Dokpri Ananda Qadira mengikuti kejuaran panahan kejurprov
Tulungagung-Semenjak cabang olahraga panahan paralon ditetapkan sebagai ekstrakurikuler sekolah SDIT Baitul Qur'an salah satu yang sangat bersemangat dan antusias aktif adalah ukhty Qadira. Ia sangat konsistensi mengikuti sesi latihan setiap hari Jumat di pelataran sekolah. Keaktifannya di ekstarkurikuler panahan terhitung semenjak ia duduk di bangku kelas 3. Persis, awal tahun dari ekstrakurikuler panahan di-launching di lembaga.
Satu tahun berproses, akhirnya ia mulai berani mengikuti beberapa kompetisi panahan kategori paralon di berbagai ajang. Mulai dari kompetisi panahan antarpelajar di tingkat kabupaten sampai dengan kejuaraan tingkat provinsi. Kabar terakhir, setelah adanya revisi, ia menyabet juara 3 di tingkat provinsi.
Keseriusannya dalam menekuni cabang olahraga panahan kategori paralon dibuktikan dengan keputusan bergabung dengan klub Padepokan Panahan Tulungagung (PAPATUA). Alhasil, selain proaktif mengikuti latihan setiap hari Jumat di sekolah, ia juga konsistensi katihan di klub PAPATUA setiap sore. Disebutkan, durasi latihan di padepokan kian rutin manakala hendak menyongsong ajang kompetisi.
Gadis kecil pecinta serial komik terbitan Muffin ini akhirnya menemukan potensi diri yang harus terus ditempa. Terlebih ia tumbuh di keluarga yang sangat mendukung dengan keaktifannya di cabang olahraga panahan. Terakhir, saat kompetisi kejurkab dihelat, sang ibu dan ayah mendampingi ukhty Qadira dengan penuh antusias dan rasa bangga tiada tara.
Support system sehat inilah yang dibutuhkan dalam pengembangan potensi dan karakter seorang anak. Ukhty Qadira salah satu anak yang termasuk di dalamnya. Sangat besar kemungkinanya, jika konsistensi latihan ia akan menemukan momentum yang baik; memeroleh hasil terbaik di ajang kompetisi selanjutnya adalah hasil yang telah menunngu di depan mata.
Besar harapan ke depan, para siswa-siswi SDIT Baitul Qur'an memiliki support system sehat seperti ukhty Qadira sehingga berkesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam diri. Tidak patah semangat dalam menghadapi kegagalan adalah kunci keberhasilan. Harus diingat pula, keberanian mencicipi kegagalan demi kegagalan adalah jembatan untuk menoreh kesuksesan di masa yang akan datang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar