Kamis, 30 Januari 2025

SDIT Baitul Qur'an Sukses Menghelat Trial Class Seri 2

 

Dokpri: Ustadz Fadil bersama para peserta trial class

Setelah sukses menghelat trial class pertama (25/11/2024), SDIT Baitul Qur'an kembali mengadakan trial class seri kedua dengan predikat sukses. Kesuksesan tersebut ditandai dengan partisipatif peserta didik yang berasal dari lima Taman Kanak-kanak (TK) lingkup desa Mangunsari dan sekitarnya.

Kelima lembaga yang turut memeriahkan tersebut yakni TKIT Baitul Qur'an, TK Al Muslimun, TK Al Azhaar, TK Majan dan TK Salsabila. Dari kelima lembaga tersebut terdapat empat lembaga yang benar-benar baru pertama kali mengikuti trial class di Baitul Qur'an. 

Keterlibatan empat lembaga baru ini tentu menandakan langkah ekspansi dan eksplorasi ruang lingkup pengenalan sekolah yang lebih luas. Luas dijika dibandingan dengan capaian seri sebelumnya. 

Di lain sisi yang demikian setidaknya mengkonfirmasi tiga hal penting. Pertama, eksistensi sekolah SDIT Baitul Qur'an yang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat sekitar Mangunsari. Kedua, SDIT Baitul Qur'an bersifat terbuka untuk siapa pun yang hendak menyekolahkan putra-putrinya. Menjadi sekolah yang dapat membaur dan bersosial dengan baik terhadap lingkungan sekitar adalah poin penting yang teakhir.

Tiga hal yang menegaskan bahwa keluarga besar SDIT Baitul Qur'an senantiasa melapangkan tangan untuk menyambut anggota baru yang hendak bergabung, tanpa terkecuali. Tiga hal yang menegaskan kami merindukan kehadiran kepercayaan-amanah lebih tatkala masyarakat berani menitipkan putra-putrinya di lembaga kami dengan sepenuh hati. 

Yang menarik, pada trial class seri kedua ini diisi dengan kegiatan yang berbeda dari agenda sebelumnya. Rentetan agenda dimulai dengan senam pagi, menonton short movie lembaga, muroja'ah surat pendek, mewarnai gambar pohon sampai dengan menghias roti. 

Tak lupa sebagai penutup para peserta dihadiahi cendera mata berupa roti yang telah dihias, sertifikat dan gantungan kunci yang terdiri dari doa sehari-hari. Tak ketinggalan para peserta foto bersama berlatarkan banner kegiatan trial class. 

Yang tak kalah menarik adalah, selama para peserta riang gembira mengikuti setiap agenda yang dibimbing oleh panitia penyelenggara, para orang tua pengantar diajak untuk mengenal budaya sekolah. Dalam hal ini ustadz M. Ali Said, ustadz Rahmat dan ustadz Roni selaku kepala sekolah memandu acara keakraban. 

Harus diakui bersama, memang pemilihan sekolah untuk putra-putri kita harus bersifat dua arah: Anak yang bersangkutan menginginkan dan orang tua menghendakinya. Kiranya tanpa ada kelapangan dan kesediaan dua belah pihak, seberapa besar pengorbanan yang dilakukan tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Keduanya saling memengaruhi dan bersifat kesalingan.

Itulah alasan logis mengapa melakukan komunikasi dan membangun keakraban dengan orang tua calon murid dalam proses trial class menjadi penting. Alasan lain yang menegaskan memang seorang anak terkadang tidak bisa memilih dan mengutarakan keinginan pribadi di mana ia ingin bersekolah. 

Terakhir, kami senantiasa berharap, setiap langkah yang kami tempuh guna menambah kuantitas anggota baru keluarga besar SDIT Baitul Qur'an ini penuh keberkahan. Amin.

Berikut ini beberapa dokumentasi perhelatan trial class seri 2:







==============================================================
Informasi penting!

TKIT Baitul Qur'an dan SDIT Baitul Qur'an telah membuka program penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Bagi anda yang mencari sekolah bermutu, mencetak generasi Qur'ani/ hufadz dan berprestasi mari bergabung menjadi keluarga besar Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an. Informasi lebih lanjut silakan hubungi kontak di bawah ini:


TKIT Baitul Qur'an: 085 649 333 825 (WA Ustazah Widya)
SDIT Baitul Qur'an: 085 646 674 732 (WA Ustazah Yuli)
Buruan hubungi kontak sebelum kehabisan kuota!









 


Senin, 06 Januari 2025

Perjusa yang Penuh Kejutan

 

Dokpri: Siswa-siswi mengikuti lomba LCC saat Perjusa

 
Salah satu kegiatan sekolah yang dinantikan dan dielu-elukan oleh para siswa adalah Perjusa. Perjusa--merupakan akronim dari perkemahan Jumat Sabtu--sendiri telah dihelat di penghujung semester gasal. Tepatnya dihelat 20-21 Desember 2024. Perjusa adalah salah satu program tahunan di SDIT Baitul Qur'an. 

