul, bus bertolak pulang. 

Hari semakin sore, sesampainya di kota Malang, tak lupa kami mampir di sebuah toko pusat oleh-oleh khas Malang untuk makan sore sekaligus membeli oleh-oleh. Perut kenyang. Tepat di lantai satu kami mulai sibuk memilih barang dan memborongnya. Barang belanjaan digembol ke dalam bus, bagasi lelang mulai sesak. 

Perjalanan pulang berlanjut. Beberapa siswa berinisiatif menceritakan kejadian lucu dan keasyikan yang sempat terjadi di area wisata. Gelak tawa sempat menyeruak manakala menceritakan dua-tiga siswa yang muntah dan terkencing-kencing saat menaiki wahana. Padahal itu belum ditambah dengan kepayahannya bangkit dari mabuk darat. Menertawakan kepayahan; sikap cemen; kekonyolan diri sendiri memang lebih baik daripada menghina orang lain sebagai bahan banyolan.

Di waktu yang sama, kebanyakan pasang mata memilih terpejam hingga sampai di satu musala untuk menunaikan salat Magrib. Rintik hujan menyelimuti malam sedang kami berlari kecil menuju musala. Mengingat ukuran musala lumayan ciut, akhirnya jamaah salat dibagi menjadi dua kelompok. Sekitar 20 menitan kami menghabiskan waktu untuk salat Magrib-Isya.

Seakan cacing menabuh usus, beberapa guru yang kelaparan akhirnya memesan semangkuk bakso guna menghangatkan tubuh. Seluruh peserta sudah genap, perjalanan pulang berlanjut. Kini, kami berjalan memecah kesucian. Kurang lebih sekitar pukul 20.30 WIB kami sampai di tujuan. 

Dari dalam bus tampak jelas, beberapa wali siswa bergegas menyambut kedatangan sang anak. Satu persatu siswa pamit pulang ke pelukkan sang Ibu. Sementara itu beberapa guru setia menunggu hingga sekolah benar-benar hening dari tanda kehidupan. Agenda selesai, saatnya merebahkan tubuh yang lelah.



Rabu, 19 November 2025

Sejarah Nabi Muhammad SAW



Gambar unduhan dari pinterest

Di sebuah rumah kecil ada seorang kakak yang sedang bercerita kepada adiknya tentag sejarah nabi Muhammad SAW. 

Kakak    : "Dik, kamu tau gak ini bulan apa? Bulan ini, bulan Maulid. Bulan dilahirkannya nabi         Muhammad SAW."

Adik       : "Nabi Muhammad SAW itu nabi kita ya, kak?"

Kakak     : "Iya. Sekarang kakak mau ceritakan kisahnya ya. Dengarkan baik-baik!"

Adik        : "Oke."

Kakak      : "Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tahun gajah, tanggal 12 Rabiul Awal."

Adik        : "Kenapa disebut tahun gajah, kak?"

Kakak      : "Karena raja Abrahah dan pasukan gajahnya ingin menyerah ka'bah tetapi atas perintah    Allah burung Ababil menghentikannya."

Adik        : "Oh, begitu."

Kakak     : "Iya, sekarang kakak lanjutkan ya!"

Adik        : "Oke, kak."

Kakak      : "Nabi Muhammad SAW kasihan dik, karena saat masih di dalam kandungan ayahnya sudah meninggal. Lalu saat nabi Muhammad berusia 6 tahun ibunya juga meninggal. Jadi Nabi Muhammad diasuh oleh kakeknya. Hayo... adik tau enggak siapa nama kakeknya?"

Adik        : "Hmmm.... Siapa ya? Oh, aku ingat Abdul Muthalib, kan kak?"

Kakak      : "Iya, betul. Tapi Nabi Muhammad SAW diasuh kakeknya tidak lama hanya sampai berusia 8 tahun. Setelah kakeknya wafat, Nabi Muhammad lantas diasuh oleh Abu Thalib, pamannya. Sejak remaja Nabi Muhammad menjadi pedagang bersama pamannya. Lalu ketika berusia 25 tahun Nabi Muhammad menikah dengan Khadeeja sehingga dikarunia 7 anak. Ketujuh anak tersebut yakni bernama Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Semua anak laki-lakinya sudah meninggal. Saat nabi Muhammad berusia 40 tahun beliau diangkat menjadi Rasulullah dengan diturunkannya surah Al-'Alaq ayat 1-5 di gua Hira. Kemudian di saat berusia 63 tahun beliau wafat di kota Madinah. Sedih sekali rasanya."

