Selasa, 28 April 2026

Satu Dayung Dua Kegiatan Terlampaui

 

Dokpri kegiatan Pondok Ramadan 1447 H

Selain peresmian gedung baru TKIT Baitul Qur'an, di hari yang sama SDIT dan TKIT Baitul Qur'an bekerjasama menghelat iftar (berbuka puasa) bersama antara murid, wali siswa, dewan guru dan pengurus yayasan. 

Sebelum iftar, Syekh Abdurrahman Jaber mengisi kultum dengan tajuk hikmah menjadi penghafal Al-Qur'an. Kultum dilakukan setelah Syekh membubuhkan tanda tangan di prasasti peresmian gedung baru di batu marmer hitam. Kultum berlangsung kurang lebih selama 40 menit menjelang adzan Magrib. 

Adzan Magrib berkumandang, semua partisipan membatalkan puasa dengan kurma dan air putih yang telah dibagikan sebelumnya. Ohya, tamu undangan dan wali siswa telah mendapatkan jatah membatalkan puasa ketika mengisi absensi pesis di meja petugas di gerbang sekolah. 

Beberapa saat kemudian partisipan diarahkan untuk menunaikan salat Magrib berjamaah. Mengingat lokasi yang tidak memungkinkan, akhirnya salat dibagi menjadi dua tempat. Sebagian di aula gedung baru sedangkan  sebagian yang lain menegakkan salat di aula SD; tamu undangan dan siswa menunaikan salat Magrib di gedung baru sementara siswa-siswi dan dewan guru SD salat di aula SD. 

Selepas salat Magrib, semua partisipan diarahkan untuk menyantap makanan berat di lokasi yang telah disediakan panitia. Soto ayam dan es kuwut menjadi menu andalan di malam nan syahdu itu. Segenap wali siswa bergegas pulang setelah piringnya bersih. Kepulangannya beriringan dengan kepulangan siswa TK dan kelas bawah: 1-3. 

Di riuh kepulangan wali siswa dan siswa yang berbondong-bondong, terdapat beberapa tamu undangan dan wali siswa yang sengaja menyempatkan diri berswafaoto dengan Syek Abdurrahman Jaber. Begitu pun dengan dewan guru yang tidak mau kalah, posisi terbaik diambil, beberapa foto sempat terabadikan. 

Syekh Abdurrahman berpamitan menuju Pondok Modern Darul Hikmah untuk meneruskan langkah safari dakwah sedangkan dewan guru SD dan siswa kelas atas: 4-6 yang menginap di sekolah bersiap siaga untuk menunaikan salat Isya sekaligus salat taraweh. Menariknya, salat Isya berjamaah kala itu diimami oleh ananda Moh. Azam. Alumni SDIT Baitul Qur'an yang meneruskan ke Pondok Imam Syafii. Moh. Azam sendiri adalah putra kedua ketua yayasan, Ustadz Ali. 

Selepas salat sunah ba'diah Isya, salat taraweh ditunaikan dengan diimami oleh ustadz Fadil. Salat taraweh dikerjakan sejumlah 8 rakaat dan 3 rakaat salat witir. Jumlah rakaat ini sengaja dipilih guna menjaga kondusivitas dan konsentrasi siswa-siswi. Terlebih lagi, di malam hari masih ada rangkaian agenda lain yang harus dilakukan. 

Tadarus bersama dan muhasabah yaumiyah adalah agenda wajib selepas salat taraweh. Melalui tadarus bersama siswa-siswi didorong untuk lebih dekat dengan Al-Qur'an. Caranya yakni dengan berlomba-lomba untuk mengkhatamkan Al-Qur'an. Ada pun melalui muhasabah yaumiyah siswa-siswi diajak untuk merefleksikan diri atas rutinitas harian yang telah dilakukan, apakah sudah lebih baik dari hari kemarin atau sebaliknya. 

Malam semakin larut, akhirnya siswa-siswi diarahkan untuk beristirahat di ruangan masing-masing. Purta bermalam di aula SD sedangkan putri tidur di ruang kelas TK lawas. Semua siswa diawasi dengan ketat supaya mampu memejamkan mata lebih cepat mengingat esok hari harus bangun untuk menunaikan sahur. 

Pukul 03.30 WIB siswa menunaikan sahur bermenu lodho, kerupuk dan teh manis hangat. Sebagian di antara mereka matanya tampak masih memerah dan raut wajah yang masih diberbalut kantuk. Kendati begitu makan bersama-sama menjadikannya melahap nasi dengan bersemangat. Tak lupa selepas makan mereka dibimbing untuk menggosok gigi sekaligus mengambil wudhu untuk persiapan salat Subuh. 

Tak berselang lama waktu Subuh tiba. Seorang siswa ditunjuk untuk mengumandangkan adzan. Lantas para siswa diajak untuk menunaikan khobliyah Subuh. Subuh pagi itu diimami oleh ustadz Lazim. 