Dua hari satu malam siswa-siswi kelas atas: 4, 5 dan 6 berkemah di bumi perkemahan Kahayangan Pagerwojo. Lokasinya tidak jauh dari destinasi wisata Bendungan Pagerwojo. Tujuh tenda didirikan di lapangan yang tersedia. Jumlah itu terdiri dari 3 tenda regu siswa, 3 tenda regu siswi dan 1 tenda panitia. Ada pula satu tenda dapur umum yang siap siaga 24 jam non stop.

Menariknya pendirian semua tenda tersebut melibatkan partisipatif masing-masing regu yang dipandu oleh salah seorang pendamping. Dalam hal ini semua siswa diberi pengetahuan sekaligus dipandu bagaimana cara mendirikan tenda yang baik. Baik dalam artian kokoh, tegak-simetris dan efektif tanpa memboros lahan serta persedian tambang dan pasak. 

Tidak hanya itu, hal menarik lain dalam perhelatan kegiatan perjusa tahun ajaran 2024/2025 ini adalah proses antar jemput siswa ke lokasi perkemahan yang terbilang cukup berkesan. Jika dua tahun sebelumnya siswa diantar ke lokasi kemah secara mandiri oleh orangtua yang bersangkutan maka khusus di tahun ini siswa-siswi bisa merasakan fasilitas bus sekolah Kabupaten Tulungagung. 

Sekitar pukul 08.00 WIB dua bus sekolah mulai mengantarkan kami dari sekolah bertolak ke bumi perkemahan Kahayangan Pagerwojo.  Pendirian tenda adalah kegiatan yang pertama kali kami lakukan. Selepas itu menunaikan salat Jumat di masjid terdekat, makan siang dan pembukaan perkemahan secara seremonial. 

Kian sore langit tampak kian mendung namun hal itu tidak menyurutkan semangat kami untuk meneruskan agenda kegiatan sesuai rundown. Sore yang mulai menggelap itu disemarakan dengan tiga jenis perlombaan. Mulai dari lomba yel-yel, outbound, cerdas cermat hingga archery (memanah). Konsep yang diusung dalam perlombaan, masing-masing regu mengirimkan 2 orang perwakilan. Kecepatan, ketepatan dan meraih skor terbanyak menjadi kategori penilaian.

Langit gelap baru benar-benar berlinang air mata sembari sesenggukan manakala kami usai menghelat salat asar berjamaah di tengah lapangan. Tikar-tikar kuyup karena tak terselamatkan adalah saksi bisu buyarnya kami di jantung kegiatan. Huru-hara sungguh tak terelakan. Kami berusaha menyangking apa pun yang bisa diselamatkan. Kendati begitu tetap saja banyak barang yang tak mampu kami selamatkan, kuyup. 

Tenda-tenda tak mampu kami tempati saat malam datang. Banyak tikar yang menyatu dengan kedinginan. Momentum api unggun pun pupus. Hujan tak mau berhenti merengek hingga larut dan mata kami terpejam. Sebagai pengantar tidur kami sempat menonton bersama film Sang Kiai. Film yang menceritakan bagaimana perjuangan KH. Hasyim Asyari dalam melawan penjajahan Jepang hingga melahirkan resolusi jihad kalangan santri. 

Film berakhir diputar. Di malam dingin yang menusuk itu beberapa siswa kedua matanya sulit dikendalikan. Mereka berkelana memecah kesunyian. Mereka tenggelam dalam cerita syahdu kehidupan. Akibatnya mereka terpejam menjelang fajar tersingsing. Sementara yang lain sibuk memintal mimpi di pulau kapuk beralaskan tikar pinjaman. 

Subuh datang, azan berkumandang. Kami pun bergegas mengambil air wudhu untuk menegakkan salat subuh berjamaah. Sebuah surat juz 30 pun kami murojaah bersama. Selebihnya diisi dengan pengumuman mengenai agenda apa yang akan dihelat di hari terakhir berkemah. 

Tak lama dari itu senam pagi kami galakan. Tiga puluhan menit kami bersinergi membakar lemak jahat dan memeras keringat. Sementara itu beberapa ustadzah sibuk menanak nasi dan meracik menu untuk hidangan sarapan pagi. Beberapa agenda telah direncanakan. 

Keberuntungan masih memihak kami, alhamdulillah, pagi itu terang benderang kendati jejak hujan masih saja meninggalkan kenangan. Hiking dan lomba sandi adalah agenda utama kami. Beberapa panitia bertugas di lima pos. Di masing-masing pos, mental, ingatan dan kekompakan setiap regu diuji. Sedangkan saat lomba sandi, ketajaman ingatan banyak diandalkan. 

Sebagai pamungkas, setiap regu yang telah mengikuti lomba dipersilakan untuk berenang di kolam yang tersedia. Cukup merogoh kocek Rp. 10.000 masing-masing siswa bisa menikmati segarnya berendam di kolam renang. 