Adik        : "Hah, meninggal kenapa? Dibunuh?"

Kakak      : "Tidak. Nabi Muhammad meninggal karena sakit bukan dibunuh. Sudah ya ceritanya. Ini sudah malam. Kakak nagntuk. Besok kan harus bangun sebelum Subuh dan masuk sekolah."

Adik        : "Iya deh kak."


* Cerita ini karya ananda Najman Syarifa yang duduk di bangku kelas 5.



Minggu, 16 November 2025

Tadabur Alam Ala Perjusa

 

Dokpri Perjusa 2025 di Bumi Perkemahan Kampung Tani

SDIT Baitul Qur'an Tulungagung telah menghelat Perkemahan Jumat Sabtu (selanjutnya disebut: Perjusa) dengan penuh suka cita. Wajah-wajah sumringah melukiskan kegembiraan para siswa manakala kaki menginjak gerbang bumi perkemahan Kampung Tani. Tas digedong. Tongkat tegak digenggam. Restu orangtua mengiringi sepanjang kegiatan. 

Berpijak pada pengalaman sebelumnya, penghujung Oktober dan awal November (31/10-1/11) sengaja dipilih untuk perhelatan Perjusa. Mulanya pemilihan bulan dan tanggal ini diproyeksikan untuk menghindari musim penghujan ekstrem. Ekstrem di sini berarti hujan deras seharian tanpa henti bercampur angin kencang. 

Tapi apalah daya, pada akhirnya rencana tetap hanyalah rencana. Manusia hanya bisa merencanakan sementara qadarullah tetap berjalan. Perjusa tahun ini masih saja berselimut hujan. Kendati begitu keadaan tidak menyurutkan niat seluruh siswa-siswi untuk berkemah di buper Kampung Tani. 

Jumat, 31 Oktober 2025 pagi para siswa bertolak ke lokasi dengan diantar langsung oleh orangtua masing-masing. Petugas piket menyambut hangat kedatangan peserta kemah. Peserta diarahkan untuk mengumpulkan semua barang bawaan pribadi ataupun kelompok di pendopo. 

Beberapa ustadzah bertugas piket sementara para ustadz sibuk mengangkut barang kebutuhan kemah di sekolah. Mobil pick up sewaan jadi andalan dalam proses angkut-mengangkut. Tenda, tongkat, tambang pramuka, 2 karung beras, galon, telur, perbumbuan dapur, kompor plus gas elpiji melon, wajan, minyak dan lain sebagainya adalah barang yang harus diangkut. 

Kurang lebih 20 menit perjalanan hingga akhirnya pick up sampai di tujuan. Semua barang ditata secara gotong royong. Dewan asatidz/dzah dan siswa saling bahu-membahu meletakkan kebutuhan di pendopo. Setelah semua kebutuhan terangkut tanpa kekurangan apa pun panitia mengarahkan untuk menghelat upacara pembukaan. 

Upacara pembukaan Perjusa tahun 2025 dipimpin langsung oleh kamabigus. Dalam amatnya disampaikan, supaya seluruh peserta Perjusa khusyuk dalam momentum tadabur alam. Kegiatan Perjusa tidak lain adalah salah satu ajang hablum minal 'alam. Oleh karena itu diharapkan seluruh peserta selalu mengedepankan tutur kata dan sikap yang baik, taat pada aturan yang ada dan membiasakan izin jika hendak keluar dari lapangan utama kegiatan. 

Upacara selesai. Lima regu beserta kakak pendamping lantas mendirikan tenda masing-masing. Bambu diikat kuat menjadi tiang penyangga. Tenda berdiri tegak dikecangkan pasak yang ditancapkan ke dalam tanah. Tali pramuka menjadi pengikat dan penghubung efektif di antara bambu, pasak dan tenda. Bendera wosem, merah putih dan nyiur berkibar di depan tenda semua regu.

Satu jam setengah alokasi waktu mendirikan tenda. Muratal Al-Qur'an berkumandang merdu dari toak masjid tanda waktu menunaikan salat Jumat akan segera tiba. Seluruh peserta dan panitia laki-laki bergegas membersihkan diri. Tak berselang lama lantas seluruhnya menuju masjid terdekat dengan berjalan kaki. Terik mentari menjadi teman terbaik sepanjang perjalanan kala itu.