Tadarus pagi digalakan. Ustadzah Safina dkk membimbing kelangsungan tadarus. Tadarus berlangsung kurang lebih sampai pukul 05.30 WIB. Selanjutnya para siswa diarahkan untuk senam pagi. Pesan moral yang hendak ditegakkan adalah di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Mens sana in conpore sano, dalam satir penyair Romawi Jueval disebutkan demikian. 

Tak hanya fokus menyehatkan tubuh, tapi selepas senam para siswa juga diajak untuk mengamalkan hadits Ath-thahuru syathrul iman. Tubuh yang sehat tidaklah cukup berarti jika lingkungan sebagai tempat kita hidup kotor. Sebab sebaik-baiknya jasmani sehat ditopang dengan lingkungan yang sehat dan bersih. 

Demikian catatan dua agenda dalam satu momentum. Melalui iftar kita belajar banyak tentang memelihara arti penting ikatan kekeluargaan dan persaudaran, pentingnya guru dan wali siswa memiliki visi yang sama dalam mendidik anak serta tak ada kata terlambat dalam menanamkan satu kebaikan terhadap anak-anak kita. 

Ada pun dari kegiatan pondok Ramadan, para siswa diajarkan untuk memuliakan bulan Ramadan dengan menunaikan ibadah dan kegiatan yang positif. Kegiatan positif yang maksud yakni menolong sesama, berlomba-lomba dalam kebaikan dan utamanya membantu pekerjaan dan memuliakan orang tua.
 



Peresmian Gedung Baru TKIT Baitul Qur'an

 

Dokpri Flyer Iftar dan Peresmian Gedung Baru TKIT Baitul Qur'an

Menjelang penghujung Ramadan 1447 H yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an mendatangkan Syekh Abdurrahman Jaber (adik kandung alm. Syekh Ali Jaber) dalam rangka dua agenda: Kajian menjelang iftar dan peresmian gedung baru TKIT Baitul Qur'an. 

Kedatangan Syekh Abdurrahman Jaber ke kabupaten Tulungagung khususnya ke Baitul Qur'an tak lain salah satu dari rangkaian safari dakwah mencetak sejuta penghafal Al-Qur'an di berbagai pelosok negeri. Visi yang sama dengan ghiroh berdirinya Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an yang memiliki fokus mencetak generasi qur'ani. Hufaz namun mumpuni dalam berbagai bidang ilmu. 

Dokpri Ustadz Ali (ketua yayasan) menyambut kedatangan Syek Abdurrahman Jaber

Gedung baru TKIT Baitul Qur'an merupakan hibah dari dr. Rina. Kendati begitu proses finishing tetap dirampungkan dengan dana mandiri yayasan. Proses pembangunan gedung baru ini kurang lebih memakan waktu satu tahun hingga akhirnya siap pakai. 

Berbeda dengan gedung lama yang sangat sederhana gedung baru terdiri dari dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk tempat bermain anak-anak sedangkan lantai kedua berisikan tiga ruang kelas pembelajaran, ruang kantor dan dua kamar mandi.

Agenda peresmian gedung baru dihelat di ruang pembelajaran lantai dua yang belum tersekat. Acara ini dihadiri oleh segenap wali santri: Baik wali santri TKIT maupun SDIT Baitul Qur'an, pengurus yayasan dan tamu undangan pemangku kebijakan di wilayah Mangunsari, Kedungwaru. 

Alhamdulilah, acara terlaksana dengan khidmat dan lancar. Peresmian dilakukan sebelum kajian iftar. Peresmian ditandai dengan pembubuhan tanda tangan Syekh Abdurrahman Jaber di batu marmer hitam. Seperti biasa, tanda tangan tersebut akan diubah ke dalam bentuk ukiran. Selanjutnya batu marmer akan diletakan di tempat yang representatif: dapat diakses publik.

Dokpri Syekh Abdurrahman Jaber sedang membubuhkan tanda tangan

Besar harapan kami dengan diresmikannya gedung baru TKIT Baitul Qur'an ini kian menambah berkah, menambah kuantitas-kualitas kelurga besar (murid baru) TKIT dan SDIT Baitul Qur'an di tahun ajaran baru, dan dapat mengoptimalkan pelayanan terbaik dalam mendidik generasi emas dari waktu ke waktu. 

Kami sampaikan Jazakumullah khairon katsiron kepada seluruh donatur yang telah menghibahkan sebagian hartanya untuk kelangsungan pendidikan generasi qur'ani. Ada doa yang senantiasa kami langitkan, semoga rezekinya melimpah dan hidupnya penuh berkah. Amin ya robbal 'alamin. 

Berikut beberapa dokumentasi acara:

Syekh Abdurrahman menyapa para santri

Syekh Abdurrahman berjabatan tangan dengan ustadz Ali

Syekh Abdurrahman khidmat berdoa