Senin, 31 Agustus 2026

Konsistensi Proaktif Kompetisi

 

Dokpri Ananda Qadira mengikuti kejuaran panahan kejurprov

Medali Kedua di Cabang Renang

 

Dokpri ananda Rahman dengan mendali perak di cabang renang

Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an kembali harum atas torehan prestasi yang diraih ananda Rahman (sapaan akrab dari Muhammad Noor Rahmansyah Sayuti kelas 4) di cabang olahraga renang. Mendali perak ia peroleh setelah menduduki peringkat kedua dalam ajang kejuaraan renang antarpelajar tingkat kabupaten Tulungagung. Prestasi moncer yang selaiknya disyukuri dengan mengucapkan hamdalah bersama-sama, Alhamdulillahi robbil 'alamin. 

Ini adalah kali kedua ananda Rahman mempersembahkan prestasi di cabang renang. Sebelumnya di bulan Juni semester genap ia mendapatkan mendali perunggu setelah finish di posisi ketiga dalam kejuaraan renang yang diadakan oleh KKGO Rejotangan. Kendati demikian juara ketiga dalam percobaan kejuaraan renang yang diikuti pertama kali adalah hal yang luar biasa. 

Dokpri ananda Rahman dengan mendali perunggu

Torehan demi torehan ini membuktikan bahwa ia tidak hanya kompeten dalam bidang keagamaan, khususnya pidato. Seluruh sumber daya lembaga mafhum betul bahwa Rahman adalah langganan juara dalam pidato. Terakhir ia menyabet juara 2 pidato di tingkat kecamatan Kedungwaru dalam perayaan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang diadakan oleh KKG PAIBP. 

Rekam jejak prestasi yang membanggakan tersebut tentu akan menjadi jembatan tumbuh kembang ananda Rahman yang gemilang di masa depan. Kita juga menyelipkan harapan, semoga jiwa-jiwa kompetitif yang ada dalam diri Rahman dapat tertular pada seluruh murid SDIT Baitul Qur'an. Alhasil akan tumbuh generasi unggul untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan dan meningkatkan kualitas diri. 

Ibrah yang dapat dipetik dari torehan ini sejatinya ananda Rahman sedang mengimplementasikan semangat fastabiqul khairot (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan cara bersyukur atas nikmat diebrikannya akal dan kesehatan. 

Berani Tampil Sudah Luar Biasa

 

Dokpri Ananda Yusuf kelas 5 mengikuti lomba pidato bahasa Inggris

Tulungagung-Bulan kemerdekaan dimeriahkan dengan berbagai lomba. Salah satu diantaranya yakni kompetisi dalam bidang akademik. Tak terkecuali kelompok kerja guru (KKG) mata pelajaran Bahasa Inggris kecamatan Kedungwaru tahun ini menghelat speech competition jenjang sekolah dasar.

Dalam rangka memeriahkan acara, SDIT Baitul Qur'an menunjuk ananda Yusuf kelas 5 untuk tampil. Berbagai persiapan dirangcang dengan matang selama beberapa hari. Teks, gerakan dan mimik wajah ditata sedemikian rupa. Seluruh persiapan dibimbing langsung oleh Ustadzah Asna selaku pengampu mata pelajaran Bahasa Inggris. 

Kompetisi berlangsung di aula UPASP kecamatan Kedungwaru. Ananda tampil sesuai nomor urut. Alhamdulillah, ananda dapat tampil dengan maksimal dan tanpa kendala apa pun meski belum mencapai hasil yang terbaik. 

Kendati begitu dengan proaktif mengikuti kompetisi setidaknya akan menjadi pengalaman yang berkesan bagi ananda. Bukan sekadar pengalaman yang menguap melainkan menambah jejaring pertemanan dan mampu menjadi batu pijakan pengetahuan, persiapan mental dan fisik untuk menyongsong kompetisi di lain waktu. Bekal ampun untuk melejitkan diri di kesempatan yang akan datang. Tabik!


Tubuh Sehat Menjaga Semangat

 

Dokpri para murid berjalan kaki

Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an mengadakan gerak jalan setelah libur panjang. Tak dapat dinapikan, saat libur panjang banyak orang yang menghabiskan waktu dengan rebahan, main game atau bahkan enggan untuk sekadar menggerakan badan. Di zaman teknologi digital, sekarang rerata mayoritas orang lebih suka menjadi manusia ruang. Menghabiskan waktu dengan bermain gawai di kamar sendirian.

Tentu yang demikian itu akan menyebabkan kesehatan terganggu. Seluruh otot badan menjadi kaku. Otot-otot yang kaku harus direnggangkan dan dilatih secara berkala dengan berolahraga. Terlebih riset kesehatan menyebutkan jalan kaki adalah olahraga sehat yang murah meriah. Olahraga yang bermanfaat bagi semua kalangan namun sering disepelekan, terlebih di era sekarang yang serba instan berjalan kaki dipandang simbol kepayahan. 

