Dokpri Perjusa 2025 di Bumi Perkemahan Kampung Tani
SDIT Baitul Qur'an Tulungagung telah menghelat Perkemahan Jumat Sabtu (selanjutnya disebut: Perjusa) dengan penuh suka cita. Wajah-wajah sumringah melukiskan kegembiraan para siswa manakala kaki menginjak gerbang bumi perkemahan Kampung Tani. Tas digedong. Tongkat tegak digenggam. Restu orangtua mengiringi sepanjang kegiatan.
Berpijak pada pengalaman sebelumnya, penghujung Oktober dan awal November (31/10-1/11) sengaja dipilih untuk perhelatan Perjusa. Mulanya pemilihan bulan dan tanggal ini diproyeksikan untuk menghindari musim penghujan ekstrem. Ekstrem di sini berarti hujan deras seharian tanpa henti bercampur angin kencang.
Tapi apalah daya, pada akhirnya rencana tetap hanyalah rencana. Manusia hanya bisa merencanakan sementara qadarullah tetap berjalan. Perjusa tahun ini masih saja berselimut hujan. Kendati begitu keadaan tidak menyurutkan niat seluruh siswa-siswi untuk berkemah di buper Kampung Tani.
Jumat, 31 Oktober 2025 pagi para siswa bertolak ke lokasi dengan diantar langsung oleh orangtua masing-masing. Petugas piket menyambut hangat kedatangan peserta kemah. Peserta diarahkan untuk mengumpulkan semua barang bawaan pribadi ataupun kelompok di pendopo.
Beberapa ustadzah bertugas piket sementara para ustadz sibuk mengangkut barang kebutuhan kemah di sekolah. Mobil pick up sewaan jadi andalan dalam proses angkut-mengangkut. Tenda, tongkat, tambang pramuka, 2 karung beras, galon, telur, perbumbuan dapur, kompor plus gas elpiji melon, wajan, minyak dan lain sebagainya adalah barang yang harus diangkut.
Kurang lebih 20 menit perjalanan hingga akhirnya pick up sampai di tujuan. Semua barang ditata secara gotong royong. Dewan asatidz/dzah dan siswa saling bahu-membahu meletakkan kebutuhan di pendopo. Setelah semua kebutuhan terangkut tanpa kekurangan apa pun panitia mengarahkan untuk menghelat upacara pembukaan.
Upacara pembukaan Perjusa tahun 2025 dipimpin langsung oleh kamabigus. Dalam amatnya disampaikan, supaya seluruh peserta Perjusa khusyuk dalam momentum tadabur alam. Kegiatan Perjusa tidak lain adalah salah satu ajang hablum minal 'alam. Oleh karena itu diharapkan seluruh peserta selalu mengedepankan tutur kata dan sikap yang baik, taat pada aturan yang ada dan membiasakan izin jika hendak keluar dari lapangan utama kegiatan.
Upacara selesai. Lima regu beserta kakak pendamping lantas mendirikan tenda masing-masing. Bambu diikat kuat menjadi tiang penyangga. Tenda berdiri tegak dikecangkan pasak yang ditancapkan ke dalam tanah. Tali pramuka menjadi pengikat dan penghubung efektif di antara bambu, pasak dan tenda. Bendera wosem, merah putih dan nyiur berkibar di depan tenda semua regu.
Satu jam setengah alokasi waktu mendirikan tenda. Muratal Al-Qur'an berkumandang merdu dari toak masjid tanda waktu menunaikan salat Jumat akan segera tiba. Seluruh peserta dan panitia laki-laki bergegas membersihkan diri. Tak berselang lama lantas seluruhnya menuju masjid terdekat dengan berjalan kaki. Terik mentari menjadi teman terbaik sepanjang perjalanan kala itu.
Satu jam penuh kami menunaikan salat Jumat dengan khusyuk. Sepulang dari masjid seluruh peserta dijamu dengan hidangan makan siang yang menggoyang lidah. Dahaga setengah hari terbayar sudah dengan makan siang. Tenaga kembali pulih untuk melanjutkan kegiatan dengan beragam lomba.
Lomba cerdas cermat, archery, arum jeram dan lomba kebersihan tenda. Peserta begitu asyik mengikuti seluruh rangkaian lomba yang ada. Saking asyiknya bahkan dua anak panah inventaris sekolah sampai patah digunakan tanpa batas. Keseruan itu juga tampak dalam sesi lomba arum jeram. Dua ban inventaris buper Kampung Tani bahkan menjadi korban keaktifan anak-anak.
Rangkaian lomba dipungkas dengan turun hujan. Semua barang diungsikan ke pendopo tanpa terkecuali. Tenda yang berdiri tegak nasibnya sama persis seperti Perjusa tahun sebelumya. Basah kuyup tak ada sisa. Kendati begitu hujan deras justru menjadi momentum syahdu untuk asyik-masyuk peserta bermain.