Belum saja kami usai merapikan-melipat tenda dan barang bawaan, langit mengucurkan derai air mata dengan deras. Huru-hara kembali terjadi. Semua barang berusaha kami himpun di bak pick up. Tas-tas diamankan di balai utama. Sembari diiringi hujan tim pawon sudah menyajikan hidangan penutup: nasi berlaukan telur ceplok balado. 

Alhamdulillah, tepat pukul 14.30 WIB bus sekolah datang menjemput di lokasi. Akhirnya kami pun kembali ke pangkuan baitii jannatii setelah beberapa saat menikmati perjalanan dan dijemput pulang oleh orangtua masing-masing. Kegiatan semester gasal telah usai. Liburan pun di depan mata.

Perhelatan Perjusa tahun ini benar-benar penuh kejutan. Turun hujan yang di luar prediksi dan begitu lama mengajarkan kami tentang bagaimana bertahan hidup di alam. Sikap adaptatif sangat diperlukan dalam mengelola kegiatan di ruang terbuka; alam. Inilah jiwa pramuka. Jiwa yang harus siap siaga dalam setiap keadaan. 
===================================================================
Informasi penting!

TKIT Baitul Qur'an dan SDIT Baitul Qur'an telah membuka program penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Bagi anda yang mencari sekolah bermutu, mencetak generasi Qur'ani/ hufadz dan berprestasi mari bergabung menjadi keluarga besar Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an. Informasi lebih lanjut silakan hubungi kontak di bawah ini:


TKIT Baitul Qur'an: 085 649 333 825 (WA Ustazah Widya)
SDIT Baitul Qur'an: 085 646 674 732 (WA Ustazah Yuli)
Buruan hubungi kontak sebelum kehabisan kuota!

 

Minggu, 05 Januari 2025

Penganugerahan Siswa-Siswi Terbaik Tahun 2024

 

Dokpri: Ananda Fahmi (kelas 6) menerima hadiah

Penghargaan atas aktualisasi diri yang baik adalah hal penting dan dibutuhkan oleh seorang siswa. Penghargaan ini dapat dimaknai sebagai bentuk apresiasi atas kulminasi dari proses panjang penempaan diri siswa tatkala berada di lingkungan sekolah. Sebutkan saja pengejawantahan kulminasi dari proses panjang tersebut sama dengan aksi nyata internalisasi pengetahuan menjadi akhlakul karimah dalam bersosial. Bersosial dengan sesama siswa, bersosial dengan guru dan khalayak sumber daya manusia yang ada di lembaga.

Dalam prakteknya tentu hal itu tidaklah mudah sebab membutuhkan keseimbangan 3 kepekaan: emosional, spiritual dan pengetahuan yang konsisten. Maka tak pelak jika kemudian dalam bersosial dan berbaur dengan lingkungan sekitar seorang siswa harus friendly namun tidak megesampingkan kode etik yang berlaku. Adab bergaul antarteman kelas, bergaul dengan kakak kelas dan adik kelas tentu harus sesuai dengan levelnya. Siswa teladan sudah memahami dan mempraktekkan kategori adab bersosial antar jenjang tersebut dengan baik.

Kendati begitu penghargaan ini bukan simbol akhir dari proses itu sendiri, bukan penentuan menjadi pribadi yang terbaik di lingkungan masyarakat kelak, melainkan awal dari segalanya. Awal untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu, baik bagi siswa yang bersangkutan ataupun khalayak siswa lain. Awal transformasi diri dari terbaik menjadi yang terbaik di antara yang terbaik tanpa menyelipkan sikap jumawa sedikit pun. 

Mungkin kita kerap kali mendengar hadits, bahwa Rasulullah Muhammad SAW diturunkan ke dunia untuk menyempurnakan akhlak umat manusia. Dari hadits itulah kita mafhum bahwa adab/akhlak yang baik menjadi kunci utama keberhasilan seseorang dalam bersosial. Tanpa hal itu niscaya seseorang dapat diterima sebagai bagian dari lingkungan sosial.

Di lain sisi, kita juga kerap mendengar maqolah: "Adab lebih tinggi dari ilmu". Pepatah Arab ini mengajarkan kepada kita semua bahwa memiliki akhlakul karimah keduduknnya lebih tinggi dari penguasaan ilmu pengetahuan. Meski begitu bukan berarti orang yang berakhlak tidak dituntut memiliki ilmu pengetahuan, melainkan saling bergantung dan bersinggungan. 

Mengapa demikian? Sebab untuk memiliki akhlakul karimah seseorang perlu belajar. Belajar berarti menengguk dan menghimpun ilmu pengetahuan sedikit demi sedikit. Lantas ilmu pengetahuan itu menjadi sebuah pemahaman yang matang. Pemahaman ini sifatnya opsional: bisa terhenti di level ini tanpa ada implementasi atau bahkan pemahaman itu diamalkan sebagai pedoman dalam interaksi kehidupan sosial. 