Satu jam penuh kami menunaikan salat Jumat dengan khusyuk. Sepulang dari masjid seluruh peserta dijamu dengan hidangan makan siang yang menggoyang lidah. Dahaga setengah hari terbayar sudah dengan makan siang. Tenaga  kembali pulih untuk melanjutkan kegiatan dengan beragam lomba. 

Lomba cerdas cermat,  archery, arum jeram dan lomba kebersihan tenda. Peserta begitu asyik mengikuti seluruh rangkaian lomba yang ada. Saking asyiknya bahkan dua anak panah inventaris sekolah sampai patah digunakan tanpa batas. Keseruan itu juga tampak dalam sesi lomba arum jeram. Dua ban inventaris buper Kampung Tani bahkan menjadi korban keaktifan anak-anak.

Rangkaian lomba dipungkas dengan turun hujan. Semua barang diungsikan ke pendopo tanpa terkecuali. Tenda yang berdiri tegak nasibnya sama persis seperti Perjusa tahun sebelumya. Basah kuyup tak ada sisa. Kendati begitu hujan deras justru menjadi momentum syahdu untuk asyik-masyuk peserta bermain.

Bendera kuyup dikibar-kibarkan. Lapangan becek menjadi arena sepak bola. Tak hanya itu bahkan sesekali mereka saling bergantian usil-mengusili. Baju kotor berlumur lumpur adalah pakaian terbaik versi mereka. Semakin kontor baju yang dikenakan kian asyik jalan permainan. 

Hujan mulai reda, semua peserta diarahkan untuk membersihkan diri di kamar mandi secara bergantian. Delapan kamar mandi pada kenyataannya tidak dapat menampung 52 orang peserta dalam waktu yang singkat. Empat puluh menit berlalu hingga akhirnya seluruh peserta selesai mandi dan siap menunaikan salat Asar dengan berjamaah. Ustadz Lazim tampil sebagai imam pada sesi salat berjamaah di pendopo ini.

Sembari menunggu waktu salat Magrib tiba seluruh peserta murojaah juz 30 bersama-sama dengan dipandu oleh dua orang yang hafalannya mudqin. Ananda Maqfiroh dan Abdul tampil dalam sesi ini. Kegiatan ini berakhir menjelang persiapan salat Magrib. 

Waktu Magrib tiba, beberapa siswa kembali mengambil air wudhu. Salat Magrib berjamaah ditunaikan dengan diimami oleh ustadz Roni. Setelah dzikir, siswa kembali melanjutkan murojaah dan disambung dengan makan malam. 

Kumandang azan terdengar lantang dari toak masjid menandakan waktu salat Isya telah tiba. Seluruh peserta segera menuntaskan makan malam dan merapikan tempat salat. Tak ketinggalan, Ananda Fadil mengambil peran sebagai muazin sedangkan Ananda Alka bersemangat melantunkan iqomah. Ustadz Imam tampil sebagai imam salat Isya.

Sesuai jadwal yang berlaku setelah salat Isya seharusnya momen api unggun. Akan tetapi karena kondisi di luar hujan belum reda total dan lapangan masih basah kuyup akhirnya jadwal diganti dengan nonton film bersama. Film diputar sesuai request peserta hingga waktu meraih mimpi. Saat beberapa film pendek horor diputar banyak wali siswa yang melakukan kunjungan. Sedangkan beberapa peserta sibuk menyeduh pop mie dengan kompor portebel yang mereka bawa.

Selain itu belum juga film berakhir diputar sudah ada beberapa siswa yang terlelap. Kegiatan hari pertama kemah ini ternyata lumayan melelahkan dan membuat mata berat menahan kantuk. Cuaca dingin seakan-akan meninabobokan sebagian di antara peserta dengan cepat. 

Waktu salat Subuh tiba. Satu persatu peserta dibangunkan untuk segera mengambil air wudhu. Sementara itu panitia pawon yang kebetulan sedang berhalangan semua sibuk menanak nasi, sayur dan lauk pauk yang akan dihidangkan untuk sarapan. Salat Subuh berjamaah ditegakkan dengan diimami oleh Ustadz Lazim. Lantas dilanjutkan dengan dzikir dan tadarus bersama mengkhatamkan juz 30.