Bendera kuyup dikibar-kibarkan. Lapangan becek menjadi arena sepak bola. Tak hanya itu bahkan sesekali mereka saling bergantian usil-mengusili. Baju kotor berlumur lumpur adalah pakaian terbaik versi mereka. Semakin kontor baju yang dikenakan kian asyik jalan permainan.
Hujan mulai reda, semua peserta diarahkan untuk membersihkan diri di kamar mandi secara bergantian. Delapan kamar mandi pada kenyataannya tidak dapat menampung 52 orang peserta dalam waktu yang singkat. Empat puluh menit berlalu hingga akhirnya seluruh peserta selesai mandi dan siap menunaikan salat Asar dengan berjamaah. Ustadz Lazim tampil sebagai imam pada sesi salat berjamaah di pendopo ini.
Sembari menunggu waktu salat Magrib tiba seluruh peserta murojaah juz 30 bersama-sama dengan dipandu oleh dua orang yang hafalannya mudqin. Ananda Maqfiroh dan Abdul tampil dalam sesi ini. Kegiatan ini berakhir menjelang persiapan salat Magrib.
Waktu Magrib tiba, beberapa siswa kembali mengambil air wudhu. Salat Magrib berjamaah ditunaikan dengan diimami oleh ustadz Roni. Setelah dzikir, siswa kembali melanjutkan murojaah dan disambung dengan makan malam.
Kumandang azan terdengar lantang dari toak masjid menandakan waktu salat Isya telah tiba. Seluruh peserta segera menuntaskan makan malam dan merapikan tempat salat. Tak ketinggalan, Ananda Fadil mengambil peran sebagai muazin sedangkan Ananda Alka bersemangat melantunkan iqomah. Ustadz Imam tampil sebagai imam salat Isya.
Sesuai jadwal yang berlaku setelah salat Isya seharusnya momen api unggun. Akan tetapi karena kondisi di luar hujan belum reda total dan lapangan masih basah kuyup akhirnya jadwal diganti dengan nonton film bersama. Film diputar sesuai request peserta hingga waktu meraih mimpi. Saat beberapa film pendek horor diputar banyak wali siswa yang melakukan kunjungan. Sedangkan beberapa peserta sibuk menyeduh pop mie dengan kompor portebel yang mereka bawa.
Selain itu belum juga film berakhir diputar sudah ada beberapa siswa yang terlelap. Kegiatan hari pertama kemah ini ternyata lumayan melelahkan dan membuat mata berat menahan kantuk. Cuaca dingin seakan-akan meninabobokan sebagian di antara peserta dengan cepat.
Waktu salat Subuh tiba. Satu persatu peserta dibangunkan untuk segera mengambil air wudhu. Sementara itu panitia pawon yang kebetulan sedang berhalangan semua sibuk menanak nasi, sayur dan lauk pauk yang akan dihidangkan untuk sarapan. Salat Subuh berjamaah ditegakkan dengan diimami oleh Ustadz Lazim. Lantas dilanjutkan dengan dzikir dan tadarus bersama mengkhatamkan juz 30.
Merenggangkan otot tubuh dengan olahraga pagi adalah kegiatan selanjutnya. Sesi olahraga diinstrukturi oleh kaka Nanda dan Fafa selaku pelatih pramuka dari UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Dua puluh menit senam pagi cukup menyegarkan tubuh. Senam selesai, peserta diarahkan untuk membersihkan lingkungan sekitar, makan dan mandi pagi.
Setelah paras semua peserta ganteng dan cantik, pengumuman dikumandangkan bahwa kegiatan selanjutnya yakni apel pagi, hiking, lomba yel-yel dan sandi. Kegiatan lomba pamungkas ini dibingkai dalam satu kali jalan dalam kegiatan hiking. Jadi dalam kegiatan hiking ini memiliki enam pos utama yang di dalamnya meliputi pos yel-yel, sandi, kreativitas dan kekompakan. Setiap pos diisi oleh dua panitia penilai.
Rute hiking dibuat agak jauh jika dibandingkan dengan rute 2 tahun sebelumnya. Melewati pinggir sungai, pematang sawah, area pemakaman hingga pinggir jalan raya. Hiking dilakukan saat kondisi tanah masih belum benar-benar kering, sisa hujan semalam. Kita mungkin bisa membayangkan bagaimana kondisi sepatu para peserta.
Selepas hiking kegiatannya adalah istirahat sejenak, bersih-bersih dan salat dzuhur berjamaah. Kali ini ustadz Singgih tampil sebagai imam. Salat selesai, dilanjut sesi bersih-bersih dan bongkar tenda. Tak lama berselang, apel penutupuan berlangsung. Semua barang bawaan kembali diangkut ke mobil pick up hingga tak tersisa.
Selebihnya sayonara. Seluruh siswa dijemput kembali oleh orang tua masing-masing. Melalui kegiatan Perjusa ini semoga seluruh siswa-siswi semakin cinta terhadap alam. Utamanya peduli akan kebersihan dan sadar akan pentingnya kelestarian seluruh ekosistem yang ada di alam demi kelangsungan generasi selanjutnya.