Dari sana kita mafhum, tampaknya sangat mustahil seseorang akan memiliki akhlakul karimah di dalam diri personal tanpa adanya proses belajar. Baik itu belajar secara mandiri melalui observasi terhadap interaksi lingkungan sekitar ataupun belajar dalam ruang lingkup yang sudah tersistematisasi. Seorang siswa/pelajar yang berada di lembaga pendidikan dikondisikan untuk menempuh proses belajar multi fokus. 

Dokpri: Ananda Syifa (kelas 3) menerima hadiah sebagai siswi teladan

Terakhir, segenap dewan guru SDIT Baitul Qur'an senantiasa berharap: Semoga melalui program penganugerahan siswa teladan tahun 2024 ini mampu memotivasi khalayak siswa untuk terus menjadi pribadi yang lebih baik. 

Jika tahun ini penghargaan ini diterima oleh ananda Fahmi dan Syifa, semoga tahun depan mampu diraih oleh siswa/siswi lain. Bergulirnya penghargaan ini menandakan meningkatnya kuantitas siswa teladan yang ada di Baitul Qur'an. Semakin banyak siswa teladan tentu akan berimbas dengan luaran lembaga (alumni) yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. 

Sekali lagi kami ucapkan selamat bagi ananda Fahimi dan Syifa atas diraihnya predikat siswa teladan. Semoga tahun ini lebih baik lagi.

=============================================================
Informasi penting!

TKIT Baitul Qur'an dan SDIT Baitul Qur'an telah membuka program penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2025/2026. Bagi anda yang mencari sekolah bermutu, mencetak generasi Qur'ani/ hufadz dan berprestasi mari bergabung menjadi keluarga besar Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an. Informasi lebih lanjut silakan hubungi kontak di bawah ini:


TKIT Baitul Qur'an: 085 649 333 825 (WA Ustazah Widya)
SDIT Baitul Qur'an: 085 646 674 732 (WA Ustazah Yuli)
Buruan hubungi kontak sebelum kehabisan kuota!

  

Minggu, 01 Desember 2024

Keseruan Lomba HGN SDIT Baitul Qur'an

 

Dokpri video peringatan HGN SDIT Baitul Qur'an

Tidak sekadar menghelat seremonial semata, HGN tahun pelajaran 2024/2025 berusaha memberikan nuansa yang berbeda dengan menghelat beberapa lomba. Lomba yang sengaja dirancang dan direncanakan untuk dewan guru dan para siswa. Khusus peringatan HGN, semua dewan guru dan para siswa intinya harus bahagia. 

Bahagia itu penting untuk kesehatan, sebab sepanjang hari guru harus menghadapi ragam karakter siswa di dalam kelas. Tanpa ada rasa bahagia seorang guru mungkin akan sedikit kesusahan dalam mengelola kelas sepanjang hari. Tanpa percikan bahagia di dalam diri secara personal guru akan susah membangun mood positif tatkala menyampaikan materi. 

Oleh sebab itu, memiliki rasa bahagia--sekecil apa pun--adalah kunci. Kunci untuk membangun hubungan emosial antara siswa dengan guru. Melalui hubungan emosional inilah seorang guru dapat memahami karakter siswa dengan baik. Begitu juga sebaliknya, siswa akan merasa memiliki ikatan batin dan kepercayaan yang kuat dengan guru manakala ia dapat dipahami dengan baik. 

Atas dasar itulah, miomentum HGN diproyeksikan dapat melupakan sejenak segala bentuk beban pikiran dan administrasi yang selama ini diasumsikan berat. Dihempaskan sejenak tanpa sisa. Biarkan dewan guru melukis senyum di wajah untuk beberapa saat. Mungkin senyum itu akan kian merekah manakala mereka mampu merenggangkan otot kaku dalam tubuhnya melalui perlombaan.

Ada empat perlombaan yang dapat merenggangkan otot kaku dewan guru. Keempat lomba tersebut, yakni makan kerupuk, estafet karet gelang, bulu tangkis dan tebak kata. Tanpa terkecuali, masing-masing guru dapat mengikuti semua lomba. Selebihnya hanya menyesuaikan saja, ada lomba individual dan pasangan. 

Lomba individual terdiri dari balap makan kerupuk dan estafet karet gelang. Sementara lomba bulu tangkis dan tebak kata merupakan lomba berpasangan. Lomba berpasangan diacak dengan cara mengambil nomor urut yang sama. 

Dalam perhelatannya, masing-masing lomba tersebut berlangsung sesuai rundown. Fromat perlombaan dilangsungkan dengan sistem gugur. Peserta yang kalah tersisih. Dimulai dari lomba balap makan kerupuk guru shalihah disambung dengan guru soleh. Berikutnya masing-masing pemenang mengikuti sesi semi final dan final. Sistem yang sama belaku juga untuk perhelatan lomba estafet karet gelang, bulu tangkis dan tebak kata.

Sementara dewan guru sibuk melangsungkan perlombaan, para siswa diarahkan untuk membuat kartu ucapan dua sisi. Satu sisi menuliskan ucapan selamat hari guru sedangkan sisi lain menampilkan karya berupa puisi atau pantun. Segala bentuk hiasan diperbolehkan. Setiap kelas diambil tiga pemenang. Wali kelas bertanggungjawab menilai hasil kartu ucapan yang telah terkumpul. 

Semua perlombaan telah usai. Pengumuman pemenang dilakukan di aula utama SDIT Baitul Qur'an. Sebelum pembagian hadiah, ada sesi menyaksikan lomba video antarguru. Lomba pembuatan short video itu ditujukan untuk kepentingan program penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2025/2026. Pemutaran video selesai. Kala itu Yayasan tampil sebagai penyerah hadiah. 

Sebagai penutup, tak lupa dewan guru juga sempat melakukan sesi tukar kado. Kado yang dibuat dengan bugdet kesepakatan bersama dan dibungkus dengan kertas warna yang sama diatur dengan nomor urut. Lantas, semua guru mengambil nomor acak yang dikocok melalui toples. 

Alhambulillah, peringatan HGN selesai. Harapan ke depannya, semoga terbentuk loyalitas guru, ikatan kekeluargaan di antara dewan guru, dan gelora semangat yang konsistensi di dalam diri seorang guru. Selebihnya, semoga kompetensi dan kapasitas guru SDIT Baitul Qur'an terus lebih baik dari waktu ke waktu.

Jika boleh jujur, secara pribadi penulis ingin mengatakan, bahwa peringatan HGN tahun ini benar-benar menjelma sebagai momentum menorehkan rekah senyum di wajah para siswa dan dewan guru. Selamat hari guru nasional! Teruntuk dewan guru Yayasan Rumah Tahfidz Baitul Qur'an: Jasa dan pengabdianmu senantiasa dikenang. Semoga, lungguh, suguh dan gupuhmu di Baitul Qur'an menjadi lantaran amal terbaik menuju surga-Nya kelak! Amin.



Senin, 25 November 2024

Guru Bermutu Indonesia Maju

 

Dokpri: Momentum Apel HGN

SDIT Baitul Qur'an (25/11/2024) menghelat upacara peringatan Hari Guru Naional (HGN) ke-79. Upacara yang biasanya dipetugasi siswa-siswi khusus momentum HGN diambil alih oleh dewan guru. Masing-masing guru mengemban tugas sesuai peran dan fungsi.

Momentum ini setidaknya dapat menjadi penegas, contoh dan ajang pembuktian bahwa dewan guru multi talenta. Serba bisa tidak sekadar pintar mengarahkan telunjuk. Semua guru mampu menjadi petugas upacara. Apa pun peran dan fungsinya mampu diemban. Tanpa pandang bulu dan pilih-pilih semua peran bisa dijalankan dengan baik. 

Dalam amanat yang disampaikan, dengan mengusung judul Guru Bermutu Indonesia Maju, ustadz Roni selaku kepala sekolah SDIT Baitul Qur'an menegaskan bahwa, dari sekian banyak ciri setidaknya ada tiga ciri guru bermutu. Apa sajakah tiga ciri tersebut?

Pertama, guru bermutu senantiasa menjadi teladan. Sebagaimana istilah guru itu sendiri yang berarti digugu dan ditiru seorang guru harus mampu menjadi teladan dalam berbagai kondisi dan keadaan. Baik dalam perkataan, tindak-tanduk mau pun keputusan. Hal itu berlaku di lingkungan sekolah ataupun tatkala berinteraksi sosial di masyarakat. 

Yang demikian penting untuk digalakan, mengingat siswa yang notabene anak-anak adalah peniru ulung. Rumus utamanya, lembaga tidak mungkin dapat mencetak generasi yang memiliki akhlakul karimah jika tidak ada contoh konkret di lingkungan ia tumbuh-kembang. Maka, sebagai sosok terdekat dengan siswa selama di lingkungan sekolah, guru wajib menebar keteladanan. 

Upaya menebar keteladanan tersebut di lain pihak dimaknai sebagai bentuk implementasi dari keimanan kita terhadap utusan Allah, Nabi Muhammad SAW. Warrosatul Anbiyya. Sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-Ahzab ayat 21: 

Yang artinya: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang (mengharap) rahmat Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah."

Terkait hal ini dalam hadits juga ditegaskan:

 Ø¥ِÙ†َّÙ…َا بُعِØ«ْتُ Ù„ِØ£ُتَÙ…ِّÙ…َ Ù…َÚ©َارِÙ…َ الْاَØ®ْÙ„َاق‏ 

Artinya: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak (dan mengajarkannya)."

Kedua, guru bermutu selalu kreatif dan inovatif. Guru hakikatnya tulang punggung peradaban, agen perubahan masa depan dan jembatan tertanamnya wawasan pengetahuan. Status itu menempatkan guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan mutu. Tak terkecuali adaptatif dengan berbagai kemajuan zaman. 

Pesatnya teknologi yang kian mutakhir adalah tantangan, kesempatan sekaligus asistensi yang memudahkan berbagai tupoksi profesi pekerjaan. Guru yang pandai akan memanfaatkan kecanggihan teknologi sebagai media pengembangan dan peningkatan skill diri. Data yang melimpah dan inovasi yang tertuang di media sosial digital akan diserap, dipahami dan diolah kembali menjadi bahan untuk  menciptakan dimensi pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. 

Berbeda halnya dengan guru yang gagal paham teknologi (gaptek) atau anti teknologi dapat dipastikan hanya menggunakan pendekatan, metode dan media yang monoton. Tidak ada upaya pengembangan skills dan kapasitas diri karena merasa sudah bisa dan pintar. Dua sikap purba yang menegaskan dirinya sombong dan tidak ingin maju. Sikap kemerasaan ini tentu menjadikannya guru yang membosankan, kurang kreatif dan tidak memiliki terobosan baru untuk mengelola kelas yang interaktif dan menarik. 

Hanya guru-guru yang mau terus belajar dan medudukan diri sebagai pembelajar sejati yang akan terus maju dan berkembang. Guru kreatif dan inovatif akan senantiasa menggaungkan materi sesuai dengan kebutuhan zamannya. Hal ini sebagaimana pesan Sayyidina Ali Karamallahu Wajhah: "Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya." 

Semangat untuk terus berkreativitas dan berinovasi seorang guru ini sejatinya bentuk pengalaman dari hadits: "Mencari ilmu itu mulai dari lahir sampai dengan ke liang lahat." Seorang muslim memiliki kewajiban untuk terus belajar sepanjang hidupnya tanpa terkecuali. Jika seorang muslim merasa pintar dan enggak untuk mau belajar sesungguhnya ia telah bodoh saat itu juga.

Ketiga, guru bermutu memiliki sikap profetis. Profetis dalam konteks ini guru selalu meneladani sikap-sikap yang ada dalam diri seorang nabi dan rasul. Sikap keteladanan tersebut yakni Sidiq, amanah, tabligh dan fatonah. 

Guru harus memiliki kejujuran. Jujur dalam hati-pikiran, jujur dalam perkataan dan jujur dalam tindakan serta jujur dalam mengambil keputusan. Kedisiplinan adalah salah bentuk implementasi jujur dalam tindakan atas peran dan tupoksi yang diemban. Sedangkan memberi nilai yang objektif terhadap seluruh siswa tatkala ujian sekolah selesai adalah jujur dalam mengambil keputusan. 

Sikap amanah seorang guru adalah manakala ia mampu tanggungjawab terhadap kepercayaan yang diberikan atasan. Tanggung jawab dalam: Mendidik siswa, mengelola kelas, dan mencukupi proses pembelajaran dengan baik selama berada di sekolah. Hanya dengan jalan tersebut seorang guru mampu menjalankan tupoksinya dengan baik.

Menyampaikan pengetahuan secara lugas dan detail tanpa menyembunyikan sedikit pun ilmu pengetahuan adalah bentuk pengamalan dari sikap tabligh. Hal ini tidak lain bentuk kesadaran bahwa seroang guru juga merupakan pendakwah. Dakwah bil lisan ataupun dakwah bil qolam. Perbedaannya jika guru hanya melakukan dakwah bil lisan bisa saja apa yang dikatakan, disampaikan dan dinasehatkan kepada para siswa masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Hanya diingat dalam waktu yang terbatas. Selebihnya dilupakan.

Sementara jika seorang guru melakukan dakwah bil qolam, seluruh gagasan, pemikiran, ilmu pengetahuan dan berbagai bentuk kebaikan dituangkan dalam bentuk karya tulis akan lebih langgeng. Selama karya tulisnya dapat dibaca oleh khalayak umum jariyahnya akan mengalir kepada penulis. Perubahan-perubahan itu akan terus terjadi meski penulisnya sudah tidak lagi menginjak bumi. 

Begitu halnya dengan guru yang mengamalkan sikap fatonah ia akan terus introspeksi diri dan adaptatif demi kebaikan dirinya dan siswa yang dididiknya. Guru yang memiliki sikap fatonah senantiasa mengambil keputusan, pendekatan dan metode yang tepat untuk memaksimalkan pencapaian prestasi para siswa. 

Berikut ini beberapa dokumentasi peringatan HGB SDIT Baitul Qur'an:
























Trial Class Perdana SDIT Baitul Qur'an

 

Dokpri: Senam saat Trial Class Perdana

Tahun ajaran 2024/2025 tinggal setengah jalan. Menyikapi hal itu setiap lembaga tentu selalu memiliki agenda tersendiri. Tak terkecuali penerimaan peserta didik baru (PPDB) menjadi agenda yang getol dan wajib ditegakkan oleh SDIT Baitul Qur'an. Sebab yang demikian berkaitan erat dengan stabilitas dan meroketnya kuantitas siswa di satuan pendidikan.

Ada rumus baku yang menjadi pegangan satuan pendidikan selama ini, bahwa jumlah siswa dipandang turut berkontribusi menentukkan citra dan kualitas satuan pendidikan yang bersangkutan. Linieritas adalah hukum kausalitas (sebab-akibat) yang berlaku. Inovasi, prestasi dan berbagai program unggulan sekolah adalah pemanitk jitu yang ditawarkan ke hadapan khalayak.

Semakin banyak siswa yang berminat untuk masuk ke sebuah lembaga pendidikan maka nama dan citra baik akan terbentuk di luar sana. Persepsi dan preferensi publik ini nantinya akan menentukan lembaga pendidikan mana yang menjadi favorit. Dalam konteks inilah momentum program penerimaan peserta didik baru (PPDB) menemukan relevansinya. 

Program penerimaan peserta didik baru (PPDB) umumnya dihelat dengan beragam cara. Memasang pamflet, menyebar brosur ke mana-mana, memasang iklan di media massa-media sosial, menghelat trial class, testimoni dari tokoh dan alumni, serta endros dari tokoh publik adalah cara yang kerap kali digaungkan. 

Tak terkecuali dengan SDIT Baitul Qur'an, dalam rangka semarak program PPDB tahun ajaran 2025/2026 kami menghelat trial class. Trial class perdana ini telah berlangsung lancar di tanggal ranum bulan November. Tepatnya, Sabtu, 2 November 2024. 

Trial class perdana diikuti oleh 35 peserta yang berasal dari empat lembaga sekitar. Keempat lembaga tersebut yakni TKIT Baitul Qur'an, TK Aisyiyah, TK Simo dan TK Sahara Winong. Lembaga taman kanak-kanak yang memang secara geografis letaknya masih satu lingkup dengan desa Mangunsari, sekecamatan Kedungwaru. 

Alhambulillah, perhelatan trial class perdana ini sangat seru dan menarik. Para peserta tampak sangat antusias mengikuti kegiatan demi kegiatan. Dimulai dari pembukaan, perkenalan diri, senam sehat, tahfidz Al-Qur'an, membuat salad dan menangkap ikan. 

Menariknya lagi, setiap peserta dilatih kemandirian dan aspek apektif tatkala praktik membuat salad. Mereka mengambil potongan buah yang sama banyak dan adil secara mandiri. Lantas, cup salad buah mereka dilengkapi dengan saus: mayones dan susu kental manis. Cup tersebut mereka bawa pulang. 

Sesi menangkap ikan adalah hal lain yang menarik. Pada momen ini banyak peserta yang koyak. Mereka benar-benar suka bermain air. Tangan mungil mereka pada kenyataannya tidak mampu menangkap ikan satu pun. Ikan mujair, gloves dan koi yang masih kecil itu benar-benar lincah. 

Kendati begitu, rekah senyum terlukis jelas di wajah para peserta tatkala panitia berusaha memberikan marangan untuk memudahkan proses penangkapan ikan. Masing-masing peserta berusaha diberi ikan secara merata tanpa terkecuali. 

Sebagai pamungkas acara, para peserta diberi hampers berupa buku tulis dan pensil. Seluruh peserta mendapatkan jatah bagian. Wajah mereka semakin berseri-seri. Tentu seluruh panitia pun turut ikut merasa senang. Namun akan jauh lebih senang-bahagia lagi jikalau seluruh peserta memutuskan diri dan memantapkan hati untuk menjadi bagian dari keluarga besar SDIT Baitul Qur'an.

Bagaimana pun tampaknya perlu digarasibawahi bersama bahwa goals utama dari perhelatan trial class adalah banyaknya siswa yang mendaftarkan diri menjadi keluarga besar SDIT Baitul Qur'an. 

Berikut kami lampirkan beberapa dokumentasi perhelatan kegiatan Trial Class perdana SDIT Baitul Qur'an:






































  

Minggu, 17 November 2024

Alhamdulilah ANBK 2024 Berjalan Lancar

Dokpri Flyer Ucapan Selamat atas Pelaksanaan ANBK

Alhamdulillah, SDIT Baitul Qur'an telah melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) 2024 dengan lancar. Asesmen tersebut dilaksanakan selama dua hari berturut-turut. Tepatnya Rabu-Kamis, 30-31 Oktober 2024. 

Sesuai jadwal yang berlaku, SDIT Baitul Qur'an mendapatkan jadwal pada Rabu dan Kamis. Baitul Qur'an mendapatkan jadwal asesmen sesi pagi. Setiap hari terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00-09.30 WIB. Sedangkan sesi kedua dari pukul 10.00-12.00 WIB. 