Merenggangkan otot tubuh dengan olahraga pagi adalah kegiatan selanjutnya. Sesi olahraga diinstrukturi oleh kaka Nanda dan Fafa selaku pelatih pramuka dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dua puluh menit senam pagi cukup menyegarkan tubuh. Senam selesai, peserta diarahkan untuk membersihkan lingkungan sekitar, makan dan mandi pagi.

Setelah paras semua peserta ganteng dan cantik, pengumuman dikumandangkan bahwa kegiatan selanjutnya yakni apel pagi, hiking, lomba yel-yel dan sandi. Kegiatan lomba pamungkas ini dibingkai dalam satu kali jalan dalam kegiatan hiking. Jadi dalam kegiatan hiking ini memiliki enam pos utama yang di dalamnya meliputi pos yel-yel, sandi, kreativitas dan kekompakan. Setiap pos diisi oleh dua panitia penilai.

Rute hiking dibuat agak jauh jika dibandingkan dengan rute 2 tahun sebelumnya. Melewati pinggir sungai, pematang sawah, area pemakaman hingga pinggir jalan raya. Hiking dilakukan saat kondisi tanah masih belum benar-benar kering, sisa hujan semalam. Kita mungkin bisa membayangkan bagaimana kondisi sepatu para peserta.

Selepas hiking kegiatannya adalah istirahat sejenak, bersih-bersih dan salat dzuhur berjamaah. Kali ini ustadz Singgih tampil sebagai imam. Salat selesai, dilanjut sesi bersih-bersih dan bongkar tenda. Tak lama berselang, apel penutupuan berlangsung. Semua barang bawaan kembali diangkut ke mobil pick up hingga tak tersisa.

Selebihnya sayonara. Seluruh siswa dijemput kembali oleh orang tua masing-masing. Melalui kegiatan Perjusa ini semoga seluruh siswa-siswi semakin cinta terhadap alam. Utamanya peduli akan kebersihan dan sadar akan pentingnya kelestarian seluruh ekosistem yang ada di alam demi kelangsungan generasi selanjutnya. 








Minggu, 26 Oktober 2025

Ada Tawa di Trial Claas Perdana

 

Dokpri Kegiatan Trial Class Perdana SDIT Baitul Quran

SDIT Baitul Qur'an sukses menghelat Trial Class perdana. Kegiatan Trial Class merupakan salah satu dari rangkaian program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026. Perhelatan Trial Class dalam SPMB tahun ajaran baru ini diagendakan sebanyak tiga kali. Sabtu, 18 Oktober 2025 menjadi momentum yang perdana.

Sejumlah 116 peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Para peserta berasal dari beberapa lembaga sekitar di antaranya: TKIT Baitul Qur'an, TK Dharma Wanita Simo, TK Dharma Wanita Ketanon, TK Sahara Winong dan TK At-Taqwa. Mayoritas peserta hadir diantar langsung orang tua masing-masing. 

Rupa-rupa warna seragam yang dikenakan peserta secara tidak langsung mengidentifikasi dari mana mereka berasal. Umumnya seragam anak TK selalu cerah ceria. Tampil mencolok jika dibandingkan dengan jenjang sekolah lain. 

Warna cerah dipandang sangat menarik bagi anak-anak. Kuncinya: warna menarik mudah dikenal dan diingat. Alhasil, merujuk pada warna pakaian yang sama maka dengan mudah mereka  dapat mengenal di mana teman satu sekolah berkumpul. Disadari atau tidak, bagi mereka kelompok adalah zona nyaman saat berada di tempat baru. 

Kurang lebih setengah delapan para peserta mulai datang berduyun-duyun. Orang tua diarahkan memarkir motor di tempat yang telah disediakan panitia. Lantas, mengisi absensi registrasi untuk mengambil nomor peserta. Nomor dipasang di dada sebelah kanan. 

Sebelum memasuki ruangan, seluruh peserta dibimbing duduk di teras TKIT Baitul Quran. Setelah seluruh peserta memenuhi kuota pendaftaran barulah dikondisikan di tempat khusus. Halaman utama menjadi saksi bisu para peserta berkumpul. 