Agenda jalan-jalan santai ini juga ditujukan supaya semua murid mampu mengenal lingkungan sekitar sekolah. Bukan sekadar mengenal namun dapat memetakan ruas jalan menuju sekolah, dapat bersosialisasi dengan warga sekitar dan mengetahui batasan ruang terbuka untuk dinikmati oleh khalayak umum.

Melalui jalan santai ini semoga tubuh semua murid menjadi tambah sehat, semakin akrab dengan warga sekitar utamanya untuk syiar lembaga dan mengenal jalan bilamana mereka tersesat. Tubuh yang sehat menjadi amunisi yang baik untuk menyongsong proses pembelajaran berikutnya. 

Kedepannya, semoga semua murid dapat menjadikan jalan santai di lingkungan sekitar sekolah sebagai pembiasaan meski itu dilakukan seminggu sekali. Tabik!

Minggu, 30 Agustus 2026

Asyiknya MPLS

 

Dokpri flyer kembali masuk sekolah 

Tulungagung-SDIT dan TKIT Baitul Qur'an kembali masuk sekolah setelah libur panjang. Senin (13/7/2026) ketiga di bulan Juli menjadi saksi bisu tersumatnya semangat belajar di dalam diri masing-masing murid. Terlebih di hari yang sama menyambut bergabungnya murid baru secara resmi. Murid baru kelas 1 berbaris rapi dengan pakaian muslim seraya bergelut dengan rasa malu yang menggelayut jelas dalam diri. 

Sebelum pembukaan MPLS didengungkan, masing-masing murid baru dipanggil ke depan guna melakukan perkenalan diri. Rasa gugup dan malu bersatu padu tergambar jelas dari raut wajah yang memerah. Nama lengkap, nama panggilan dan alamat rumah terlontar manis dari mulut mungil mereka. 

Ada yang pemberani, malu, pelan suaranya hingga tersenyum kecil memecah suasana. Petuah-petuah kebaikan disampaikan kepada seluruh murid selaku kakak kelas guna memberi contoh, membimbing dan menyayangi adik kelasnya dengan sangat baik. Bagaimana pun sang adik akan gemar meniru kebiasaan kakak kelasnya selama mereka berada di lingkungan sekolah. Hal ini yang perlu diperhatikan lebih.

Gema takbir dipekikkan bersama sebanyak tiga kali sebagai tanda MPLS dibuka. Selanjutnya murid baru wajib mengikuti rangkaian agenda MPLS selama seminggu penuh: Saling mengenal teman, mengenal lingkungan sekolah, mengenal dewan guru, mengidentifikasi makan sehat dan tidak sehat, mengenal lingkungan bersih dan kotor, dan mengecek kesehatan. Tentu sepanjang agenda masa pengenalan lingkungan sekolah tersebut senantiasa diselipkan ice breaking dan happy fun game. 

Proses asesmen diagnostik ini adalah modal awal untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk murid, membangun ikatan emosional antarmurid dan murid dengan guru kelas. Dampaknya, selepas masa pengenalan lingkungan sekolah murid baru tidak sungkan dengan dewan guru, mengerti aturan interaksi dan tahu betul ruang mana saja boleh mereka jajaki.

Tak hanya kelas 1, pada kenyataannya kelas 2-6 juga menghelat MPLS selama 3 hari berturut-turut. Selama 3 hari guru kelas melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan potensi, kecenderungan dan metode belajar yang efektif untuk keberlangsungan proses pembelajaran di kelas masing-masing. 
 


Mengenal Keluarga Baru

 

Dokrpi Murid Baru tahun ajaran 2026/2027


Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an sukses menghelat giat observasi calon murid baru tahun ajaran 2026/2027. Merujuk data administrasi terdapat 14 orang murid yang telah memastikan diri bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Baitul Qur'an. Kendati begitu saat pelaksanaan acara masih ada seorang murid yang belum bisa hadir dalam acara tersebut.

Giat observasi dilaksanakan dalam rangka meninjau potensi dan kemampuan setiap murid baru. Aspek yang diuji mecakup kognitif, psikimotorik dan apektif; berhitung, membaca, menulis dan baca tulis Al-Qur'an. Masing-masing murid dipanggil urut untuk diuji sesuai absensi yang telah disediakan. Lantas, hasil observasi dijadikan sebagai pedoman bagaiamana baiknya guru melakukan pendekatan, menggunkan metode dan media yang efektif dalam proses pembelajaran. 