Hari pertama, siswa-siswi kelas 5 yang merupakan peserta asesmen mengerjakan dua soal, yakni literasi dan survei karakter. Ruang lingkup soal literasi mencakup menentukan judul teks, ide pokok pragraf, karakter tokoh, kesimpulan, sinonimitas dan antonimitas, dan lain sebagainya. 

Sedangkan survei karakter berkanaan dengan bagaimana sikap, tindakan dan keputusan yang umumnya ditegakkan siswa yang bersangkutan dan dewan guru selama berada di lingkungan sekolah. Tentu para siswa berusaha menjawab soal merujuk pada kebiasaan dan budaya yang berlaku di sekolah selama ini. 

Knedati begitu harus disepakati bersama, bahwa dalam proses pelaksanaan asesmen di hari pertama ini, kemampuan siswa membaca dan memahami soal secara cermat juga mentukan hasil akhir. Siswa yang terbiasa bergelut dengan dunia literasi--membaca, memahami dan merefleksikan kembali hasil bacaan buku atau teks apa pun--dapat dipastikan memiliki daya serap dan tahan yang lebih unggul manakala dihadapkan dengan soal berbasis literasi. 

Berbanding terbalik dengan siswa yang jarang atau tidak memiliki budaya literasi yang baik, menjawab soal alakadarnya, menjawab soal secara asal-asalan dan asalkan dijawab sangat dimungkinkan dapat terjadi. Daya serap dan tahan yang tidak terlatih membuat para siswa mudah jenuh tatkala dihadapkan dengan soal naratif dan deskriptif yang agak panjang. Kedua matanya mudah sayu dan berontak. 

Disadari atau tidak, melalui asesmen literasi inilah budaya literasi sekolah diuji. Apakah benar misi menggalakkan literasi di dunia pendidikan sejak dini telah benar-benar diimplementasikan dan mendapatkan hasil yang maksimal atau belum. Validasi melalui asesmen skala nasional ini penting guna meninjau efektivitas keberlangsungan literasi di tubuh lembaga pendidikan.

Selama asesmen berlangsung, Drs. Mursini selaku pengawas silang yang berasal dari SDI-ST Imam Syafii memantau jalannya ANBK. Beliau sempat meperkenalkan diri bahwa dirinya adalah wali kelas lima. Beliau sudah puluhan tahun mengajar di lembaga tersebut. 

Tak ketinggalan, Ibu Sutikah, M. Pd. selaku pengawas Unit Pelayanan Administrasi Satuan Pnedidikan Kecamatan Kedungwaru bagian sekolah barat jalan turut hadir. Beliau memonitoring dan mengevaluasi kelangsungan ANBK di lembaga. Seluruh kelengkapan administrasi dan teknis dicek. Beliau benar-benar memastikan ANBK berjalan dengan lancar tanpa ada kendala. 

Ada pun pada hari kedua: Kamis, para siswa diarahkan untuk mengerjakan soal numerasi dan survei lingkungan belajar (sulingjar). Pada hari kedua ini logika berpikir, kemampuan numerasi dan silogisme para siswa diuji. Tidak hanya berpacu pada deret soal tambah dan pengurangan, akan tetapi juga dilengkapi dengan beragam soal. Pembagian, perkalian dan deret angka serta logika turut merwarnai jalannya pengerjaan soal. 

Pengerjaan soal numerasi sedikit membuat mental dan pikiran siswa terkuras dan lemas. Mereka sedikit bahagia tatkala mengerjakan model soal multiple choice, namun bewajah suram tatkala dihadapkan dengan soal silang dan uraian singkat. Tak jarang, mereka menggaruk-garuk kepala sendiri berulang kali menandakan jawaban belum juga ditemukan. 

Berkebalikan dengan itu, saat membaca soal survei lingkungan belajar para siswa berusaha menghayati kilas balik seluruh kejadian yang telah berlalu selama di sekolah. Bagaimana tata tertib yang diterapkan di sekolah, pelayanan yang dirasakan selama di sekolah, interkasi antara guru dan siswa, pergaulan antarsiswa serta posisi diri tatkala dihadapkan dengan satu kondisi tertentu. 

Sebagai contoh, bagaimana sikap guru tatkala menemukan kasus perundungan antarsiswa, intolerasi sampai dengan sikap siswa manakala mendapati teman yang kurang aktif selama kegiatan belajar adalah ruang lingkup yang menjadi pertanyaan. Melalui kumpulan soal survei lingkungan belajar ini hakikatnya pemangku kebijkan memantau apakah benar sekolah yang bersangkutan (melakukan asesmen) termasuk lembaga yang ramah anak.

Asesmen telah usai. Kami berharap, apa pun hasil yang dituai semoga dapat menjadi bahan refleksi diri untuk meningkatkan kualitas lembaga menjadi lebih baik. Baik dari segi apa pun itu. Sarana-prasarana, layanan dan budaya yang terbentuk di lembaga tercinta ini.

Dokpri flyer ANBK