Ustadzah Asna, Ustadzah Rini dan Ustadzah Safina tampil memandu rangkaian acara. Para peserta diberi penjelasan mengenai tahapan kegiatan yang akan dijalani beberapa jam ke depan. Tak lupa, sebagai pendekatan, MC memperkenalkan dewan guru yang bertugas, nama sekolah hingga yel-yel khusus Trial Class. 

Agenda dimulai dengan tahfidzul qur'an. Surat-surat pendek dibaca bersama dengan dipandu guru tahfidz. Ustazdah Manda dkk tampil ciamik dalam sesi ini. 

Tak berselang lama, kegiatan dilanjutkan senam pagi. Ustadzah Widya dkk dengan lihai memandu satu gerakan menuju gerakan yang mengasyikkan sekaligus candu. Saking candunya mayoritas peserta sepakat mengulang senam hingga dua kali putaran. 

Senam selesai disambung dengan lomba estafet bendera. Dalam sesi ini para peserta dibuat menjadi beberapa kelompok. Sebelum memindahkan bendera, mereka harus melompati empat garis terlebih dahulu. Garis-garis tersebut dibuat secara organik dari arang yang digoreskan.

Dewan juri membelakkan kedua mata dengan selebar-lebarnya untuk menentukan kelompok mana yang finish terlebih dahulu. Sebegai hadiah, para pemenang mendapatkan snack yang telah disediakan panitia. Sorak sorai gembira mewarnai alur perlombaan. 

Peserta yang sudah lomba estafet digiring untuk melakukan lomba menyusun kata. Huruf demi huruf disusun untuk membentuk satu kata yang baik dan benar. Huruf yang bercecer tersebut lantas ditempel di kertas hvs yang telah disediakn petugas. Setiap kelompok yang berhasil menyelesaikan tantangan maka mendapatkan hadiah snack.

Mewarnai tas jinjing menjadi kegiatan pamungkas para peserta. Tas kanvas yang berpola gambar tertentu diberikan secara merata. Pola gambar yang harus diwarnai para peserta yakni bunga matahari, gunung berlatar pohon kelapa, perahu dan gurita. 

Mulanya panitia hanya menyediakan tas kanvas dengan pola gambar gunung berlatar pohon kelapa. Akan tetapi seiring dengan membludaknya pendaftaran peserta akhirnya panitia harus memesan tas kanvas polos. Tak kehabisan akal, pada akhirnya panitia membuat pola gambar manual secara mandiri.  

Pola gambar bunga matahari, perahu dan gurita adalah bukti konkret dewan guru memiliki jiwa seni yang tinggi. Meski kemudian hasilnya harus diakui, jauh dari kesempuranan. Tapi sungguh tidak masalah. Justru yang demikian menunjukkan kreativitas yang murni. 

Pukul sepuluh tepat, kegiatan Trial Class perdana akhirnya rampung. Lagu illa liqo dikumandangkan lantas dipungkas doa kafaratul majelis. Tas kanvas yang telah diwarna diberikan kepada para peserta sebagai oleh-oleh. 

Sebegai penyempurna masing-masing anak diberikan jus buah semangka, melon dan susu serta donat. Tak ketinggalan brosur pendaftaran SPMB Tahun Ajaran 2025/2026 turut dimasukkan ke dalam tas kanvas setiap anak. Setidaknya ada pergerakan double movement yang telah panitia lakukan selain memberikan pengenalan dan pengetahuan seputar profil SDIT Baitul Quran yang didapuk oleh ketua yayasan langsung. 

Ya, memang kami mafhum betul, bahwa dalam menentukan jenjang sekolah lajutan itu tergantung pada dua belah pihak. Anak yang berkeinginan dan orang tua yang merestui. Jika keinginan dan restu kedua belah pihak tidak bertemu jangan harap proses pendidikan akan berjalan dengan baik. Sebab berpendidikan itu akan sukses jika dijalani dengan sungguh-sungguh dan keridaan antara anak dan orang tua yang menyokong plus medoakan. 

Akhirnya kami (panitia) harus dengan tulus dan jujur harus menyatakan, semoga kegiatan trial class ini menggugah hati anak dan orang tua yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Besar harapan trial class dapat menambah kuantitas keluarga besar SDIT Baitul Qur'an di tahun jaran 2025/2026. Allahuma Amin.

Berikut beberapa dokumentasi kegiatan trial class perdana SDIT Baitul Qur'an: