Selasa, 03 Februari 2026
Trial Class Jilid 2
Belajar dari Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
Isra Mi'raj menjadi inspirasi tema isi mading sekolah bulan Januari. Nadi kehidupan mading utama sekolah memang belakangan menjadi tanggung jawab bersama. Kebetulan yang mendapatkan giliran mengisi manding Januari adalah kelas 2.
Kendati murid kelas 2 hanya berjumlah sembilan orang akan tetapi semua murid memiliki antusias yang tinggi, mengisi mading dengan karya. Karya yang berhasil dipajang di mading di antaranya kisah perjalanan singkat peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW: mulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha sampai dengan mendapatkan perintah mendirikan salat 5 waktu.
Tak lupa digambarkan pula di setiap lapisan langit Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Nabi siapa saja. Pernak-pernik langit bertulisan nama nabi itu dipasang sedimikian rupa sesuai runtut peristiwa. Tak lupa di lengkapi dengan masjid, ka'bah dan orang yang menunggangi unta.
Selain itu mading juga diisi dengan puisi yang menggambarkan perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Saw. Terdapat satu puisi dengan tajuk: Isra Mi'raj yang dipajang. Untuk lebih jelasnya gambaran isi puisi dalam mading tersebut dapat dilihat dan dibaca saksama dari gambar berikut.
Dua pantun dengan tema Isra Mi'raj juga dipajang. Setelah dicermati lebih dalam dua pantun tersebut pada kenyataanya mendedah fokus yang berbeda: mengingat dan menyambut. Lebih jelasnya dapat dibaca melalui gambar di bawah ini.
Melalui mading edisi khusus peringatan hari Isra Mi'raj ini semoga menjadikan para murid semakin kenal, dekat dan cinta kepada Rasulnya. Amin.
Senin, 26 Januari 2026
Meningkatkan Ketaqwaan dengan Mneladani Isra Mi'raj Rasulullah SAW
Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an (17/1/2025) menghelat refleksi Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1448 H di penghujung minggu ketiga Januari. Kendati hari sebelumnya tanggal merah peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW namun seluruh murid semangat mengikuti kegiatan refleksi. Khusus hari itu seluruh murid mengenakan pakaian muslim. Seragam pramuka mereka disimpan sejenak.
Berbeda dengan refleksi Isra Mi'raj 1447 H sebelumnya pada kesempatan ini seluruh murid diarahkan untuk mengasah potensi melalui dua lomba. Kelas bawah: 1, 2 dan 3 mengikuti lomba mewarna kaligrafi sedangkan kelas atas: 4, 5 dan 6 terlibat aktif dalam lomba membuat puisi religi.
Ada proyeksi masif yang digalakan, bahwa momentum ini dapat dijadikan sebagai ajang menjaring murid yang memiliki potensi untuk kedua cabang lomba. Barangkali saja melalui perhelatan dua lomba tersebut mampu mengkonstruk dua hal: Meningkatkan ghiroh kompetitif di antara murid internal lembaga dan menjadikan para juara sebagai nominasi di cabang lomba tersebut untuk jenjang selanjutnya. Baik itu kompetisi di tingkat desa, kecamatan, kabupaten atau mungkin provinsi.
Sekitar 1 jam lebih seluruh murid mengikuti lomba dengan cermat. Lima belas menit selanjutnya seluruh murid menikmati waktu beristirahat. Mereka berhaamburan menuju kantin, memborong jajan yang disukai.
Bel berbunyi, seluruh murid diarahkan menuju teras TK. Sepanjang teras penuh dengan murid. Beberapa guru membaur di sela-sela mereka.
Ustadz M. Lazim Abidin, M. Pd. tampil sebagai pemberi materi dalam sesi refleksi. Ia menerangkan tahapan perjalanan Isra Mi'raj Nabi yang penuh makna. Kejadian demi kejadian yang tampak di depan mata; bertemu dengan para Nabi terdahulu di setiap lapisan langit sungguh menjadi pelajaran hidup.
Titah menunaikan salat wajib 5 waktu adalah hadiah yang luar biasa untuk umatnya. Waktu istimewa untuk interaksi antara makhluk dengan sang Pencipta sekaligus menyampaikan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarganya. Salat adalah momentum seorang hamba untuk menyucikan dan menentramkan jiwa setelah diuji dengan hiruk-pikuk dunia yang kian menggila.
Melalui refleksi ini semoga kita semua selaku umat islam dapat menjadi golongan yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, bahwa orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari hari sebelumnya. Sebaliknya, orang-orang yang merugi adalah mereka yang lebih buruk dari hari sebelumnya.
Tak lupa para pemenang dua cabang lomba lantas diberikan sertifikat dan piala selepas upacara hari Senin. Para pemenang tersebut yakni:
Lomba Mewarna Kaligrafi
1. Aruna Calista
2. Alfira Dzakiyatul H.
3. Alanna Qadwal Khadeeja
Lomba Menulis Puisi
1. Revalina Beauty N.
2. Asyifa Parisya A.
3. M. Mustofa Al Azami
Sebagai penutup, mari tingkatkan kualitas ibadah kita dengan salat 5 waktu di awal waktu dengan berjamaah di masjid. Ingat, kualitas hidup kita tergantung pada cara kita menunaikan ibadah salat. Wallahu a'lamu bissawab.
Minggu, 25 Januari 2026
Ada Kebahagiaan di Santerra De Laponte


.jpeg)



.jpeg)





.jpeg)

.jpeg)