Senin, 26 Januari 2026

Meningkatkan Ketaqwaan dengan Mneladani Isra Mi'raj Rasulullah SAW

 

Dokpri KS dengan Para Murid Pemenang

Tulungagung-SDIT Baitul Qur'an (17/1/2025) menghelat refleksi Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1448 H di penghujung minggu ketiga Januari. Kendati hari sebelumnya tanggal merah peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW namun seluruh murid semangat mengikuti kegiatan refleksi. Khusus hari itu seluruh murid mengenakan pakaian muslim. Seragam pramuka mereka disimpan sejenak. 

Berbeda dengan refleksi Isra Mi'raj 1447 H sebelumnya pada kesempatan ini seluruh murid diarahkan untuk mengasah potensi melalui dua lomba. Kelas bawah: 1, 2 dan 3 mengikuti lomba mewarna kaligrafi sedangkan kelas atas: 4, 5 dan 6 terlibat aktif dalam lomba membuat puisi religi. 

Ada proyeksi masif yang digalakan, bahwa momentum ini dapat dijadikan sebagai ajang menjaring murid yang memiliki potensi untuk kedua cabang lomba. Barangkali saja melalui perhelatan dua lomba tersebut mampu mengkonstruk dua hal: Meningkatkan ghiroh kompetitif di antara murid internal lembaga dan menjadikan para juara sebagai nominasi di cabang lomba tersebut untuk jenjang selanjutnya. Baik itu kompetisi di tingkat desa, kecamatan, kabupaten atau mungkin provinsi.

Sekitar 1 jam lebih seluruh murid mengikuti lomba dengan cermat. Lima belas menit selanjutnya seluruh murid menikmati waktu beristirahat. Mereka berhaamburan menuju kantin, memborong jajan yang disukai. 

Bel berbunyi, seluruh murid diarahkan menuju teras TK. Sepanjang teras penuh dengan murid. Beberapa guru membaur di sela-sela mereka. 

Dokpri saat refleksi

Ustadz M. Lazim Abidin, M. Pd. tampil sebagai pemberi materi dalam sesi refleksi. Ia menerangkan tahapan perjalanan Isra Mi'raj Nabi yang penuh makna. Kejadian demi kejadian yang tampak di depan mata; bertemu dengan para Nabi terdahulu di setiap lapisan langit sungguh menjadi pelajaran hidup. 

Titah menunaikan salat wajib 5 waktu adalah hadiah yang luar biasa untuk umatnya. Waktu istimewa untuk interaksi antara makhluk dengan sang Pencipta sekaligus menyampaikan salawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta keluarganya. Salat adalah momentum seorang hamba untuk menyucikan dan menentramkan jiwa setelah diuji dengan hiruk-pikuk dunia yang kian menggila. 

Melalui refleksi ini semoga kita semua selaku umat islam dapat menjadi golongan yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Sebagaimana disebutkan dalam hadits, bahwa orang yang beruntung adalah orang yang lebih baik dari hari sebelumnya. Sebaliknya, orang-orang yang merugi adalah mereka yang lebih buruk dari hari sebelumnya. 

Tak lupa para pemenang dua cabang lomba lantas diberikan sertifikat dan piala selepas upacara hari Senin. Para pemenang tersebut yakni:

Lomba Mewarna Kaligrafi

1. Aruna Calista

2. Alfira Dzakiyatul H.

3. Alanna Qadwal Khadeeja

Lomba Menulis Puisi

1. Revalina Beauty N.

2. Asyifa Parisya A.

3. M. Mustofa Al Azami

Sebagai penutup, mari tingkatkan kualitas ibadah kita dengan salat 5 waktu di awal waktu dengan berjamaah di masjid. Ingat, kualitas hidup kita tergantung pada cara kita menunaikan ibadah salat. Wallahu a'lamu bissawab.  



Tidak ada komentar:

Posting Komentar