Hasil observasi juga menjadi modal penting untuk mengklasifikasikan murid yang sudah bisa baca tulis dan mengaji dengan murid yang masih belum bisa. Klasifikasi ini membantu guru kelas untuk menentukan penempaan yang berbeda termasuk dalam menentukan level kelas tahfidz. Di sinilah peran guru pendamping bekerja. 

Tak hanya sebagai ajang meninjau potensi, kemampuan dan karakter murid, giat observasi juga sangat bermanfaat untuk sosialisasi terkait budaya yang berlaku di SDIT Baitul Qur'an, menyampaikan program semester dan tahunan serta mengukur seragam. 

Saat setiap calon murid baru sibuk diuji, para orang tua diberi bekal dan pandangan dari yayasan dan dewan guru bahwa bergabung menjadi bagian dari Lembaga Pendidikan Islam Tahfidz Baitul Quran adalah pilih tepat. Sebab sekolah kami menanamkan adab islami, pengetahuan agama dan pegetahuan umam dalam porsi yang adil sehingga mampu menjadi generasi emas di masa yang akan datang.

Langkah Baru dengan Integrasi Ilmu

 

Dokpri Upgradig Guru bersama Ustadz Imam Mawardi

Tulugagung-LPIT Baitul Qur'an (8/7/2026) menyambut tahun ajaran baru dengan mengevaluasi rekam jejak kurikulum satuan pedidikan dan memantapkan lagkah baru. Integrasi ilmu menjadi visi misi baru yang dipancangkan kuat dalam keberlangsungan lembaga. Utamanya, mengedepankan inovasi guru dan penanaman adab islami adalah modal penting dalam menghadapi zaman yang kian absurd. 

Ustadz Imam Mawardi (pendiri Lembaga Pendidikan Islam Al Azhaar) sebagai pemateri menawarkan ide yang sangat menarik untuk disikapi dan ditindaklanjuti dengan bijak. Dalam pandangan beliau, langkah integrasi ilmu dimulai dengan mendefinisikan kembali peran guru selama di sekolah. Jika sebelumnya guru mengambil posisi sebagai pembimbing mutlak maka harus diubah menjadi seorang fasilitator pembelajaran, menjalankan Project Based Leearning, mentor berbasis karya, KBM berbasis IT, membangun ekosistem kelas, adaptatif terhadap perkembangan murid dan harus membanung sinergi yang baik dengan wali murid.

Guru yang demikian tentu harus dibekali dengan komtensi yang baik, proaktif pengembangan diri: mengikuti seminar, workshop, pelatihan, webinar, pratikum dan memiliki penguasan IT yang baik. Platform pembelajaran, media ienteraktif dan fasilits digital harus menjadi makan sehari-hari. Sikap menarik diri atas perkembangan dunia digital adalah bentuk dari kemunduran atas kesempatan untuk maju dan mengembangkan diri.

Selain menyibukkan diri dalam pengembangan skill dan potesi diri, guru juga harus pandai menempa (muhasabah) diri jauh ke dalam diri untuk berkembang. Penempaan itu dimulai dengan membiasakan musyawarah dan fikr (critical thinking), ikhtiar dan tawakal (creativity), ta'awaun dan sinergi (collaboration), sosialisasi dan relasi (communication). 

Apabila sumber daya lembaga sudah tertata maka mulailah merancang kurikulum satuan pendidikan yang fokus pada integrasi ilmu. Background sebagai sekolah islam harus menjadi dasar, sehingga pelajaran pertama kali yang diajarkan pada murid adalah Diniyah. Agama sebagai modal penting generasi robbani untuk tidak terbawa arus zaman yang kian chaos. Selanjutnya murid diajarkan Matematika, Sains, Bahasa Inggris-Bahasa Arab, teknologi, berkaya digital dan pendidikan jasmani. Semua mata pelajaran tersebut dalam implementasinya dapat diintegrasikan sesuai materi pembahasan yang saling beririsan satu sama lain. Utamanya proses pembelajaran berbasis proyek.

Proses pembelajaran berbasis proyek ini dipandang jauh lebih efektif karena melibatkan murid dari awal hingga akhir. Senasi pengalaman, perjuangan dan menikmati proses menjadi pemantik materi pelajaran melekat di dalam diri setiap murid. Terlebih guru berperan sebagai fasilitator, pendamping dan teman diskusi sepanjang proyek berlangsung.

Tentu yang demikian akan berdampak pada output murid yang berkualitas, memiliki skill dan kemahiran. Murid rajin ibadah sekaligus mahir materi Diniyah, mendulang akademik yang unggul, mandiri dan berkarya, sehat jasmani, setia kawan dan empati akan menjadi profil lulusan Baitul Quran yang siap bersinar di hiruk-pikuk zaman.