Jumat, 31 Juli 2026

Capaian Baru di Haflah Akhirussanah IX SDIT Baitul Quran

 

Dokpri lulusan tahun 2026 dengan dewan asatidz/asatidzah


Tulungagung-LPIT Baitul Qur'an sukses menghelat majelis 5 juz sekali duduk dan haflah akhirussanah IX (13/62026) sesuai agenda yang direncanakan. Ini adalah tahun kedua program majelis 5 juz sekali duduk berlangsung. Haflah ini melibatkan 2 lembaga yang ada di bawah naungan Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an, yakni TKIT dan SDIT Baitul Qur'an. 

Majelis 5 juz seklai duduk merupakan program khusus bagi kelas 6 SDIT Baitul Qur'an yang hendak lulus. Semacam ajang pembuktian ke ruang publik bahwa alumni kami memiliki hafalan yang mudzqin bukan abal-abal, bukan gincu di bibir, bukan isapan jempol belaka. Proses majelis 5 juz sendiri berlangsung sejak pukul 05.30-07.30 WIB. 

Tahun ini majelis 5 juz dibawakan oleh 3 orang siswi yang memiliki hafalan terbanyak. Ketiga siswi tersebut yakni ananda Maqhfirroh, Nasywa dan Ocha. Urutan tersebut dibuat bukan tanpa alasan melainkan merujuk pada jumlah hafalan mereka. Ananda Maqhfirroh berhasil menyelesaikan hafalan sebanyak 12 juz. Ananda Nasywa sebanyak 7 juz dan 4 juz berhasil dicapai oleh ananda Ocha. 

Capaian hafalan siswa tahun ini adalah rekor baru. Rekor yang belum terpecahkan oleh sekian lulusan sebelumnya. Sebagai bentuk apresiasi atas capaian baru tersebut yayasan memberikan uang pembinaan sebesar Rp. 3.000.000,- bagi ananda Maqhfirroh dan Rp. 1.000.000,- bagi ananda Nasywa. 

Menariknya, sepanjang majelis 5 juz berlangsung prosesnya didokumentasikan via live streaming di kanal youtube lembaga: Silakan saksikan bersama. Alhasil, dokumentasi tersebut dapat dijadikan sebagai media dakwah sekaligus promosi lembaga pendidikan yang ada. Baik dalam rangka menjaring murid baru atau pun mengajak publik untuk menjadi hufaz. 

Selepas majelis 5 juz usai, agenda disambung dengan haflah akhirussanah. Haflah berlangsung menjadi 2 sesi, yakni TKIT dan SDIT. Sesi pertama diikuti oleh 20 siswa TKIT. Prosesi haflah dimulai dengan mengalungkan gordon, menyematkan mahkota dan bermusyafahah. Tak lupa saat prosesi berlangsung cita-cita masing-masing siswa ditayangkan saat siswa yang bersangkutan dipanggil untuk menaiki panggung. 

Hal sama juga berlaku bagi seluruh siswa SDIT saat melangsungkan haflah. Perbedaan mendasar hanya saat prosesi simbolis: Pengalungan gordon, pemberian mahkota dan pemberian slempang tahfidz. Perbedaan mencolok lainnya terletak pada seragam yang digunakan dan cita-cita masing-masing siswa.