Dokpri flyer kembali masuk sekolah
Tulungagung-SDIT dan TKIT Baitul Qur'an kembali masuk sekolah setelah libur panjang. Senin (13/7/2026) ketiga di bulan Juli menjadi saksi bisu tersumatnya semangat belajar di dalam diri masing-masing murid. Terlebih di hari yang sama menyambut bergabungnya murid baru secara resmi. Murid baru kelas 1 berbaris rapi dengan pakaian muslim seraya bergelut dengan rasa malu yang menggelayut jelas dalam diri.
Sebelum pembukaan MPLS didengungkan, masing-masing murid baru dipanggil ke depan guna melakukan perkenalan diri. Rasa gugup dan malu bersatu padu tergambar jelas dari raut wajah yang memerah. Nama lengkap, nama panggilan dan alamat rumah terlontar manis dari mulut mungil mereka.
Ada yang pemberani, malu, pelan suaranya hingga tersenyum kecil memecah suasana. Petuah-petuah kebaikan disampaikan kepada seluruh murid selaku kakak kelas guna memberi contoh, membimbing dan menyayangi adik kelasnya dengan sangat baik. Bagaimana pun sang adik akan gemar meniru kebiasaan kakak kelasnya selama mereka berada di lingkungan sekolah. Hal ini yang perlu diperhatikan lebih.
Gema takbir dipekikkan bersama sebanyak tiga kali sebagai tanda MPLS dibuka. Selanjutnya murid baru wajib mengikuti rangkaian agenda MPLS selama seminggu penuh: Saling mengenal teman, mengenal lingkungan sekolah, mengenal dewan guru, mengidentifikasi makan sehat dan tidak sehat, mengenal lingkungan bersih dan kotor, dan mengecek kesehatan. Tentu sepanjang agenda masa pengenalan lingkungan sekolah tersebut senantiasa diselipkan ice breaking dan happy fun game.
Proses asesmen diagnostik ini adalah modal awal untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk murid, membangun ikatan emosional antarmurid dan murid dengan guru kelas. Dampaknya, selepas masa pengenalan lingkungan sekolah murid baru tidak sungkan dengan dewan guru, mengerti aturan interaksi dan tahu betul ruang mana saja boleh mereka jajaki.
Tak hanya kelas 1, pada kenyataannya kelas 2-6 juga menghelat MPLS selama 3 hari berturut-turut. Selama 3 hari guru kelas melakukan asesmen diagnostik untuk memetakan potensi, kecenderungan dan metode belajar yang efektif untuk keberlangsungan proses pembelajaran di kelas masing-masing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar